Sabtu, 25 Desember 2010

Parpol Rebutan Timnas

JAKARTA – Moncernya penampilan tim nasional Indonesia di ajang AFF Suzuki Cup 2010, mematik perhatian partai politik (parpol). Tidak tanggung-tanggung, parpol berebut pengaruh dengan mengusung nama timnas.
Paling tidak hal itu dilakukan Partai Demokrat dan PKS. Jika PD menyediakan seribu tiket untuk nonton final AFF di Stadion Bukit Jalil untuk para TKI, PKS juga akan mengerahkan dukungan agar menonton timnas.
‘’Saya akan nonton dengan TKI. Kami menyiapkan lewat DPLN (Dewan Pengurus Luar Negeri) Partai Demokrat di Malaysia, Untuk membantu menyiapkan tiket bagi saudara kita di sana yang ingin memberikan dukungan. Kami minta seribu tiket,’’ kata Anas Urbaningrum disela-sela diskusi di Marios Place, Menteng, Jakarta, Kamis (23/12).
Menurut Anas, permintaan tiket itu mudah-mudahan bisa segera disiapkan, karena panitia hanya menyiapkan 15 ribu tiket untuk suporter Indonesia.
Mudah-mudahan dapat, karena ini teknis dan terkait kuota yang jumlahnya kecil hanya 15 ribu. Ini pasti rebutan. Saya harapkan sih dari 15 ribu itu bisa disiapkan,’’ katanya.
Anas berharap pada hasil pertandingan leg pertama memastikan kemenangan Indonesia sehingga pada leg kedua di Gelora Bung Karno, Rabu (29/12) tinggal menjadi perayaan kemenangan bagi Timnas.
‘’Saya bukan peramal, tapi harapan bahwa pertandingan di Bukit Jalil menjadi akad nikah kemenangan Indonesia di Senayan akan menjadi resepsi kemenangan Indonesia,’’ kata Anas yang menolak menyebut prediksi hasil pertandingan.
Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), berjanji akan mengerahkan massanya menonton final AFF antara Indonesia vs Malaysia.
Sekjen DPP PKS, Anis Matta mengatakan, PKS ingin menjadikan partai final Piala AFF antara Indonesia Vs Malaysia sebagai ajang pesta rakyat.
Untuk itu, kata Anis, PKS akan mengerahkan supporter di pertandingan yang akan dilangsungkan di stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Minggu, (26/12) dan Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, (29/12).
‘’DPP PKS akan mengerahkan supporter ke Bukit Jalil Malaysia dan Gelora Bung Karno untuk mendukung Timnas. Sementara untuk daerah, DPP sudah instruksikan seluruh DPW dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS untuk menggelar acara nonton bareng bersama rakyat sekitar. Kami ingin peristiwa ini menjadi ajang pesta rakyat,’’ ujar Sekjen DPP PKS Anis Matta, di Jakarta, Kamis (23/12).
Menurut Anis, keberhasilan tim nasional melaju ke final merupakan sebuah prestasi yang membanggakan dan harus disyukuri. Peristiwa ini sekaligus juga menjadi unsur penguat nasionalisme dan pemersatu bangsa.
Anis berharap dukungan dan antusiasme masyarakat Indonesia bisa menjadi modal utama dan motivasi yang kuat bagi para pemain untuk membawa pulang piala AFF.
‘’Bangsa ini sudah lama haus prestasi, terutama dalam sepakbola. Melihat perjalanan mereka sampai final, saya haqul yakin, semua itu akan dapat terwujud,’’ katanya.
Selain itu, Anis juga menyerukan agar peristiwa olahraga ini tidak dipolitisasi dan digunakan pihak-pihak tertentu sebagai alat pencitraan. Apalagi saling mengklaim hal ini sebagai bagian dari jasa atau keberhasilan satu kelompok. ‘’Biarkan rakyat menikmati pesta olahraga ini tanpa politisasi,’’ ujarnya.(fas/was/jpnn)

Jumat, 24 Desember 2010

Harga Tiket Final AFF Suzuki Cup 2010 Naik

Tiket pertandingan final leg-2 AFF Suzuki Cup 2010 di Jakarta, Rabu (29/12) mengalami kenaikan di semua kategori. Tiket termurah seharga Rp 75 ribu dan yang termahal dihargai senilai Rp 1 juta.

Tak seperti babak semi final yang memiliki harga sama dengan penyisihan, tiket kategori III (tribun atas) kali ini mengalami kenaikkan menjadi Rp 75 ribu. Kategori II (belakang gawang) juga naik menjadi Rp 150 ribu.

Untuk kategori lebih tinggi juga mengalami kenaikan. Kategori I akan dijual dengan harga Rp 200 ribu. VIP Timur naik dari Rp 250 ribu menjadi Rp 350 ribu. Begitupula dengan VIP Barat yang kini harus ditebus dengan harga Rp 500 ribu. Dan, yang paling mahal dengan kenaikkan seratus persen adalah untuk kategori VVIP dengan harga Rp 1 juta.

Rencananya, tiket ini sudah mulai dijual pada tanggal 23-27 Desember. Seperti sebelumnya, pada kurun waktu tersebut pembeli akan mendapatkan voucher untuk ditukar kemudian dengan tiket asli pada tanggal 28 Desember 2010.

Mekanisme penjualan tiket akan dilakukan melalui dua cara, online dan manual. Penjualan secara online dikhususkan untuk tiket VVIP dan VIP Barat, sedangkan yang lainnya dilakukan secara manual. Khusus penjualan via online, masih terus dimonitor efektifitasnya. Pasalnya, penjualan tiket secara online saat ini hanya 1 persen dari total keseluruhan.

“ Padahal sistem penjualan secara online ini adalah solusi jitu bagi masyarakat untuk mendapatkan tiket tanpa harus repot – repot mengantri. Sayang, masih belum banyak masyarakat yang terbiasa melakukan pembelian secara online dengan kartu kredit,” ungkap Joko Driyono, Ketua LOC Indonesia.

Tak Cuma kenaikan dalam harga tiket, jumlah tiket yang dijual pun mengalami peningkatan. LOC akan mencetak sebanyak 77 ribu lembar tiket, terbanyak sejak babak penyisihan hingga final yang berada di kisaran 60 ribu – 70 ribu.

Harga tiket Final Leg II Piala AFF 2010:

VVIP Rp 1 juta
VIP Barat Rp 500 ribu
VIP Timur Rp 350 ribu
Kategori I Rp 200 ribu
Kategori II (belakang gawang) Rp 150 ribu
Kategori III (tribun atas) Rp 75 ribu

Derby d’Ngalam Batal?

MALANG – Bayang-bayang laga derbi tim sekota, derby d’Ngalam, Arema versus Persema, batal digelar, kian mendekati nyata. Itu jika menilik dari komentar pelatih Persema, Timo Scheunemann. Pelatih asal Jerman ini mengaku, Persema akan mundur dari Super Liga.
Jika itu benar-benar terjadi, secara otomatis derby d’Ngalam yang sedianya digelar 4 Januari 2011 mendatang, batal digelar. Karena Persema akan turun di Liga Primer Indonesia (LPI) pada 8 Januari 2011.
Menariknya, ’pembatalan’ derby d’Ngalam itu justru terjadi saat Timo bertemu Miroslav Janu, di Bandara Soekarno Hatta kemarin. Miro baru saja membawa Arema berujicoba di Padang, sedang Timo, kembali dari manager meeting LPI. Keduanya berada dalam satu pesawat menuju Surabaya.
Keduanya juga terlibat pembicaraan cukup serius, sesaat sebelum naik ke pesawat Lion Air. Dari pembicaraan itu, Miro akhirnya mengetahui bahwa Arema batal menghadapi Persema di stadion Kanjuruhan, 4 Januari mendatang.
‘’Persema sudah habis. Timo tadi (kemarin, Red.) bilang Persema mundur dari ISL dan ikut LPI. Dia (Timo) habis ikut acara meeting tim-tim LPI di Jakarta. Jadi Arema tidak akan bertanding lawan Persema, 4 Januari nanti,’’ ungkap Miro, kemarin siang.
Meski hingga saat ini belum ada surat resmi dari PT Liga Indonesia yang menggelar ISL terkait kepastian mundurnya Persema, Miro mulai ancang-ancang untuk merubah program latihannya, untuk bisa fokus lawan Persija Jakarta.
‘’Kalau kita tidak bertanding lawan Persema, kita akan langsung fokus untuk laga away menghadapi Persija, 9 Januari. Mungkin jadwal kompetisi akan berubah semua. Apalagi kata Timo yang mundur selain Persema juga Persibo dan PSM,’’ kata Miro.
Begitu mendarat di bandara Juanda, Surabaya, Timo saat dikonfirmasi Malang Post membenarkan rencana Persema untuk mundur dari ISL. Pasalnya itu sudah menjadi keputusan dari Ketua Umum Pengcab PSSI Kota Malang, Peni Suparto.
Kebetulan Peni yang juga Wali Kota Malang ini ikut hadir bersama Timo dalam acara peluncuran kompetisi LPI di Jakarta. Timo pun tak bisa menolak, menyusul tim Persema adalah bagian dari Pengcab PSSI Kota Malang yang diketaui Peni Suparto.
‘’Ya, saya kaget juga disuruh Pak Peni untuk datang di acara meeting LPI. Sepertinya memang mengarah Persema mundur dari ISL. Apalagi Pak Peni telah menyampaikan kalau Persema sudah tidak ada uang,’’ terang Timo.
‘’Kondisi seperti ini sebelumnya tidak pernah terjadi di Persema, makanya Persema pilih mundur dari ISL dan gabung LPI,’’ sambung pelatih berdarah Jerman yang lama tinggal di Malang ini kepada Malang Post sebelum keluar dari bandara.
Namun terpisah, Peni Suparto justru mengaku belum memutuskan tim mana yang akan diturunkan di LPI. Inep, panggilan akrab Peni Suparto, juga menyebut Persema akan turun di dua kompetisi. LPI dan ISL.   
Hanya yang menarik, Inep memang menugaskan Timo untuk melatih tim Persema yang bakal turun di LPI. Meski belum diputuskan tim mana yang turun di LPI. Apakah tim Persema senior yang sementara itu turun di ISL, ataukan tim Persema U-21 yang sempat ikut laga pramusim LPI.
‘’Iya, pelatihnya (Persema LPI) Pak Timo. Soal pemainnya tidak ada masalah. Kan semua pemain Persema (ISL maupun U-21). Persema ini punya banyak klub (klub lokal binaan Persema, Red), kita bisa saja tinggal ambil-ambil pemain dari klub-klub itu,’’ ujar Inep sembari melangkah meninggalkan ruangan pelantikan Direktur PDAM Kota Malang, kemarin.
Terpilihnya Timo sebagai pelatih Persema di LPI tentunya juga mengejutkan manajemen. Sebab, Timo selama ini fokus mendampingi Bima Sakti dkk mempersiapkan diri turun di kompetisi Super Liga.
Belum lagi, beberapa tim pelatih dan pemain mulai gusar dengan ancaman PSSI yang siap memberi sanksi kepada pihak yang kedapatan turun di LPI, kompetisi yang dinilai illegal oleh PSSI.
Apalagi manajemen Persema juga sudah membentuk tim baru, Persema FC yang jauh-jauh hari diproyeksikan turun di LPI. Tim yang kini dilatih Amin Zakaria ini sudah show of force dengan ikut ambil bagian di pra-seasion LPI Grup B di Solo, awal Desember lalu.
‘’Pemain kontrak dengan Persema, bukan dengan PSSI. Mereka tetap tanggung jawab kita,’’ lanjut Inep.
Pria yang konon bakal menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) di PT Liga Premier Indonesia ini menyebut, LPI menginginkan, kemajuan sepakbola nasional, begitu juga dengan PSSI.
Jika tujuannya sama, PSSI seharusnya justru mengayomi LPI, bukan memusuhi. Selain itu, Inep dengan yakin menyebut tidak akan ada sanksi bagi Persema, begitu tim pelatih dan pemain ketika turun di LPI nantinya.
‘’Menurut saya kalau PSSI bijak, tidak akan ada sanksi. Karena, tujuannnya sama-sama untuk memajukan sepakbola nasional. Kalau tujuannya sama, ya mari sama-sama meraih tujuan itu. Jangan anggap LPI itu sebagai musuh,’’ pungkas Inep. (bua/aim/poy)

Revi Biasakan Semua Posisi

PADANG - Kondisi lini belakang Arema yang minim pemain, memaksa pelatih Arema, Miroslav Janu untuk melakukan rotasi posisi. Salah satu pemain yang menjadi 'korban' rotasi itu adalah Juan Revi. Pemain yang biasanya sebagai gelandang bertahan ini dicoba sebagai bek sayap kanan, dan juga sebagai bek sayap kiri.
          Mau tidak mau, Revi harus siap di posisi yang tak biasa ditempatinya saat Arema dijamu Semen Padang pada laga amal di Stadion H. Agus Salim, Padang, Rabu (22/12) sore lalu. Pertama sebagai bek kanan, Revi menggantikan Waluyo yang cedera, disusul pada pertengahan babak kedua diplot sebagai bek kiri.
         "Pokoknya aku ini harus siap ganti-ganti posisi, untungnya aku memang pernah di kiri, maupun di kanan juga bisa. Sekarang, kanan dan kiri oke," ungkap Revi yang pernah memperkuat Persikoba Batu dan tim sepakbola PON Jawa Timur bersama Benny Wahyudi dan Wahyu Gunawan yang kini juga sama-sama memperkuat Arema.
          "Bahkan saya juga pernah sebagai stoper saat di Persikoba dan di tim PON Jatim, khususnya saat tidak ada pilihan pemain, atau sebagai pemain pengganti," sambung pemain asal Malang ini yang posisi sebenarnya adalah gelandang bertahan.
           Rotasi posisi dilakukan Miro menyusul tak ada pemain untuk posisi bek sayap murni, kecuali Alfarisi yang bisa kanan atau kiri. Kebetulan bek muda dari Arema U21 ini juga mengalami cedera pada pertengahan babak kedua. Sementara Wahyu Gunawan yang tampil sejak babak kedua di posisi bek kiri, hanya bermain 26 menit, lantaran Miro kurang mempercayainya.
         Bek sayap Arema lainnya, yaitu Zulkifli Syukur dan Benny Wahyudi tengah bergabung dengan Timnas Indonesia. Satu lagi Hermawan, bek kiri Arema ini tak ikut ke Padang karena masih dalam proses penyembuhan cedera di bagian lututnya. (bua/lim)  

