MALANG -Semua tahu, Persipura Jayapura adalah tim tangguh yang musim ini menjadi salah satu kandidat kuat sebagai kampiun Indonesia Super League edisi 2010/2011. Apalagi Persipura sudah berhasil menguci gelar juara paruh musim dengan mengemas 32 poin.
Terakhir tim berjuluk Mutiara Hitam ini membantai Persib Bandung 5-1 di Stadion Mandala, Jayapura. Kemenangan telak yang menjadikan Persipura juara paruh musim inilah yang bakal jadi modal mereka menantang Arema, Minggu (6/2) nanti.
Arema di peringkat lima dengan 20 poin dan terpaut 12 poin dengan Persipura meyakinkan tak gentar untuk menjamu pimpinan klasemen tersebut. Pelatih Arema, Miroslav Janu sudah menyiapkan timnya demi raihan poin sempurna di kandang.
‘’Okelah Persipura menang lawan Persib, mau apa lagi? Tidak masalah! kita sudah siap lawan Persipura. Kita mau menang dan harus menang di kandang,’’ ungkap Miro usai latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin pagi.
Menurut pelatih asal Republik Ceko ini, sukses Persipura kini memimpin peroleh poin karena tak lepas dari keuntungan jadwal kompetisi. Selama ini, tim asuhan Jacksen F. Tiago itu lebih banyak menggelar pertandingan di kandangnya.
Tercatat dari 12 kali pertandingan Persipura dengan 10 kali kemenangan, 8 kali kemenangan diantaranya di raih di kandangnya, dan 2 kali kemenangan di luar kandang. Kebetulan dari 12 pertandingan itu, 9 kali digelar di Stadion Mandala, Jayapura.
‘’Ya, Persipura diuntungkan jadwal dengan sembilan kali main di kandang, mereka lama tidak main di luar kandang. Ini jadwal gila. Saya tidak mengerti. Persib yang pusing karena selalu main di luar kandang,’’ terang Miro.
Persib yang sudah bermain 11 kali baru mengemas 8 poin, kini bercokol di peringkat 14, atau satu strip diatas Bontang FC di zona play off. Itu hasil dari 2 laga home dan 9 laga away yang telah dilakoni Persib.
‘’Ada tim yang selalu main di rumah terus seperti Persipura yang banyak dapat poin, dan ada tim yang selalu main away, seperti Persib. Termasuk Arema, dari 12 pertandingan, kita ada delapan laga away,’’ yakin Miro.
Untuk itu, rekor empat kali laga kandang Arema yang selalu menang jangan sampai ternoda oleh Persipura. Taktik dan strategi untuk meredam kekuatan Boaz Salossa dkk pun telah dipersiapkan Miro dan pasukannya.
Seperti pada sesi latihan kemarin pagi, Miro menginstruksikan tim asuhannya untuk langsung melakukan pressing di depan. Artinya, sejak awal bola bergulir dari gawang Persipura, Esteban Gullien dkk sudah harus langsung menekan.
Mantan pelatih Slavia Praha ini tampaknya tak mau memberi ruang gerak pada pemain Persipura untuk mengembangkan permainan. Maklum, selama ini Persipura sering mengandalkan kualitas masing-masing individu pemainnya.
Dengan melakukan pressing yang dimulai dari lini depan ini, harapannya alur serangan Persipura tak sampai ke lini pertahanan Arema. Tak hanya lini depan, Miro meminta semua lini melakukan pressing ketat, satu lawan dua pemain Arema.
Selain latihan pressing ini, Miro tetap memberi menu latihan teknik penguasaan bola dan latihan koordinasi. Ditutup dengan latihan finishing melalui bola-bola lambung, yang hanya dengan sekali kontrol harus dikonversikan menjadi gol. (bua/avi)
Jumat, 04 Februari 2011
Leo Terancam Absen
MALANG-Jelang big match menghadapi Persipura Jayapura di Stadion Kanjuruhan, Minggu (6/2) lusa, tim Arema terancam mengalami krisis stopper. Bukan soal Pierre Njanka yang telah hengkang dari Arema, namun dua stopper lokal Arema kemungkinan absen.
Leonard Tupamahu, hingga kemarin kondisinya masih belum pulih 100 persen pasca cedera yang dialaminya saat menghadapi Sruwijaya FC beberapa waktu lalu. Satu lagi Irfan Raditya absen latihan karena sakit demam.
Khusus Leo, meski datang latihan, namun center back Arema ini hanya bisa latihan sendiri didampingi dokter tim. Mantan pemain Persija ini mengalami cedera otot pada bagian pangkal paha kaki kanannya, dan masih belum pulih.
“Leo masih belum pulih betul, kita lihat kondisinya sampai Minggu nanti. Peluangnya tampil tetap ada, tapi kecil, dan sepertinya masih berat untuk bisa main lawan Persipura,” ungkap dokter tim Arema, Albert Rudianto, kemarin pagi.
