MALANG-Ada pemandangan menarik usai latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin pagi. Tepatnya setelah tim pelatih memberikan briefing, pemain Arema tak langsung membubarkan diri seperti waktu latihan sebelumnya.
Pemain Arema dipimpin kapten tim, Noh ‘Along’ Alam Shah duduk santai di tengah lapangan membentuk lingkaran. Mereka rupanya menggelar koordinasi singkat setelah latihan di lapangan kompleks pangkalan TNI AU itu.
Sekitar lima menit, pemain-pemain ini terlibat pembicaraan serius diantara mereka. Pembicaraan tersebut dilakukan tanpa tim pelatih maupun tanpa perwakilan dari manajemen tim Arema.
Pasalnya sebelum dilakukan pembahasan dalam koordinasi tersebut, pemain sengaja untuk meminta tim pelatih untuk menepi lebih dulu. Menandakan, pemain tengah membahas urusan mereka sendiri.
“Saya tidak tahu mereka membahas apa, karena tim pelatih disuruh keluar dulu, tapi sepertinya tidak ada hal yang merisaukan,” ungkap Asisten Pelatih Arema, Joko Susilo sesaat sebelum meninggalkan lapangan.
Baru setelah koordinasi, perwakilan pemain menemui Headcoach Miroslav Janu yang sudah menunggu di pinggir lapangan. Perwakilan pemain ini meliputi Along, Zulkifli dan Esteban Gullien menyampaikan hasil pembicaraan itu.
“Tidak ada apa-apa,” terang Along usai menemui Miro dan langsung naik ke atas bus. Sedangkan menurut Zulkifli, yang biasanya juga sebagai kapten tim jika Along tidak main ini, menyatakan pembicaraan soal kedisiplinan pemain.
Bek kanan Arema ini mengaku, dari pertemuan singkat tersebut, pemain sepakat untuk kembali menegakkan kedisiplinan dalam tim. Khususnya menyangkut adanya aturan denda jika ada pemain yang tidak disiplin.
“Ya, tadi kita membicarakan soal kedisiplinan pemain, khususnya untuk kembali memberlakukan denda bagi yang tidak disiplin, karena kemarin sempat terhenti saat gaji tidak lancar,” sebut Zulkifli kemarin pagi.
“Tapi kita tidak menekankan pada persoalan dendanya, tapi soal kedisiplinannya, karena untuk kebaikan tim Arema sendiri. Kita sudah sampaikan kepada pelatih untuk menerapkan lagi soal adanya denda ini,” sambung pemain asal Makassar ini.
Zulkifli tak merinci alasan kembali diberlakukannya aturan denda untuk pemain yang tak disiplin ini. Ada kemungkinan, diantara pemain Arema sendiri mulai ada yang tidak disiplin sehingga perlu kembali digalakkan adanya sanksi denda.
Sekadar diketahui, sebelum sanksi denda bagi yang tidak disiplin terhenti, pemain Arema memiliki kas yang cukup besar. Kas tersebut didapat dari pemain yang bayar denda, dan biasanya disalurkan ke panti asuhan atau untuk keperluan bersama di luar tim.
Untuk sanksi denda yang menjadi kesepakatan antar pemain Arema ini besarnya cukup bervariatif. Seperti terlambat datang untuk makan bersama, dendanya sekitar Rp 50 ribu. Sama juga untuk denda pemain dengan T-shirt yang tak seragam.
Jika dihitung-hitung, total hasil denda pemain yang tak disiplin, termasuk denda pemain yang tak datang latihan tanpa alasan jelas, musim lalu mencapi sekitar Rp 20 juta. Seperti yang disebutkan Zulkifli, sanksi ini bukan persoalan denda, namun untuk kedisiplinan dan kekompakan tim. (bua/jon)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar