Setelah sempat merebak isu soal bakal dipindahkannya venue
pertandingan Persela Lamongan kontra Arema karena minimnya kapasitas
stadion markas Laskar Joko Tingkir (julukan Persela), Panpel Persela
memastikan bentrok lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011-2012
bertitel derby Jatim tersebut akan tetap dilangsungkan di Stadion
Surajaya Lamongan, 11 Juli mendatang.
Sebelumnya, muncul kekhawatiran tingginya animo Aremania yang ingin
mendukung langsung kiprah tim pujaannya di laga pamungkas Singo Edan
musim ini tak sebanding dengan kapasitas Stadion Surajaya yang hanya
bisa menampung 14 ribu penonton. Padahal dengan jarak Malang-Lamongan
yang tidak terlalu jauh, bukan tidak mungkin ribuan Aremania bakal
ngluruk kota di pesisir Pantai Utara tersebut.
Meski tetap akan digelar di Stadion Surajaya, Panpel Persela masih
bersedia membagi kuota penonton untuk pendukung tim tamu. Sayang,
jumlahnya tidak terlalu besar.
‘’Baru saja (kemarin, Red) kami mengikuti rapat koordinasi dengan Panpel
Persela. Aremania diberi kuota 500 hingga 800 orang,’’ terang Ponidi
alias Tembel, salah satu koordinator suporter Aremania yang kebetulan
kemarin mengikuti rapat koordinasi di Lamongan.<br>
Panpel tuan rumah juga sudah merilis harga tiket masuk Stadion Surajaya.
Yaitu mulai yang termurah harga Rp 20 ribu, lalu Rp 50 ribu dan
tertinggi dibanderol Rp 60 ribu.
‘’Besok (hari ini, Red) tiket sudah bisa dipesan. Kita buka stan tiket
di Korwil Stasiun. Nanti juga akan disosialisasikan ke korwil-korwil
lain,’’ lanjut Tembel ketika dihubungi Malang Post sore kemarin.
Kendati demikian, belum ada rencana untuk membuka pendaftaran tur
Lamongan. Menurut Tembel, waktu sudah cukup mepet. Belum lagi masih ada
banyak pertimbangan lain.
‘’Sementara kita tidak buka pendaftaran tur. Hanya buka pendaftaran
tiket pertandingan saja. Maklum, karena keterbatasan waktu,’’ beber
Aremania asal Sumpil itu.
Pertimbangan lain yang dimaksud Tembel adalah faktor keamanan dan
keselamatan Aremania selama di perjalanan berangkat hingga pulang dari
Lamongan nanti.
Pasalnya, di waktu bersamaan, 11 Juli mendatang akan ada tiga klub Jatim
yang menggelar partai home. Meliputi dua kontestan ISL yaitu Persegres
Gresik United dan Deltras Sidoarjo serta Persebaya 1927 yang
berkompetisi di Indonesian Premier League (IPL) 2011-2012.<br>
Secara geografis, letak ketiga kota ini berdekatan. Terlebih, diantara
ketiga kelompok suporter klub tersebut hubungannya kurang harmonis. Ini
dikhawatirkan bisa berdampak negatif buat rombongan Aremania. <br>
‘’Kita masih akan rapatkan lagi kesiapan keberangkatan ke Lamongan.
Karena harus dipikirkan juga jalur yang akan dilewati hingga
faktor-faktor lain berkaitan keselamatan Aremania selama di
perjalanan,’’ pungkas Tembel yang juga bakal mengkoordinasikannya dengan
manajemen Arema. (tom/bua)
Sabtu, 07 Juli 2012
Jumat, 07 Oktober 2011
Dipakai Deltras, Kanjuruhan Lolos Verifikasi
KEPANJEN – Jika Stadion Gajayana Malang, dinyatakan masih banyak kekurangan yang harus dibenahi kalau ingin lolos verifikasi, justru sebaliknya dengan Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Meski tanpa verifikasi, stadion yang rencananya akan menjadi homebase Deltras Sidoarjo ini sudah dinyatakan lolos verifikasi oleh tim khusus dari Asian Football Confederation (AFC).
Kabar bahwa Stadion Kanjuruhan Kepanjen lolos verifikasi itu, kemarin disampaikan oleh Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Abdul Haris. Menurutnya tim AFC batal datang ke Stadion Kanjuruhan, karena menganggap bahwa Stadion Kanjuruhan Kepanjen masih layak.
Padahal kedatangan tim AFC ini sendiri, kemarin sangat dinantikan oleh pengelola stasion dan Aremania yang sudah berkumpul di halaman luar Stadion sejak pagi. Mereka ingin menyampaikan kekecewaannya tentang keputusan PSSI yang menjatuhkan pilihan kepada Arema versi Muhammad Nur.
“Kata mereka, Stadion Kanjuruhan Kepanjen ini, sudah bisa dipertanggungjawabkan sehingga tidak perlu dilakukan verifikasi,” ungkap Abdul Haris kepada Malang Post, kemarin siang.
Menurut dia, informasi bahwa Stadion Kanjuruhan Kepanjen dianggap masih layak oleh tim AFC, setelah konfirmasi kepada Manager Deltras Sidoarjo, Zaini. Lantaran sebelumnya AFC berencana datang ke Stadion Kanjuruhan. Haris mengaku menghubungi Zaini via telepon, karena sebelum rencana datang ke Kepanjen, tim AFC siang kemarin sedang berada di Sidoarjo.
“Saat saya konfirmasi, katanya tim AFC tidak jadi datang ke Stadion Kanjuruhan. Alasannya karena kondisi stadion ini sudah bisa dipertanggungjawabkan. Artinya Deltras Sidoarjo, bisa memakai Stadion Kanjuruhan sebagai homebase dalam pertandingan kompetisi ISL (Indonesia Super League) 2011-2012 nanti,” yakin Haris.
Ditambahkannya, bahwa Deltras Sidoarjo akan menggunakan Stadion Kanjuruhan Kepanjen sebagai homebase, hanya untuk sementara waktu saja selama Stadion Gelora Delta Sidoarjo diperbaiki. “Ya, Deltras, menggunakan Stadion Kanjuruhan ini sebagai homebase sementara sampai Desember nanti,” pungkasnya.(agp/bua)
Kabar bahwa Stadion Kanjuruhan Kepanjen lolos verifikasi itu, kemarin disampaikan oleh Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Abdul Haris. Menurutnya tim AFC batal datang ke Stadion Kanjuruhan, karena menganggap bahwa Stadion Kanjuruhan Kepanjen masih layak.
Padahal kedatangan tim AFC ini sendiri, kemarin sangat dinantikan oleh pengelola stasion dan Aremania yang sudah berkumpul di halaman luar Stadion sejak pagi. Mereka ingin menyampaikan kekecewaannya tentang keputusan PSSI yang menjatuhkan pilihan kepada Arema versi Muhammad Nur.
“Kata mereka, Stadion Kanjuruhan Kepanjen ini, sudah bisa dipertanggungjawabkan sehingga tidak perlu dilakukan verifikasi,” ungkap Abdul Haris kepada Malang Post, kemarin siang.
Menurut dia, informasi bahwa Stadion Kanjuruhan Kepanjen dianggap masih layak oleh tim AFC, setelah konfirmasi kepada Manager Deltras Sidoarjo, Zaini. Lantaran sebelumnya AFC berencana datang ke Stadion Kanjuruhan. Haris mengaku menghubungi Zaini via telepon, karena sebelum rencana datang ke Kepanjen, tim AFC siang kemarin sedang berada di Sidoarjo.
“Saat saya konfirmasi, katanya tim AFC tidak jadi datang ke Stadion Kanjuruhan. Alasannya karena kondisi stadion ini sudah bisa dipertanggungjawabkan. Artinya Deltras Sidoarjo, bisa memakai Stadion Kanjuruhan sebagai homebase dalam pertandingan kompetisi ISL (Indonesia Super League) 2011-2012 nanti,” yakin Haris.
Ditambahkannya, bahwa Deltras Sidoarjo akan menggunakan Stadion Kanjuruhan Kepanjen sebagai homebase, hanya untuk sementara waktu saja selama Stadion Gelora Delta Sidoarjo diperbaiki. “Ya, Deltras, menggunakan Stadion Kanjuruhan ini sebagai homebase sementara sampai Desember nanti,” pungkasnya.(agp/bua)
Lucky dan M Nur Bawa Dua PT Berbeda
OSO-Ancora ‘Rebutan’ Arema
MALANG -Meski PSSI sebagai otoritas sepakbola Indonesia telah resmi memutuskan Arema dikelola Muhamad Nur, namun manajemen tim yang kini berkantor di Tidar ini belum juga mau terbuka seputar investor mereka. Bahkan hingga jelang kompetisi bergulir, sosok investor itu masih misterius.