Usai latihan sendiri di pinggir lapangan, Leo pun melanjutkan proses terapi dengan pemijatan di dalam bus Arema. Stoper yang cukup sukses ‘menggantikan’ posisi Njanka untuk berduet dengan Purwaka ini mengaku pahanya terasa sakit.
“Ya, kalau digunakan untuk menendang bola, masih terasa sakit, tapi kalau hanya untuk jalan tidak terasa,” ungkap Leo disela-sela menyaksikan rekan-rekannya mendapat menu latihan finishing dari headcoach Miroslav Janu.
Lain Leo, lain lagi dengan Irfan Raditya yang sudah dua hari terakhir ini tak ikut latihan. “Irfan sakit demam, setelah sempat latihan hujan-hujan di Stadion Kanjuruhan,” sebut dr. Albert perihal kondisi stopper asal Medan itu.
Tanpa Leo dan Irfan, pilihan Miro kini hanya ada pada Purwaka dan Waluyo untuk duet stopper Arema. Sedangkan untuk cadangannya, Miro kemungkinan harus melakukan rotasi posisi pemain di lini belakang.
Misalkan dalam kondisi mendesak dan terpaksa, Esteban Gullien atau Juan Revi bisa dipaksa untuk posisi center back. Sedangkan untuk bek sayap, meski ditinggal Alfarisi ke Timnas U23, Arema masih memiliki stok yang cukup. Ada Zulkifli, Benny Wahyudi, Hermawan, Wahyu Gunawan atau Juan Revi yang sempat dicoba untuk posisi bek sayap. Secara umum, persoalan yang dihadapi Arema jelang lawan Persipura adalah menemukan stopper cadangan.
Sementara itu untuk stopper asal Slovakia, Roman Golian yang sejak Senin lalu gabung latihan Arema, Miro memastikan statusnya masih seleksi. Rekan senegara Chmelo Roman ini baru bisa tampil untuk Arema pada putaran kedua nanti. (bua/jon)
Leonard Tupamahu, hingga kemarin kondisinya masih belum pulih 100 persen pasca cedera yang dialaminya saat menghadapi Sruwijaya FC beberapa waktu lalu. Satu lagi Irfan Raditya absen latihan karena sakit demam.
Khusus Leo, meski datang latihan, namun center back Arema ini hanya bisa latihan sendiri didampingi dokter tim. Mantan pemain Persija ini mengalami cedera otot pada bagian pangkal paha kaki kanannya, dan masih belum pulih.
“Leo masih belum pulih betul, kita lihat kondisinya sampai Minggu nanti. Peluangnya tampil tetap ada, tapi kecil, dan sepertinya masih berat untuk bisa main lawan Persipura,” ungkap dokter tim Arema, Albert Rudianto, kemarin pagi.
Usai latihan sendiri di pinggir lapangan, Leo pun melanjutkan proses terapi dengan pemijatan di dalam bus Arema. Stoper yang cukup sukses ‘menggantikan’ posisi Njanka untuk berduet dengan Purwaka ini mengaku pahanya terasa sakit.
“Ya, kalau digunakan untuk menendang bola, masih terasa sakit, tapi kalau hanya untuk jalan tidak terasa,” ungkap Leo disela-sela menyaksikan rekan-rekannya mendapat menu latihan finishing dari headcoach Miroslav Janu.
Lain Leo, lain lagi dengan Irfan Raditya yang sudah dua hari terakhir ini tak ikut latihan. “Irfan sakit demam, setelah sempat latihan hujan-hujan di Stadion Kanjuruhan,” sebut dr. Albert perihal kondisi stopper asal Medan itu.
Tanpa Leo dan Irfan, pilihan Miro kini hanya ada pada Purwaka dan Waluyo untuk duet stopper Arema. Sedangkan untuk cadangannya, Miro kemungkinan harus melakukan rotasi posisi pemain di lini belakang.
Misalkan dalam kondisi mendesak dan terpaksa, Esteban Gullien atau Juan Revi bisa dipaksa untuk posisi center back. Sedangkan untuk bek sayap, meski ditinggal Alfarisi ke Timnas U23, Arema masih memiliki stok yang cukup. Ada Zulkifli, Benny Wahyudi, Hermawan, Wahyu Gunawan atau Juan Revi yang sempat dicoba untuk posisi bek sayap. Secara umum, persoalan yang dihadapi Arema jelang lawan Persipura adalah menemukan stopper cadangan.
Sementara itu untuk stopper asal Slovakia, Roman Golian yang sejak Senin lalu gabung latihan Arema, Miro memastikan statusnya masih seleksi. Rekan senegara Chmelo Roman ini baru bisa tampil untuk Arema pada putaran kedua nanti. (bua/jon)
Tegakkan Disiplin
MALANG-Ada pemandangan menarik usai latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin pagi. Tepatnya setelah tim pelatih memberikan briefing, pemain Arema tak langsung membubarkan diri seperti waktu latihan sebelumnya.
Pemain Arema dipimpin kapten tim, Noh ‘Along’ Alam Shah duduk santai di tengah lapangan membentuk lingkaran. Mereka rupanya menggelar koordinasi singkat setelah latihan di lapangan kompleks pangkalan TNI AU itu.
Sekitar lima menit, pemain-pemain ini terlibat pembicaraan serius diantara mereka. Pembicaraan tersebut dilakukan tanpa tim pelatih maupun tanpa perwakilan dari manajemen tim Arema.
Pasalnya sebelum dilakukan pembahasan dalam koordinasi tersebut, pemain sengaja untuk meminta tim pelatih untuk menepi lebih dulu. Menandakan, pemain tengah membahas urusan mereka sendiri.
“Saya tidak tahu mereka membahas apa, karena tim pelatih disuruh keluar dulu, tapi sepertinya tidak ada hal yang merisaukan,” ungkap Asisten Pelatih Arema, Joko Susilo sesaat sebelum meninggalkan lapangan.
Baru setelah koordinasi, perwakilan pemain menemui Headcoach Miroslav Janu yang sudah menunggu di pinggir lapangan. Perwakilan pemain ini meliputi Along, Zulkifli dan Esteban Gullien menyampaikan hasil pembicaraan itu.
“Tidak ada apa-apa,” terang Along usai menemui Miro dan langsung naik ke atas bus. Sedangkan menurut Zulkifli, yang biasanya juga sebagai kapten tim jika Along tidak main ini, menyatakan pembicaraan soal kedisiplinan pemain.
Bek kanan Arema ini mengaku, dari pertemuan singkat tersebut, pemain sepakat untuk kembali menegakkan kedisiplinan dalam tim. Khususnya menyangkut adanya aturan denda jika ada pemain yang tidak disiplin.
“Ya, tadi kita membicarakan soal kedisiplinan pemain, khususnya untuk kembali memberlakukan denda bagi yang tidak disiplin, karena kemarin sempat terhenti saat gaji tidak lancar,” sebut Zulkifli kemarin pagi.
“Tapi kita tidak menekankan pada persoalan dendanya, tapi soal kedisiplinannya, karena untuk kebaikan tim Arema sendiri. Kita sudah sampaikan kepada pelatih untuk menerapkan lagi soal adanya denda ini,” sambung pemain asal Makassar ini.
Zulkifli tak merinci alasan kembali diberlakukannya aturan denda untuk pemain yang tak disiplin ini. Ada kemungkinan, diantara pemain Arema sendiri mulai ada yang tidak disiplin sehingga perlu kembali digalakkan adanya sanksi denda.
Sekadar diketahui, sebelum sanksi denda bagi yang tidak disiplin terhenti, pemain Arema memiliki kas yang cukup besar. Kas tersebut didapat dari pemain yang bayar denda, dan biasanya disalurkan ke panti asuhan atau untuk keperluan bersama di luar tim.
Untuk sanksi denda yang menjadi kesepakatan antar pemain Arema ini besarnya cukup bervariatif. Seperti terlambat datang untuk makan bersama, dendanya sekitar Rp 50 ribu. Sama juga untuk denda pemain dengan T-shirt yang tak seragam.
Jika dihitung-hitung, total hasil denda pemain yang tak disiplin, termasuk denda pemain yang tak datang latihan tanpa alasan jelas, musim lalu mencapi sekitar Rp 20 juta. Seperti yang disebutkan Zulkifli, sanksi ini bukan persoalan denda, namun untuk kedisiplinan dan kekompakan tim. (bua/jon)
Pemain Arema dipimpin kapten tim, Noh ‘Along’ Alam Shah duduk santai di tengah lapangan membentuk lingkaran. Mereka rupanya menggelar koordinasi singkat setelah latihan di lapangan kompleks pangkalan TNI AU itu.
Sekitar lima menit, pemain-pemain ini terlibat pembicaraan serius diantara mereka. Pembicaraan tersebut dilakukan tanpa tim pelatih maupun tanpa perwakilan dari manajemen tim Arema.
Pasalnya sebelum dilakukan pembahasan dalam koordinasi tersebut, pemain sengaja untuk meminta tim pelatih untuk menepi lebih dulu. Menandakan, pemain tengah membahas urusan mereka sendiri.
“Saya tidak tahu mereka membahas apa, karena tim pelatih disuruh keluar dulu, tapi sepertinya tidak ada hal yang merisaukan,” ungkap Asisten Pelatih Arema, Joko Susilo sesaat sebelum meninggalkan lapangan.
Baru setelah koordinasi, perwakilan pemain menemui Headcoach Miroslav Janu yang sudah menunggu di pinggir lapangan. Perwakilan pemain ini meliputi Along, Zulkifli dan Esteban Gullien menyampaikan hasil pembicaraan itu.
“Tidak ada apa-apa,” terang Along usai menemui Miro dan langsung naik ke atas bus. Sedangkan menurut Zulkifli, yang biasanya juga sebagai kapten tim jika Along tidak main ini, menyatakan pembicaraan soal kedisiplinan pemain.
Bek kanan Arema ini mengaku, dari pertemuan singkat tersebut, pemain sepakat untuk kembali menegakkan kedisiplinan dalam tim. Khususnya menyangkut adanya aturan denda jika ada pemain yang tidak disiplin.
“Ya, tadi kita membicarakan soal kedisiplinan pemain, khususnya untuk kembali memberlakukan denda bagi yang tidak disiplin, karena kemarin sempat terhenti saat gaji tidak lancar,” sebut Zulkifli kemarin pagi.
“Tapi kita tidak menekankan pada persoalan dendanya, tapi soal kedisiplinannya, karena untuk kebaikan tim Arema sendiri. Kita sudah sampaikan kepada pelatih untuk menerapkan lagi soal adanya denda ini,” sambung pemain asal Makassar ini.
Zulkifli tak merinci alasan kembali diberlakukannya aturan denda untuk pemain yang tak disiplin ini. Ada kemungkinan, diantara pemain Arema sendiri mulai ada yang tidak disiplin sehingga perlu kembali digalakkan adanya sanksi denda.
Sekadar diketahui, sebelum sanksi denda bagi yang tidak disiplin terhenti, pemain Arema memiliki kas yang cukup besar. Kas tersebut didapat dari pemain yang bayar denda, dan biasanya disalurkan ke panti asuhan atau untuk keperluan bersama di luar tim.
Untuk sanksi denda yang menjadi kesepakatan antar pemain Arema ini besarnya cukup bervariatif. Seperti terlambat datang untuk makan bersama, dendanya sekitar Rp 50 ribu. Sama juga untuk denda pemain dengan T-shirt yang tak seragam.
Jika dihitung-hitung, total hasil denda pemain yang tak disiplin, termasuk denda pemain yang tak datang latihan tanpa alasan jelas, musim lalu mencapi sekitar Rp 20 juta. Seperti yang disebutkan Zulkifli, sanksi ini bukan persoalan denda, namun untuk kedisiplinan dan kekompakan tim. (bua/jon)
Gawat, AK Sakit
MALANG-Saat tim Arema tengah melakukan persiapan intensif untuk menjamu Persipura, Ahmad Kurniawan absen latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin pagi. Padahal kiper Arema ini digadang-gadang masuk starting line up saat lawan Persipura nanti.
Kiper yang akrab disapa AK ini berpeluang untuk menggantikan posisi adiknya, Kurnia Meiga, yang tengah gabung pemusatan latihan Timnas U-23. Namun AK justru tak datang latihan dan kemarin pagi tak ada yang mengetahui keberadaannya.
Khususnya usai latihan, baik tim pelatih maupun dokter tim Arema tidak mengetahui alasan absennya AK. Maklum, mantan kiper Semen Padang ini tak datang latihan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
“Untuk saat ini kita belum mengetahui kenapa AK tidak ikut latihan, karena tadi coba kita telpon tidak bisa. Nanti setelah latihan, kita akan lihat ke rumahnya, sesuai intsruksi dari headcoach,” ungkap pelatih kiper Arema, Dwi Sasmianto.
“Jadi sampai saat kita belum tahu kenapa, dan belum ada kabar. Biasanya kalau tidak datang latihan, dia kirim SMS (short massage service),” sambung pria yang akrab disapa Kirun ini sesaat setelah latihan Arema, kemarin pagi.
Usut punya usut, AK yang sebelumnya juga tak memberi kabar pada dokter tim Arema ternyata terbaring sakit di rumah kontrakannya di daerah Griya Santa. Kepastian AK sakit ini setelah Kirun mendatangi rumahnya, kemarin siang.
“AK ternyata sakit demam, tadi kita sudah mendatangi rumahnya di Griya Santa, dia mengaku tadi pagi tidak bisa bangun,” terang Kirun.
“Tadi sudah saya datangi bersama dokter dan dia sudah disuntik,” lanjutnya.
Menyusul kondisi AK yang tidak fit ini, maka peluang kiper Arema saat lawan Persipura ada pada Aji Saka dan kiper baru, Syaifuddin. Keputusan kiper Arema akan ditentukan sesaat sebelum menghadapi Persipura, Minggu lusa. (bua/jon)
Kiper yang akrab disapa AK ini berpeluang untuk menggantikan posisi adiknya, Kurnia Meiga, yang tengah gabung pemusatan latihan Timnas U-23. Namun AK justru tak datang latihan dan kemarin pagi tak ada yang mengetahui keberadaannya.
Khususnya usai latihan, baik tim pelatih maupun dokter tim Arema tidak mengetahui alasan absennya AK. Maklum, mantan kiper Semen Padang ini tak datang latihan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
“Untuk saat ini kita belum mengetahui kenapa AK tidak ikut latihan, karena tadi coba kita telpon tidak bisa. Nanti setelah latihan, kita akan lihat ke rumahnya, sesuai intsruksi dari headcoach,” ungkap pelatih kiper Arema, Dwi Sasmianto.
“Jadi sampai saat kita belum tahu kenapa, dan belum ada kabar. Biasanya kalau tidak datang latihan, dia kirim SMS (short massage service),” sambung pria yang akrab disapa Kirun ini sesaat setelah latihan Arema, kemarin pagi.
Usut punya usut, AK yang sebelumnya juga tak memberi kabar pada dokter tim Arema ternyata terbaring sakit di rumah kontrakannya di daerah Griya Santa. Kepastian AK sakit ini setelah Kirun mendatangi rumahnya, kemarin siang.
“AK ternyata sakit demam, tadi kita sudah mendatangi rumahnya di Griya Santa, dia mengaku tadi pagi tidak bisa bangun,” terang Kirun.
“Tadi sudah saya datangi bersama dokter dan dia sudah disuntik,” lanjutnya.
Menyusul kondisi AK yang tidak fit ini, maka peluang kiper Arema saat lawan Persipura ada pada Aji Saka dan kiper baru, Syaifuddin. Keputusan kiper Arema akan ditentukan sesaat sebelum menghadapi Persipura, Minggu lusa. (bua/jon)
Kamis, 03 Februari 2011
Hujan Batal Latihan
MALANG-Hujan deras yang mengguyur wilayah Malang dan sekitarnya sejak siang hingga kemarin sore membuat Arema membatalkan latihan. Padahal sesuai rencana latihan digelar di lapangan Abdurrahman Saleh, mulai pukul 15.30 WIB.
Namun hingga waktu yang telah ditentukan tersebut, Ahmad Bustomi dkk tak kunjung datang. Rupanya tim pelatih Arema telah membatalkan keberangkatkan latihan, menyusul hujan tak kunjung reda.
“Tadi kita yang di mess sebenarnya sudah siap untuk berangkat, ternyata head coach membatalkan latihan, dan saya harus beritahu anak-anak,” ungkap asisten pelatih Arema, Dwi Sasmianto perihal pembatalan latihan ini.
Headcoach Arema, Miroslav Janu saat dikonfirmasi membenarkan, jadwal latihan timnya kemarin sore memang dibatalkan. Mengingat hujan deras, yang membuat program latihan Arema jadi tak maksimal.
Seperti sehari sebelumnya saat Arema latihan di Stadion Kanjuruhan, Senin (31/1) sore, juga tak maksimal karena hujan. Untuk itu, Miro memilih membatalkan latihan, sekaligus untuk menjaga kondisi pemainnya.
“Ya, sore ini tidak jadi latihan karena hujan deras, kondisi banjir, kita tidak bisa latihan, jadi tidak berangkat latihan,” ungkap pelatih asal Republik Ceko ini yang pagi harinya sudah menggelar latihan di Family Club Araya.
Namun pada latihan Selasa (2/2) pagi kemarin, pemain Arema hanya berlatih di fitness center. Usai pemanasan, pemain langsung masuk ke fitness center dengan menu latihan delapan alat berbeda, masing-masing dilakukan tiga set.
Sementara itu, untuk latihan pagi ini, Miro mengaku akan membawa pemainnya ke lapangan Abdurrahman Saleh, setelah sehari kemarin Zulkifli dkk tak menyentuh bola. Latihan ini dipersiapkan Arema untuk menghadapi Persipura Jayapura di Stadion Kanjuruhan, Minggu (6/2) depan.(bua)
Namun hingga waktu yang telah ditentukan tersebut, Ahmad Bustomi dkk tak kunjung datang. Rupanya tim pelatih Arema telah membatalkan keberangkatkan latihan, menyusul hujan tak kunjung reda.
“Tadi kita yang di mess sebenarnya sudah siap untuk berangkat, ternyata head coach membatalkan latihan, dan saya harus beritahu anak-anak,” ungkap asisten pelatih Arema, Dwi Sasmianto perihal pembatalan latihan ini.
Headcoach Arema, Miroslav Janu saat dikonfirmasi membenarkan, jadwal latihan timnya kemarin sore memang dibatalkan. Mengingat hujan deras, yang membuat program latihan Arema jadi tak maksimal.
Seperti sehari sebelumnya saat Arema latihan di Stadion Kanjuruhan, Senin (31/1) sore, juga tak maksimal karena hujan. Untuk itu, Miro memilih membatalkan latihan, sekaligus untuk menjaga kondisi pemainnya.
“Ya, sore ini tidak jadi latihan karena hujan deras, kondisi banjir, kita tidak bisa latihan, jadi tidak berangkat latihan,” ungkap pelatih asal Republik Ceko ini yang pagi harinya sudah menggelar latihan di Family Club Araya.
Namun pada latihan Selasa (2/2) pagi kemarin, pemain Arema hanya berlatih di fitness center. Usai pemanasan, pemain langsung masuk ke fitness center dengan menu latihan delapan alat berbeda, masing-masing dilakukan tiga set.
