MALANG - Tantangan terbuka disampaikan Ketua Yayasan Arema, Muhammad Nur kepada investor yang ingin menanamkan modalnya di Arema. Khususnya jika investor itu ingin masuk ke Arema dengan syarat M. Nur harus keluar, maka mantan Sekkota Malang ini mengaku siap mundur.
M. Nur meyakinkan tidak ada syarat lain, kecuali investor tersebut menyelesaikan semua utang-utang Arema, diantaranya utang gaji, utang pada Bank Saudara, utang pada hotel dan utang-utang yang lain. Menurutnya, jika semua utang itu bisa dibayar, maka M. Nur siap mundur.
Kebetulan salah satu investor yang disebut-sebut berminat untuk mengambil alih pengelolaan Arema itu dari Bakrie Grup. Seperti yang disampaikan Nirwan Bakrie beberapa waktu lalu, pihaknya siap mengucurkan dana untuk Arema dengan syarat adanya perubahan manajemen Arema.
Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda Bakrie bakal serius untuk masuk dan mengambil alih pengelolaan Arema. Bahkan melalui Andi Darussalam Tabusala sebagai salah satu orang kepercayaan Bakrie Grup, perusahaan yang peduli pada sepakbola ini merespon dingin ‘tantangan’ M. Nur.
‘’Senin, kita baru bicara,’’ singkat Andi Darussalam saat dikonfirmasi Malang Post perihal rencana masuknya Bakrie. Diperkirakan Bakrie masih menunggu keseriusan pengurus Arema untuk melakukan pembenahan, khususnya setelah Rendra Kresna dan Iwan Kurniawan diangkat sebagai Pembina Yayasan.
Terlepas Bakrie belum memberikan sikap tegas untuk masuk dan mengelola Arema, menurut manajemen Arema, para investor menyambut baik pertemuan antara pemain dan pengurus Yayasan, Kamis (2/5) kemarin. Sekalipun dalam pertemuan itu sebenarnya belum memecahkan masalah Arema.
‘’Ya, investor menyambut baik pertemuan antara pemain dan pengurus Yayasan, dan berharap secepatnya pekan depan serius melakukan perubahan yayasan, serta pengisian kekosongan posisi di Yayasan, jangka pendek terpenting menyelamatkan Arema,’’ terang manajer media officer Arema, Sudarmaji.
‘’Terutama sebelum kompetisi berakhir, baru berikutnya menginjak persoalan audit dan penataan roda organisasi. Bila struktur Yayasn dan Direksi (PT Arema Indonesia) bisa segera terisi dan dilegalkan, keinginan untuk mengurangi beban hutang Arema sekitar Rp 10 miliar akan mendapatkan solusi,’’ lanjutnya.
Sementara itu, pelatih Arema, Miroslav Janu berharap dan cukup yakin, Bakrie bakal masuk untuk menyelamatkan tim Arema. Meski juga belum ada garansi, lantaran M. Nur memberi syarat cukup berat yaitu harus menanggung semua hutang Arema musim ini yang total mencapai sekitar Rp 10 miliar.
‘’Saya rasa Bakrie akan masuk, lihat nanti. Tapi ada Pak Nur atau tidak ada Pak Nur, kita harus mendapat hak kita. Kalau perlu pengurus ambil utang ke bank untuk bayar gaji kita. Sekarang tinggal dua minggu lagi, waktu cepat sekali,’’ ungkap Miro yang akan mengakhiri kompetisi Indonesia Super League, per 19 Juni nanti.
‘’Saya tidak percaya Pak Nur akan kembali menemui kita, sekarang dimana dia mau dapat uang. Kalau ada Pak Nur, siapa yang akan memberi utang, tapi kalau bosnya Pak Rendra, dia bisa garansi untuk cari hutang. Tidak mungkin Pak Nur akan cari utang untuk gaji. Bisa seperi musim lalu, tidak mau bayar lagi,’’ sambung pelatih asal Republik Ceko ini kemarin sore. (bua)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar