Kamis, 02 Desember 2010

LPI Mulai menyerah

MALANG - Menyadari tim Arema dengan tegas menolak gabung kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), manajemen PT LPI tampaknya harus memutar otak untuk mendapatkan cara agar Singo Edan meninggalkan Indonesia Super League (ISL).
Salah satu cara dan bisa jadi itu adalah jurus pamungkas LPI adalah dengan menunjukkan bukti adanya kerjasama atau bukti keikutsertaan Arema di LPI yang kabarnya ditandatangani oleh Pjs Direktur Utama PT Arema Indonesia, M. Nur.
Jika mengacu pada keterangan Penasehat LPI, Dityo Pramono saat melakukan sosialisasi di Malang, satu-satunya kunci untuk membuka atau membuktikan klaim LPI bahwa Arema sudah gabung LPI itu adalah dengan menunjukkan perjanjian tersebut.
Pasca sosialiasi sekaligus dialog Aremania, Kamis (25/11) lalu itu, Dityo berjanji akan membuka seluas-luasnya terkait perjanjian itu. Meski menurutnya, yang berhak menyampaikan isi perjanjian itu adalah Wijayanto, Direktur Utama PT LPI.
Rencana LPI menujukkan bukti perjanjian LPI-Arema, seperti yang diinginkan Aremania itu setelah M. Nur tak bisa dikonfirmasi. Padahal menurut Dityo, Dirut yang kabarnya sudah non aktif itu harusnya berkewajiban mensosialisasikannya.
Namun rupanya, LPI hanya gertak sambal untuk segera membeberkan adanya bukti keikutsertaan Arema di LPI. Terbukti hingga satu minggu usai Dityo menyampaikan janjinya, LPI tak juga menujukkan bukti tersebut.
’’Kita kembalikan ke komitmen semula dari perjanjian itu, bahwa Arema yang akan mensosialisasikannya. Kejar saja bukti perjanjian itu ke Direksi Arema, karena Arema sudah buat komitmen itu,’’ ungkap Dityo kepada Malang Post, kemarin.
’’Sebenarnya ini bukan masalah LPI, tapi ini sudah menjadi kewajiban Arema,’’ sambung Dityo yang memastikan bahwa dalam perjanjian itu, dari kubu Arema adalah M. Nur yang tanda tangan, sedangkan dari LPI adalah Wijayanto.
Menariknya, baik M. Nur maupun pria yang akrab disapa Wija itu sama-sama tak bisa dikonfirmasi. Keduanya tak bisa dihubungi melalui telpon genggam mereka. Baik M. Nur dan Wija memilih tak mengangkat telpon dari Malang Post.
Kabarnya Wija yang adalah perwakilan dari Konsorsium LPI memang selalu pilih-pilih dalam memberikan keterangan pers. Sedangkan M. Nur yang juga Ketua Yayasan Arema ini menurut informasi memang sedang ‘diistirahatkan’.
Padahal, saat deklarasi LPI di Semarang beberapa waktu lalu, ketika giliran Arema dipanggil, justru yang mewakili adalah Wijayanto. Karena saat itu, tak ada perwakilan Arema yang datang.
’’Mengenai Arema di LPI, coba tanya Pak Dityo,’’ demikian ungkap Arya Abiseka, Manajer LPI saat dikonfirmasi perihal perkembangan LPI dan Arema. Boleh jadi, pengurus LPI sudah mulai melupakan Arema untuk tampil di kompetisi yang tak direstui PSSI itu.
Sementara itu manajemen Arema tetap pada komitmennya untuk konsentrasi di ISL. Meski Aremania juga sempat menuntut pertanggungjawaban yayasan Arema perihal tersangkutnya Arema di LPI, serta meminta penjelasan dari manajemen Arema.
’’Tuntutan Aremania itu sudah kita sampaikan pada Yayasan, dan terlepas manajemen Arema, dalam hal ini Pak Nur disebut-sebut menandatangani perjanjian dengan LPI itu, kita sudah berkomitmen untuk tidak ikut LPI dan tetap di ISL,’’ yakin manajer media officer Arema, Sudarmaji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar