Jumat, 04 Februari 2011

Arema Semakin AXIS

Resmi Dilaunching Sebelum Jamu Persipura
MALANG -Setelah sempat simpang-siur, Axis akhirnya resmi mensponsori tim Arema untuk menyelesaikan kompetisi Indonesia Super League 2010/2011. Manajemen Arema pun menyiapkan acara launching sponsor baru ini, Minggu (6/2) nanti.
Tepatnya sebelum pertandingan Arema menghadapi Persipura Jayapura di Stadion Kanjuruhan, secara resmi Axis akan diperkenalkan sebagai salah satu sponsor tim Arema yang pendekatannya dilakukan sejak beberapa bulan lalu.
Manajemen Arema melalui Arema Indonesia Organizer (AIO) telah menyiapkan serangkaian acara untuk launching tersebut. Seperti yang dirilis AIO, launching sponsor salah satu operator telekomunikasi tersebut bertitle ‘Arema Semakin Axis’.
Arema semakin AXIS ini merupakan representasi dari Klub Arema Indonesia yang semakin eksis di musim kompetisi 2010/2011. Khususnya dengan penampilan tim Arema yang musim ini akan berlaga di Liga Champion Asia.
Launching ini diselenggarakan dengan konsep Parade Musik di luar Stadion Kanjuruhan dengan menampilkan band-band Tribute Songs To Arema. Diantaranya Tropical Forest, Vitruvian, B-Qini, Peace Makers, The Klokid, Arro, dan Djanoer.
Kemudian juga mendatangkan bintang tamu Arema Voice, Tani Maju dan Girl Fight. Rencananya juga menampilkan Special Performance dari APA Rapper Of Aremania featuring Dirigen Aremania, Yuli Sumpil.
Penampilan Yuli akan diiringi oleh music dari DJ Yeffie di dalam Stadion Kanjuruhan. AIO, event organizer dibawah manajemen Arema ini juga akan menampilkan Dance Performance dari Jack’D Dancer.
Selain Parade Musik, launching juga menampilkan AXIS Zone diluar Stadion yang berisi Stand Promo Program AXIS-Arema, Games dan Doorpize. Di tribun VIP/VVIP hadir pula AXIS Zone dan bazaar merchandise Official Store Arema.
Bagi Aremania yang kemungkinan kehabisan tiket laga Arema Vs Persipura, AIO juga siap menggelar nonton bareng di luar Stadion, yang diselinging games dengan doorprize berupa 2 Laptop, 4 Blackbery, 7 HP Qwerty dan 10 Jersey Arema.
‘’Ya, kita jadi adakan acara launching Arema-Axis di stadion Kanjuruhan, 6 Februari, pukul 14.30 WIB. Untuk konfirmasi lebih lanjut hubungi pihak Axis,’’ ungkap Irawan Arif, koordinator AIO saat dikonfirmasi Malang Post.
Sedangkan Rio, Project Officer Axis saat dimintai keterangan membenarkan rencana launching tersebut. ‘’Untuk jelasnya, silahkan menghubungi Mas Darmaji, selaku manajer media officer Arema,’’ katanya.
Sementara itu, Sudarmaji memastikan Minggu (6/2) nanti akan ada launching ‘Arema Semakin Axis” tersebut. Menurutnya, adanya launching ini juga menegaskan antara Arema dan Axis sudah ada deal atau kesepakatan kerjasama.
‘’Ya, Arema dan Axiz sudah deal, kita kemarin maunya induk kerjasamanya harus ditandatangani dulu, tapi resminya nanti akan digelar launching bersama sebelum pertandingan Arema lawan Persipura,’’ jelas mantan Wartawan ini.
‘’Untuk kompensasi Arema kepada Axis adalah branding di  venue stadion, mulai scorring board, a-board, branding VIP dan VVIP, tiket, bus dan jersey tim Arema,’’ sambung Darmaji saat dihubungi Malang Post, kemarin sore.
Sayangnya, pria asal Banyuwangi ini tak mau merinci nilai sponsorship Axis untuk Arema. Termasuk Pelaksana Harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara hingga kemarin belum memberi keterangan resmi perihal nilai sponsorship dari Axis.
Meski menurut informasi di internal manajemen Arema, total sponsorship dari Axis itu sekitar Rp 1,1 miliar. Rinciannya, sponsor dalam bentuk fresh money sekitar Rp 800 juta, ditambah sekitar Rp 300 juta memenuhi ketentuan dari Axis.
Ketentuan pertama, jika Arema bisa menjual produk perdana Axis kepada sekitar 130 ribuan pelanggan baru, maka Axis siap mengucurkan anggaran Rp 200 juta untuk Arema. Ketentuan kedua menyangkut prestasi tim Arema di ISL 2010/2011.
Jika tim Arema berhasil menduduki posisi satu hingga empat klasemen akhir ISL musim ini, maka Axis siap memberi bonus Rp 120 juta. Namun jika tak memenuhi target tersebut, atau gagal masuk empat besar, Axis hanya memberi bonus Rp 60 juta.
Selain dua ketentuan tersebut, fresh money Rp 800 juta rencananya akan diterima manajemen Arema paling lambat setelah penandatangan MOU (Memory of Understanding) oleh manajemen Arema dan pihak Axis.

Persipura Tanpa Tiga Pilar

MALANG-Usai menghajar Persib Bandung 5-1, Persipura langsung melakoni laga away menghadapi Arema di Stadion Kanjuruhan, Minggu (6/2) mendatang. Menurut pengakuan pelatih Persipura, Jacksen F Tiago, tim asuhannya berangkat dari Jayapura, Jumat (4/2) hari ini.
Dari Jayapura, rombongan tim Persipura transit lebih dulu di Makassar sebelum melanjutkan penerbangan ke Surabaya. Diperkirakan pukul 16.30 WIB sore ini, Boaz Salossa dkk tiba di Bandara Juanda, Surabaya.
“Ya, kami akan tiba besok (hari ini) di Malang,” ungkap Jacksen saat dikonfirmasi Malang Post melalui telpon genggamnya, kemarin siang.
Sayang, pelatih asal Brazil ini tak merinci daftar pemain yang akan dibawanya ke Malang. Pastinya menurut Jacksen ada tiga pemain pilar Persipura yang dipastikan absen dan tak ikut rombngan ke Malang. Kebetulan ketiganya sudah tidak tampil dalam beberapa pertandingan Persipura.
“Kami ada tiga pemain yang tidak bisa main, yaitu Ricardo Salampessy, Titus Bonay dan David Lally,” terang Jacksen yang rencananya akan menginap di Hotel Kusuma Agrowisata, Batu selama away di Malang.
Dari tiga pilar Persipura yang absen itu, Ricardo Salampessy masih dalam proses penyembuhan cedera lututnya. Bek Persipura itu mengalami cedera lutut kaki kanannya dan sudah menjalani operasi di Jakarta, 16 November 2010 lalu.
Mantan pemain Timnas ini kondisinya sudah membaik, namun masih belum bisa berlatih bersama rekan-rekannya. Jika sesuai rencana, baru akhir bulan Februari nanti, Salampessy baru bisa kembali merumput.
Sementara itu, dua pemain lainnya yaitu Titus Bonay dan David Lally tengah bergabung dengan pemusatan latihan Timnas U-23. Seperti halnya empat pemain Arema yang kini gabung Timnas U-23 dan tak lagi bisa dipinjam gabung klub.
Namun meski tanpa striker dan gelandangnya yang gabung Timnas itu, Persipura banyak dihuni pemain-pemain berbakat. Terbukti, tim dari ujung timur Indonesia ini telah mengemas 32 poin dan mengunci gelar juara paruh musim. (bua/jon)

Persipura Diuntungkan Jadwal

MALANG -Semua tahu, Persipura Jayapura adalah tim tangguh yang musim ini menjadi salah satu kandidat kuat sebagai kampiun Indonesia Super League edisi 2010/2011. Apalagi Persipura sudah berhasil menguci gelar juara paruh musim dengan mengemas 32 poin.
Terakhir tim berjuluk Mutiara Hitam ini membantai Persib Bandung 5-1 di Stadion Mandala, Jayapura. Kemenangan telak yang menjadikan Persipura juara paruh musim inilah yang bakal jadi modal mereka menantang Arema, Minggu (6/2) nanti.
Arema di peringkat lima dengan 20 poin dan terpaut 12 poin dengan Persipura meyakinkan tak gentar untuk menjamu pimpinan klasemen tersebut. Pelatih Arema, Miroslav Janu sudah menyiapkan timnya demi raihan poin sempurna di kandang.
‘’Okelah Persipura menang lawan Persib, mau apa lagi? Tidak masalah! kita sudah siap lawan Persipura. Kita mau menang dan harus menang di kandang,’’ ungkap Miro usai latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin pagi.
Menurut pelatih asal Republik Ceko ini, sukses Persipura kini memimpin peroleh poin karena tak lepas dari keuntungan jadwal kompetisi. Selama ini, tim asuhan Jacksen F. Tiago itu lebih banyak menggelar pertandingan di kandangnya.
Tercatat dari 12 kali pertandingan Persipura dengan 10  kali kemenangan, 8 kali kemenangan diantaranya di raih di kandangnya, dan 2 kali kemenangan di luar kandang. Kebetulan dari 12 pertandingan itu, 9 kali digelar di Stadion Mandala, Jayapura.
‘’Ya, Persipura diuntungkan jadwal dengan sembilan kali main di kandang, mereka lama tidak main di luar kandang. Ini jadwal gila. Saya tidak mengerti. Persib yang pusing karena selalu main di luar kandang,’’ terang Miro.
Persib yang sudah bermain 11 kali baru mengemas 8 poin, kini bercokol di peringkat 14, atau satu strip diatas Bontang FC di zona play off. Itu hasil dari 2 laga home dan 9 laga away yang telah dilakoni Persib.
‘’Ada tim yang selalu main di rumah terus seperti Persipura yang banyak dapat poin, dan ada tim yang selalu main away, seperti Persib. Termasuk Arema, dari 12 pertandingan, kita ada delapan laga away,’’ yakin Miro.
Untuk itu, rekor empat kali laga kandang Arema yang selalu menang jangan sampai ternoda oleh Persipura. Taktik dan strategi untuk meredam kekuatan Boaz Salossa dkk pun telah dipersiapkan Miro dan pasukannya.
Seperti pada sesi latihan kemarin pagi, Miro menginstruksikan tim asuhannya untuk langsung melakukan pressing di depan. Artinya, sejak awal bola bergulir dari gawang Persipura, Esteban Gullien dkk sudah harus langsung menekan.
Mantan pelatih Slavia Praha ini tampaknya tak mau memberi ruang gerak pada pemain Persipura untuk mengembangkan permainan. Maklum, selama ini Persipura sering mengandalkan kualitas masing-masing individu pemainnya.
Dengan melakukan pressing yang dimulai dari lini depan ini, harapannya alur serangan Persipura tak sampai ke lini pertahanan Arema. Tak hanya lini depan, Miro meminta semua lini melakukan pressing ketat, satu lawan dua pemain Arema.
Selain latihan pressing ini, Miro tetap memberi menu latihan teknik penguasaan bola dan latihan koordinasi. Ditutup dengan latihan finishing melalui bola-bola lambung, yang hanya dengan sekali kontrol harus dikonversikan menjadi gol. (bua/avi)

Leo Terancam Absen

MALANG-Jelang big match menghadapi Persipura Jayapura di Stadion Kanjuruhan, Minggu (6/2) lusa, tim Arema terancam mengalami krisis stopper. Bukan soal Pierre Njanka yang telah hengkang dari Arema, namun dua stopper lokal Arema kemungkinan absen.
Leonard Tupamahu, hingga kemarin kondisinya masih belum pulih 100 persen pasca cedera yang dialaminya saat menghadapi Sruwijaya FC beberapa waktu lalu. Satu lagi Irfan Raditya absen latihan karena sakit demam.
Khusus Leo, meski datang latihan, namun center back Arema ini hanya bisa latihan sendiri didampingi dokter tim. Mantan pemain Persija ini mengalami cedera otot pada bagian pangkal paha kaki kanannya, dan masih belum pulih.
 “Leo masih belum pulih betul, kita lihat kondisinya sampai Minggu nanti. Peluangnya tampil tetap ada, tapi kecil, dan sepertinya masih berat untuk bisa main lawan Persipura,” ungkap dokter tim Arema, Albert Rudianto, kemarin pagi.
Usai latihan sendiri di pinggir lapangan, Leo pun melanjutkan proses terapi dengan pemijatan di dalam bus Arema. Stoper yang cukup sukses ‘menggantikan’ posisi Njanka untuk berduet dengan Purwaka ini mengaku pahanya terasa sakit.
“Ya, kalau digunakan untuk menendang bola, masih terasa sakit, tapi kalau hanya untuk jalan tidak terasa,” ungkap Leo disela-sela menyaksikan rekan-rekannya mendapat menu latihan finishing dari headcoach Miroslav Janu.
Lain Leo, lain lagi dengan Irfan Raditya yang sudah dua hari terakhir ini tak ikut latihan. “Irfan sakit demam, setelah sempat latihan hujan-hujan di Stadion Kanjuruhan,” sebut dr. Albert perihal kondisi stopper asal Medan itu.
Tanpa Leo dan Irfan, pilihan Miro kini hanya ada pada Purwaka dan Waluyo untuk duet stopper Arema. Sedangkan untuk cadangannya, Miro kemungkinan harus melakukan rotasi posisi pemain di lini belakang.
Misalkan dalam kondisi mendesak dan terpaksa, Esteban Gullien atau Juan Revi bisa dipaksa untuk posisi center back. Sedangkan untuk bek sayap, meski ditinggal Alfarisi ke Timnas U23, Arema masih memiliki stok yang cukup. Ada Zulkifli, Benny Wahyudi, Hermawan, Wahyu Gunawan atau Juan Revi yang sempat dicoba untuk posisi bek sayap. Secara umum, persoalan yang dihadapi Arema jelang lawan Persipura adalah menemukan stopper cadangan.
Sementara itu untuk stopper asal Slovakia, Roman Golian yang sejak Senin lalu gabung latihan Arema, Miro memastikan statusnya masih seleksi. Rekan senegara Chmelo Roman ini baru bisa tampil untuk Arema pada putaran kedua nanti. (bua/jon)

Tegakkan Disiplin

MALANG-Ada pemandangan menarik usai latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin pagi. Tepatnya setelah tim pelatih memberikan briefing, pemain Arema tak langsung membubarkan diri seperti waktu latihan sebelumnya.
Pemain Arema dipimpin kapten tim, Noh ‘Along’ Alam Shah duduk santai di tengah lapangan membentuk lingkaran. Mereka rupanya menggelar koordinasi singkat setelah latihan di lapangan kompleks pangkalan TNI AU itu.
Sekitar lima menit, pemain-pemain ini terlibat pembicaraan serius diantara mereka. Pembicaraan tersebut dilakukan tanpa tim pelatih maupun tanpa perwakilan dari manajemen tim Arema.
Pasalnya sebelum dilakukan pembahasan dalam koordinasi tersebut, pemain sengaja untuk meminta tim pelatih untuk menepi lebih dulu. Menandakan, pemain tengah membahas urusan mereka sendiri.
“Saya tidak tahu mereka membahas apa, karena tim pelatih disuruh keluar dulu, tapi sepertinya tidak ada hal yang merisaukan,” ungkap Asisten Pelatih Arema, Joko Susilo sesaat sebelum meninggalkan lapangan.
Baru setelah koordinasi, perwakilan pemain menemui Headcoach Miroslav Janu yang sudah menunggu di pinggir lapangan. Perwakilan pemain ini meliputi Along, Zulkifli dan Esteban Gullien menyampaikan hasil pembicaraan itu.
“Tidak ada apa-apa,” terang Along usai menemui Miro dan langsung naik ke atas bus. Sedangkan menurut Zulkifli, yang biasanya juga sebagai kapten tim jika Along tidak main ini, menyatakan pembicaraan soal kedisiplinan pemain.
Bek kanan Arema ini mengaku, dari pertemuan singkat tersebut, pemain sepakat untuk kembali menegakkan kedisiplinan dalam tim. Khususnya menyangkut adanya aturan denda jika ada pemain yang tidak disiplin.
“Ya, tadi kita membicarakan soal kedisiplinan pemain, khususnya untuk kembali memberlakukan denda bagi yang tidak disiplin, karena kemarin sempat terhenti saat gaji tidak lancar,” sebut Zulkifli kemarin pagi.
“Tapi kita tidak menekankan pada persoalan dendanya, tapi soal kedisiplinannya, karena untuk kebaikan tim Arema sendiri. Kita sudah sampaikan kepada pelatih untuk menerapkan lagi soal adanya denda ini,” sambung pemain asal Makassar ini.
Zulkifli tak merinci alasan kembali diberlakukannya aturan denda untuk pemain yang tak disiplin ini. Ada kemungkinan, diantara pemain Arema sendiri mulai ada yang tidak disiplin sehingga perlu kembali digalakkan adanya sanksi denda.
Sekadar diketahui, sebelum sanksi denda bagi yang tidak disiplin terhenti, pemain Arema memiliki kas yang cukup besar. Kas tersebut didapat dari pemain yang bayar denda, dan biasanya disalurkan ke panti asuhan atau untuk keperluan bersama di luar tim.
Untuk sanksi denda yang menjadi kesepakatan antar pemain Arema ini besarnya cukup bervariatif. Seperti terlambat datang untuk makan bersama, dendanya sekitar Rp 50 ribu. Sama juga untuk denda pemain dengan T-shirt yang tak seragam.
Jika dihitung-hitung, total hasil denda pemain yang tak disiplin, termasuk denda pemain yang tak datang latihan tanpa alasan jelas, musim lalu mencapi sekitar Rp 20 juta. Seperti yang disebutkan Zulkifli, sanksi ini bukan persoalan denda, namun untuk kedisiplinan dan kekompakan tim. (bua/jon)