Minta Performa Terbaik

PADANG - Tak sekadar laga amal yang berorientasi pada hasil pertandingan saat menjamu Semen Padang, pelatih Arema, Miroslav Janu juga memantau performa masing-masing pemainnya. Ternyata hasilnya, Miro belum begitu puas dengan penampilan seluruh pemainnya.
             Padahal pelatih asal Republik Ceko ini berharap pasukannya bisa menunjukkan performa terbaik mereka untuk gambaran tim inti yang bakal dipersiapkan menghadapi laga derby Malang, Arema lawan Persema di Stadion Kanjuruhan, 4 Januari 2011 nanti.
          "Ya, dari ujicoba kemarin saya mau lihat kerja keras pemain untuk bisa masuk tim inti. Kalau mau masuk tim inti, pemain harus lebih bagus lagi performanya, tidak boleh seperti ini," demikian evaluasi Miro perihal performa timnya yang kurang memuaskan sehingga hanya memetik hasil imbang 0-0.
          Pada dasarnya, Miro mengingatkan pemainnya bahwa untuk bisa masuk dalam tim inti harus bisa main bagus dalam setiap laga ujicoba Arema. Sehingga tidak ada jaminan, pemain yang selama ini masuk tim inti bakal terus masuk dalam starting eleven jika tak mampu menunjukkan performa terbaiknya di laga ujicoba.
          "Mau tim inti, harus main bagus, kemarin hasil imbang itu di laga ujicoba, dan
nanti akan beda lagi untuk pertandingan kompetisi, bisa lebih berat lagi, jadi harus tampil maksimal," yakin Miro yang mengevaluasi dari setiap lini timnya saat menghadapi Semen Padang itu.
          Mulai penjaga gawang, Ahmad Kurniawan, tak bisa tampil full 2x45 menit karena mengeluh mengalami kram dan minta ganti Aji Saka sejak awal babak kedua. Lini belakang pun mendapat sorotan Miro yang juga tak maksimal, khususnya di sektor bek sayap. Apalagi, Alfarisi, bek sayap kanan dan kiri Arema ini juga tak bisa tampil full lantaran juga kram di pertengahan babak kedua.
           Organisasi lini tengah Arema pun tak berjalan maksimal, khususnya di babak kedua, dengan adanya beberapa pergantian pemain. Sementara lini depan, Miro menyayangkan adanya tiga peluang bagus yang harusnya bisa berbuah gol pada babak pertama.
            Untuk ukuran tim Arema yang tak bisa tampil full team dengan sederet pilar tak bisa tampil, karena lima pemain gabung Timnas dan dua pemain asing tak ikut ke Padang, hasil imbang lawan tuan rumah sebenarnya sudah cukup bagus. Namun Miro merasa tidak cukup puas dengan performa pemain pengganti yang sebenarnya berpeluang masuk dalam tim inti.          
         "AK minta ganti karena kram, Alfarisi juga kram, saya tidak tahu ini problem, nanti bisa datang problem lagi. Saya sudah ganti pemain, tapi tidak jalan dengan bagus," ungkap Miro yang coba memaksimalkan pergantian hingga enam pemain.
          Padahal sesuai perjanjian saat tehnical meeting, harusnya hanya bisa ganti lima pemain. Namun dalam kondisi Alfarisi cedera, Miro akhirnya meminta kesepakatan pelatih Semen Padang melalui pengawas pertandingan untuk lakukan pergantian terakhir, atau pergantian yang keenam kalinya.
        "Saya mau ganti semua pemain yang ada, kenapa hanya boleh ganti lima pemain, ini hanya ujicoba, tidak mungkin  kita jauh-jauh datang dari Malang ke Padang, beberapa pemain tidak main dan hanya untuk tidur dan jalan-jalan. Semua harus main, dan saya harus bisa ganti pemain " sebut Miro.
         Sehingga dari 18 pemain Arema yang berangkat ke Padang, hanya Waluyo yang tak bisa main karena cedera. Sedangkan 17 pemain lainnya mendapat kesempatan main, dengan durasi waktu yang berbeda-beda sesuai performa yang ditunjukkan kepada tim pelatih. (bua/lim)

Jamu Persijap di Kanjuruhan

MALANG - Usai tiga kali menggelar ujicoba di Stadion Gajayana, manajemen Arema merancang untuk ujicoba berikutnya menghadapi Persijap Jepara digelar di Stadion Kanjuruhan, Minggu (26/12) lusa. Itu sesuai dengan keinginan pelatih Arema, Miroslav Janu yang menginginkan ujicoba terakhir Arema ini digelar di Kanjuruhan.       
            "Ya, sesuai prmintaan Miro ujicoba Arema lawan Persijap, tanggal 26 Desember nanti digelar di Stadion Kanjuruhan, sore hari mulai pukul 15:00 WIB," ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji kepada Malang Post, perihal jadwal ujicoba Singo Edan sebelum menjamu Persema di Stadion Kanjuruhan, 4 Januari nanti.
          Miro menginginkan laga digelar di Stadion Kanjuruhan, lantaran timnya sudah lama tak bertanding di kandangnya itu. Ujicoba lawan Persijap bisa jadi kesempatan timnya untuk beradaptasi lagi dengan Kanjuruhan, setelah laga terakhir menghadapi Pelita Jaya di stadion milik Pemkab Malang itu pada 3 November lalu.
         Namun Miro sempat ragu untuk menggelar ujicoba timnya di Kanjuruhan, khususnya menyangkut jumlah penonton yang datang. Pelatih asal Republik Ceko ini pun sempat meminta manajemen untuk mengganti ujicoba Arema digelar di Stadion Gajayana. Pertimbangan Miro terkait dengan adanya pertandingan final Piala AFF leg pertama antara Timnas Indonesia lawan Malaysia, Minggu malam.
         Miro khawatir, jumlah penonton di Stadion Kanjuruhan bakal sepi karena dipengaruhi oleh jarak yang jauh, membuat Aremania memilih untuk menunggu laga Timnas. Sedangkan jika digelar di Gajayana mulai pukul 15.00 WIB, Aremania juga bisa menikmati laga timnas sejak awal.
         "Izin pertandingan Arema lawan Persijap sudah turun dan jadi digelar di Stadion Kanjuruhan. Mudah-mudahan saja, pertandingan nanti bisa berjalan lancar dan sukses," sebut Darmaji yang pada laga ujicoba Arema menghadapi Persid Jember beberapa waktu lalu, panpel hanya mendapatka Rp 30 juta.
      Khusus untuk ujicoba lawan Persijap di Kanjuruhan, menurut Darmaji, panpel telah menetapkan untuk harga tiket ekonomi Rp. 10 ribu, VIP Rp 20 ribu dan VVIP Rp 30 ribu. Bonus yang akan diterima Pierre Njanka dkk sangat bergantung pada hasil pemasukan dari laga ujicoba lawan Persijap ini. (bua/lim)

Kamis, 23 Desember 2010

Terima Kasih Arema

PADANG - Kehadiran Arema untuk memenuhi undangan Semen Padang benar-benar mendapat apresiasi dari supporter tuan rumah, kemarin sore. Pasalnya pertandingan di Stadion H. Agus Salim ini digelar untuk amal para korban bencana alam gempa bumi dan Tsunami di Mentawai.
Seperti yang dinyanyikan kelompok supporter Semen Padang, Spartack, mereka beberapakali menyampaikan terima kasih kepada tim Arema. “Terima kasih Arema Malang, dari kami Spartacks,” demikian kalimat yang dinyanyikan supporter yang berada di tribun selatan ini.
Pelatih Semen Padang, Nil Maizar pun mengucapkan terima kasih kepada tim Arema yang jauh-jauh datang ke Padang untuk laga amal. Apalagi menurut pelatih asal Padang ini, tim asuhannya mendapat pelajaran yang berharga dari hasil imbang laga ujicoba kemarin sore.
“Ya, kita ucapkan terima kasih kepada tim Arema, atas simpatinya untuk datang ke Padang dalam laga amal sore ini, salam hormat untuk tim Arema dan Aremania semua di Malang,” ungkap Nil maizar kepada Malang Post saat ditemui usai pertandingan yang berakhir imbang 0-0 ini.
Perihal hasil imbang tersebut, Maizar mengaku cukup puas dengan penampilan pasukannya yang sudah lama tidak ada pertandingan karena jeda kompetisi. Setidaknya dari ujicoba tersebut, menurut mantan pemain Semen Padang ini bisa diketahui performa pemainnya.
“Saya cukup puas dengan ujicoba sore ini, setelah satu bulan kita tidak ada pertandingan, saya lihat sentuhan pemain dari kaki ke kaki masih bisa mereka tunjukkan. Tapi kita akui finishing touch lini depan kita masih lemah, ini yang harus kita benahi sebelum kompetisi bergulir lagi,” terang Maizar.
Sementara untuk permainan tim Arema sendiri, pelatih yang juga pernah memperkuat Timnas ini mengaku cukup bagus. Khususnya di babak pertama, menurutnya Arema tampil menekan dan memiliki peluang bagus dari Noh Alamshah yang cukup membahayakan gawang Semen Padang.
“Arema tim bagus, mereka ada peluang dari Alamshah, yang berhasil menipu lini belakang kita, ini juga harus kita benahi dan kita evaluasi untuk persiapan kompetisi nanti. Tapi secara keseluruhan, hasil imbang ini adalah hasil yang fair, karena kita sama-sama tampil menyerang,” pungkas Maizar. (bua/lim)