Sementara itu, untuk latihan pagi ini, Miro mengaku akan membawa pemainnya ke lapangan Abdurrahman Saleh, setelah sehari kemarin Zulkifli dkk tak menyentuh bola. Latihan ini dipersiapkan Arema untuk menghadapi Persipura Jayapura di Stadion Kanjuruhan, Minggu (6/2) depan.(bua)
Minta Meiga
Arema Daftarkan Syaifudin ke LCA
MALANG - Meski gagal meminjam Kurnia Meiga Hermansyah untuk pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2010/2011, tim Arema bersikukuh untuk meminta kiper Timnas U-23 itu tampil di ajang Liga Champions Asia.
Manajemen Arema pun telah melayangkan surat peminjaman pemain Timnas kepada Badan Tim Nasional (BTN) PSSI. Harapan Arema, PSSI mempertimbangkan level kompetisi LCA yang diikuti Arema membawa nama baik Indonesia. ‘’Kita sudah berkirim surat pada BTN, dengan tembusannya kepada BLI (Badan Liga Indonesia),’’ ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji perihal keinginan Arema untuk tetap memaksimalkan tenaga Meiga di LCA.
Kiper Arema yang kini tengah mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas U-23 untuk persiapan Pra Olimpiade dan Sea Games ini dianggap menjadi pemain kunci sehingga sangat diharapkan bisa tampil bersama Arema di LCA.
Pelatih Arema, Miroslav Janu pun berharap Meiga mendapat pengalaman tampil di level Asia. Itu menjadi ajang pembuktian kiper asal Jakarta ini menjadi pemain terbaik Indonesia pada musim kompetisi Indonesia Super League 2009/2010 lalu.
Untuk itu, manajemen Arema kabarnya meminta bantuan BLI atau PT Liga Indonesia untuk meminjam Meiga dari BTN. Bahkan pengajuan surat peminjmana Meiga pada BTN itu atas rekomendasi CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono.
Pertimbangan BLI ‘membantu’ Arema untuk meminjam Meiga karena penampilan tim berjuluk Singo Edan ini di ajang LCA nanti juga akan membawa nama Indonesia, khususnya menyangkut kualitas Liga Indonesia.
Sementara itu, untuk mengantisipasi BTN tak memenuhi keinginan Arema meminjam Meiga, manajemen tim berlogo kepala Singa ini sudah mendaftarkan tambahan satu kiper baru, Saifuddin ke LCA.
‘’Iya, Syaifudin sudah kita daftarkan ke BLI untuk pengesahan dan sekaligus dia kita daftarkan untuk LCA,’’ terang Darmaji perihal status mantan kiper Persibo Bojonegoro itu yang didaftarkan ke LCA pada hari terakhir, Selasa (1/2) kemarin.
Dengan begitu, Syaifuddin menjadi pemain terakhir atau pemain ke 28 yang didaftarkan Arema untuk LCA. Meski proses penandatangan kontrak kiper senior ini baru dilakukan kemarin pagi, disela-sela latihan Arema di Araya.
Syaifuddin membubuhkan tandatangan kontrak di hadapan Legal, HRD dan General Affair PT Arema Indonesia, Buyung Adi Sasono, SH, M. Hum. Selain Syaifudin, mantan gelandang PSM Makassar, Hendra Ridwan juga baru teken kontrak kemarin pagi.
Dua pemain yang memilih keluar dari klubnya masing-masing karena tak mau ikut Liga Primer Indonesia sama-sama didaftarkan ke LCA. Semua persyaratan adminitrasi untuk kedua pemain ini akan dilengkapi sambil berjalan.
Khususnya Syaifudin yang baru datang Senin (31/1) kemarin dan langsung disodori kontrak, berkasnya akan menyusul. Kini Arema memiliki empat kiper yang semuanya memiliki peluang untuk tampil di LCA.
‘’Ya, kalau misalkan Meiga ternyata tidak bisa dipinjam, kita akan maksimalkan kiper lainnya yang ada saat ini,’’ sebut pelatih kiper Dwi Sasmianto perihal peluang Meiga untuk kembali mendapatkan dispensasi dari BTN untuk gabung Arema. (bua/avi)
MALANG - Meski gagal meminjam Kurnia Meiga Hermansyah untuk pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2010/2011, tim Arema bersikukuh untuk meminta kiper Timnas U-23 itu tampil di ajang Liga Champions Asia.
Manajemen Arema pun telah melayangkan surat peminjaman pemain Timnas kepada Badan Tim Nasional (BTN) PSSI. Harapan Arema, PSSI mempertimbangkan level kompetisi LCA yang diikuti Arema membawa nama baik Indonesia. ‘’Kita sudah berkirim surat pada BTN, dengan tembusannya kepada BLI (Badan Liga Indonesia),’’ ungkap manajer media officer Arema, Sudarmaji perihal keinginan Arema untuk tetap memaksimalkan tenaga Meiga di LCA.
Kiper Arema yang kini tengah mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas U-23 untuk persiapan Pra Olimpiade dan Sea Games ini dianggap menjadi pemain kunci sehingga sangat diharapkan bisa tampil bersama Arema di LCA.