Gawat, AK Sakit

MALANG-Saat tim Arema tengah melakukan persiapan intensif untuk menjamu Persipura, Ahmad Kurniawan absen latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin pagi. Padahal kiper Arema ini digadang-gadang masuk starting line up saat lawan Persipura nanti.
Kiper yang akrab disapa AK ini berpeluang untuk menggantikan posisi adiknya, Kurnia Meiga, yang tengah gabung pemusatan latihan Timnas U-23. Namun AK justru tak datang latihan dan kemarin pagi tak ada yang mengetahui keberadaannya.
Khususnya usai latihan, baik tim pelatih maupun dokter tim Arema tidak mengetahui alasan absennya AK. Maklum, mantan kiper Semen Padang ini tak datang latihan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
“Untuk saat ini kita belum mengetahui kenapa AK tidak ikut latihan, karena tadi coba kita telpon tidak bisa. Nanti setelah latihan, kita akan lihat ke rumahnya, sesuai intsruksi dari headcoach,” ungkap pelatih kiper Arema, Dwi Sasmianto.
“Jadi sampai saat kita belum tahu kenapa, dan belum ada kabar. Biasanya kalau tidak datang latihan, dia kirim SMS (short massage service),” sambung pria yang akrab disapa Kirun ini sesaat setelah latihan Arema, kemarin pagi.
Usut punya usut, AK yang sebelumnya juga tak memberi kabar pada dokter tim Arema ternyata terbaring sakit di rumah kontrakannya di daerah Griya Santa. Kepastian AK sakit ini setelah Kirun mendatangi rumahnya, kemarin siang.
“AK ternyata sakit demam, tadi kita sudah mendatangi rumahnya di Griya Santa, dia mengaku tadi pagi tidak bisa bangun,” terang Kirun.
“Tadi sudah saya datangi bersama dokter dan dia sudah disuntik,” lanjutnya.
Menyusul kondisi AK yang tidak fit ini, maka peluang kiper Arema saat lawan Persipura ada pada Aji Saka dan kiper baru, Syaifuddin. Keputusan kiper Arema akan ditentukan sesaat sebelum menghadapi Persipura, Minggu lusa. (bua/jon)

Kamis, 03 Februari 2011

Hujan Batal Latihan

MALANG-Hujan deras yang mengguyur wilayah Malang dan sekitarnya sejak siang hingga kemarin sore membuat Arema membatalkan latihan. Padahal sesuai rencana latihan digelar di lapangan Abdurrahman Saleh, mulai pukul 15.30 WIB.
Namun hingga waktu yang telah ditentukan tersebut, Ahmad Bustomi dkk tak kunjung datang. Rupanya tim pelatih Arema telah membatalkan keberangkatkan latihan, menyusul hujan tak kunjung reda.
“Tadi kita yang di mess sebenarnya sudah siap untuk berangkat, ternyata head coach membatalkan latihan, dan saya harus beritahu anak-anak,” ungkap asisten pelatih Arema, Dwi Sasmianto perihal pembatalan latihan ini.
Headcoach Arema, Miroslav Janu saat dikonfirmasi membenarkan, jadwal latihan timnya kemarin sore memang dibatalkan. Mengingat hujan deras, yang membuat program latihan Arema jadi tak maksimal.
Seperti sehari sebelumnya saat Arema latihan di Stadion Kanjuruhan, Senin (31/1) sore, juga tak maksimal karena hujan. Untuk itu, Miro memilih membatalkan latihan, sekaligus untuk menjaga kondisi pemainnya.
“Ya, sore ini tidak jadi latihan karena hujan deras, kondisi banjir, kita tidak bisa latihan, jadi tidak berangkat latihan,” ungkap pelatih asal Republik Ceko ini yang pagi harinya sudah menggelar latihan di Family Club Araya.
Namun pada latihan Selasa (2/2) pagi kemarin, pemain Arema hanya berlatih di fitness center. Usai pemanasan, pemain langsung masuk ke fitness center dengan menu latihan delapan alat berbeda, masing-masing dilakukan tiga set.
Sementara itu, untuk latihan pagi ini, Miro mengaku akan membawa pemainnya ke lapangan Abdurrahman Saleh, setelah sehari kemarin Zulkifli dkk tak menyentuh bola. Latihan ini dipersiapkan Arema untuk menghadapi Persipura Jayapura di Stadion Kanjuruhan, Minggu (6/2) depan.(bua)