Pelatih Arema, Miroslav Janu pun berharap Meiga mendapat pengalaman tampil di level Asia. Itu menjadi ajang pembuktian kiper asal Jakarta ini menjadi pemain terbaik Indonesia pada musim kompetisi Indonesia Super League 2009/2010 lalu.
Untuk itu, manajemen Arema kabarnya meminta bantuan BLI atau PT Liga Indonesia untuk meminjam Meiga dari BTN. Bahkan pengajuan surat peminjmana Meiga pada BTN itu atas rekomendasi CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono.
Pertimbangan BLI ‘membantu’ Arema untuk meminjam Meiga karena penampilan tim berjuluk Singo Edan ini di ajang LCA nanti juga akan membawa nama Indonesia, khususnya menyangkut kualitas Liga Indonesia.
Sementara itu, untuk mengantisipasi BTN tak memenuhi keinginan Arema meminjam Meiga, manajemen tim berlogo kepala Singa ini sudah mendaftarkan tambahan satu kiper baru, Saifuddin ke LCA.
‘’Iya, Syaifudin sudah kita daftarkan ke BLI untuk pengesahan dan sekaligus dia kita daftarkan untuk LCA,’’ terang Darmaji perihal status mantan kiper Persibo Bojonegoro itu yang didaftarkan ke LCA pada hari terakhir, Selasa (1/2) kemarin.
Dengan begitu, Syaifuddin menjadi pemain terakhir atau pemain ke 28 yang didaftarkan Arema untuk LCA. Meski proses penandatangan kontrak kiper senior ini baru dilakukan kemarin pagi, disela-sela latihan Arema di Araya.
Syaifuddin membubuhkan tandatangan kontrak di hadapan Legal, HRD dan General Affair PT Arema Indonesia, Buyung Adi Sasono, SH, M. Hum. Selain Syaifudin, mantan gelandang PSM Makassar, Hendra Ridwan juga baru teken kontrak kemarin pagi.
Dua pemain yang memilih keluar dari klubnya masing-masing karena tak mau ikut Liga Primer Indonesia sama-sama didaftarkan ke LCA. Semua persyaratan adminitrasi untuk kedua pemain ini akan dilengkapi sambil berjalan.
Khususnya Syaifudin yang baru datang Senin (31/1) kemarin dan langsung disodori kontrak, berkasnya akan menyusul. Kini Arema memiliki empat kiper yang semuanya memiliki peluang untuk tampil di LCA.
‘’Ya, kalau misalkan Meiga ternyata tidak bisa dipinjam, kita akan maksimalkan kiper lainnya yang ada saat ini,’’ sebut pelatih kiper Dwi Sasmianto perihal peluang Meiga untuk kembali mendapatkan dispensasi dari BTN untuk gabung Arema. (bua/avi)
Adaptasi Malam
MALANG-Demi hasil maksimal Arema saat menjamau Persipura Jayapura di Stadion Kanjuruhan, Minggu (6/2) mendatang, pelatih Arema Miroslav Janu mengagendakan latihan malam hari untuk mengantisipasi pertandingan yang dimulai pukul 19.00 WIB itu. Sesuai dengan jadwal dari PT Liga Indonesia, pertandingan yang akan disiarkan langsung ANTV itu akan digelar malam hari ini. Untuk itu, Miro menyiapkan satu kali latihan di bawah sorot lampu Stadion Kanjuruhan.
“Ya, saya mau ada latihan malam di Stadion Kanjuruhan, tapi tidak perlu tahu kapan saya akan latihan malam,” ungkap Miro perihal jadwal latihan malam untuk pasukannya yang selama ini lebih sering latihan pagi dan sore.
Terakhir Arema bermain malam saat menjamu Semen Padang, 31 Oktober lalu. Sehingga mau tidak mau, Ahmad Bustomi dkk dirasa perlu untuk kembali beradaptasi dengan susasana Stadion Kanjuruhan saat malam hari.
Tak hanya melakukan antisipasi kondisi lampu, Arema juga menggeser jadwal pertandingan Arema U-21 yang menghadapi Persijap U-21 yang harusnya Minggu (6/2) sore digelar Senin (7/2) sore karena tak ingin kondisi lapangan rusak.
Sementara itu untuk jadwal latihan Arema yang lain, tetap digelar di lapangan Abdurrahman Saleh, seperti pagi ini. Meski Miro sebenarnya berharap bisa menggelar latihan timnya di Stadion Gajayana.
Sesuai jadwal atau jatah penggunaan Stadion Gajayana selama ini, Arema harusnya bisa berlatih Rabu (2/2) hari ini. Namun karena pertimbangan perawatan lapangan, Arema dijatah latihan di Gajayana, Sabtu (5/2) sore.
Spekulasi yang muncul bahwa Arema dipersulit untuk bisa berlatih di Stadion Gajayana pun dibantah kepala UPTD GOR Gajayana, Slamet Utomo. Menurutnya, selama ini tak ada yang mempersulit Arema untuk berlatih di Gajayana.
“Tidak ada yang mempersulit Arema untuk latihan di Gajayana, karena selama ini tetap diberi jarah Rabu dan Jumat, tapi disaat-saat tertentu lapangan juga perlu perawatan karena disoroti kondisi saat pertandingan di gawang gundul,” ungkap Slamet.
“Sehingga sudah saya sarankan ke Persema, kalau hujan sebaiknya tidak latihan di lapangan dan rupanya keluhan saya masih didengar, buktinya mulai kemarin sampai hari ini (kemarin) pagi maupun sore Persema tidak latihan,” sambungnya.
Pekerja di Stadion Gajayana pun terus melakukan penambalan di bagian rumput yang rusak atau hilang. Slamet pun memastikan, Arema akan berlatih di Stadion Gajayana pada hari Sabtu Sore.
Meski sebelumnya, Arema nyaris tak bisa latihan pada hari tersebut, karena ada rencana gawang akan diperbaiki untuk persiapan pertandingan Arema U-21 yang rencananya akan digeser ke stadion Gajayana.
Namun dengan keputusan Badan Liga Indonesia menggelar laga Arema U-21 di Stadion Kanjuruhan, Senin sore, pengelola Stadion Gajayana akhirnya memutuskan Arema bisa berlatih di Stadion Gajayana.
Kedepan, manajemen Arema akan kembali mengirim surat terkait kepastian jadwal latihan di Stadion Gajayana. Setidaknya untuk satu musim ini, lantaran untuk musim depan, Gajayana kabarnya akan dikontrak Liga Primer Indonesia, dan tak bisa lagi digunakan untuk Arema. (bua/jon)
“Ya, saya mau ada latihan malam di Stadion Kanjuruhan, tapi tidak perlu tahu kapan saya akan latihan malam,” ungkap Miro perihal jadwal latihan malam untuk pasukannya yang selama ini lebih sering latihan pagi dan sore.
Terakhir Arema bermain malam saat menjamu Semen Padang, 31 Oktober lalu. Sehingga mau tidak mau, Ahmad Bustomi dkk dirasa perlu untuk kembali beradaptasi dengan susasana Stadion Kanjuruhan saat malam hari.
Tak hanya melakukan antisipasi kondisi lampu, Arema juga menggeser jadwal pertandingan Arema U-21 yang menghadapi Persijap U-21 yang harusnya Minggu (6/2) sore digelar Senin (7/2) sore karena tak ingin kondisi lapangan rusak.
Sementara itu untuk jadwal latihan Arema yang lain, tetap digelar di lapangan Abdurrahman Saleh, seperti pagi ini. Meski Miro sebenarnya berharap bisa menggelar latihan timnya di Stadion Gajayana.
Sesuai jadwal atau jatah penggunaan Stadion Gajayana selama ini, Arema harusnya bisa berlatih Rabu (2/2) hari ini. Namun karena pertimbangan perawatan lapangan, Arema dijatah latihan di Gajayana, Sabtu (5/2) sore.
Spekulasi yang muncul bahwa Arema dipersulit untuk bisa berlatih di Stadion Gajayana pun dibantah kepala UPTD GOR Gajayana, Slamet Utomo. Menurutnya, selama ini tak ada yang mempersulit Arema untuk berlatih di Gajayana.
“Tidak ada yang mempersulit Arema untuk latihan di Gajayana, karena selama ini tetap diberi jarah Rabu dan Jumat, tapi disaat-saat tertentu lapangan juga perlu perawatan karena disoroti kondisi saat pertandingan di gawang gundul,” ungkap Slamet.
“Sehingga sudah saya sarankan ke Persema, kalau hujan sebaiknya tidak latihan di lapangan dan rupanya keluhan saya masih didengar, buktinya mulai kemarin sampai hari ini (kemarin) pagi maupun sore Persema tidak latihan,” sambungnya.
Pekerja di Stadion Gajayana pun terus melakukan penambalan di bagian rumput yang rusak atau hilang. Slamet pun memastikan, Arema akan berlatih di Stadion Gajayana pada hari Sabtu Sore.
Meski sebelumnya, Arema nyaris tak bisa latihan pada hari tersebut, karena ada rencana gawang akan diperbaiki untuk persiapan pertandingan Arema U-21 yang rencananya akan digeser ke stadion Gajayana.
Namun dengan keputusan Badan Liga Indonesia menggelar laga Arema U-21 di Stadion Kanjuruhan, Senin sore, pengelola Stadion Gajayana akhirnya memutuskan Arema bisa berlatih di Stadion Gajayana.
Kedepan, manajemen Arema akan kembali mengirim surat terkait kepastian jadwal latihan di Stadion Gajayana. Setidaknya untuk satu musim ini, lantaran untuk musim depan, Gajayana kabarnya akan dikontrak Liga Primer Indonesia, dan tak bisa lagi digunakan untuk Arema. (bua/jon)
Langganan:
Postingan (Atom)