‘’Mohon maaf, kalau soal itu (investor Arema, Red), saya belum berwenang menjawab,’’ ungkap Noor Ramadhan, Manajer Media Officer Arema Tidar saat dikonfirmasi Malang Post, kemarin sore. Sedangkan M. Nur lagi-lagi sulit untuk dikonfirmasi perihal kejelasan investor Arema ini.
Segala urusan Arema tampaknya telah dipercayakan kepada Lucky Acub Zaenal, pendiri Arema yang kini jalan bersama M. Nur. Pria yang akrab disapa Ikul itu sebelumnya mengaku masih menunggu waktu yang tepat untuk memastikan investor alias penyandang dana tim Arema ini.
Terlepas itu, manejemen Arema versi M. Nur ini memastikan tidak ada masalah dengan anggaran tim Singo Edan semusim kedepan. ‘’Untuk financial, sudah dipersiapkan dana dengan estimasi cukup untuk menjalani satu musim kedepan,’’ yakin Noor Ramadhan tanpa merinci kebutuhan anggaran Arema.
Menariknya, kejelasan sosok investor yang gabung dengan Arema itu justru disampaikan oleh Andi Darussalam Tabusala. Dalam rangkainnya membeberkan fakta kemelut yang terjadi di Arema, pria yang akrab disapa ADS itu memastikan bahwa saat ini sebenarnya ada dua investor yang gabung Arema.
Hebatnya, dua investor tersebut menjalin kerjasama dengan dua PT (Perseroan Terbatas) yang berbeda di Arema. Satu PT dibawah pimpinan Lucky yaitu PT Arema Nusantara Persada dan satu lagi PT dibawah kendali M. Nur yaitu PT Arema Indonesia yang terakhir mendapatkan pengesahan dari PSSI.
‘’Ya, saya tahu bahwa Lucky itu sebenarnya mendirikan PT yang baru yaitu PT Arema Nusantara Persada,’’ ungkap ADS yang sebelumnya mengaku kecewa dengan sikap Lucky terkait dengan pencairan dana dari pihak investor sebesar 250 ribu dolar Singapura atau hampir setara Rp 1,5 miliar itu.
Dana yang menurut ADS cair dari perusahaan Ancora Grup itu, sebenarnya akan digunakan untuk membayar sisa gaji pemain, beberapa waktu lalu. Namun kenyataannya, Lucky yang menjalin kerjasama dengan Ancora tersebut telah dianggap melanggar perjanjian dengan pihak ADS.
‘’Nanti, PT yang dibentuk Lucky itu akan mengikat kerjasama dengan PT Arema Indonesia yang dipegang Pak Nur, karena kelompok usaha yang masuk pastinya lihat PT Arema Indonesia. Suka tidak suka itu fakta, bukan Arema Nusantara Persada yang diakui PSSI, tapi PT Arema Indonesia dibawah Pak Nur,’’ jelasnya.
Namun meski PSSI mengakui M. Nur, pihak Lucky yang terlanjur menerima 250 ribu dolar Singapura itu akhirnya bersinergi dengan PT Arema Indonesia. Meski menurut ADS, sebenarnya Lucky yang membutuhkan M. Nur yang secara sah mengandalikan PT Arema Indonesia.
‘’Lucky butuh Pak Nur, kalau Pak Nur tidak mau, ya berhenti. Tapi yang kerjasama sama dengan investor itu Lucky, ya Ancora itu. Sedangkan dengan Arema Indonesia masih belum, makanya sekarang ini masih hitung-hitungan,’’ yakin mantan Ketua Badan Liga Indonesia ini.
Tak dijelaskan hitung-hitungan yang dimaksudnya. Namun pastinya, Ancora kini harus berhitung dengan OSO Grup yang merupakan investor atau penyandang dana untuk M. Nur. Tepatnya kala pembayaran gaji pemain di Kota Batu, beberapa waktu lalu itu merupakan dana dari OSO Grup melalui Said Amin, pengusaha asal Kalimantan.
‘’Ya, uang pertama yang dikasih itu memang punya OSO melalui Pak Said. Pak Said itu pengusaha di Kalimantan Timur, ya keluarganya Pak Nur. Jadi sampai sekarang OSO itu ada keterikatan dengan Arema. Pasti ada keterikatan dengan Pak Nur, tidak mungkin tidak,’’ yakin ADS.
Hingga kemarin, pihak Ancora pun coba berunding dengan pihak OSO, terkait pengelolaan tim Arema ini. Boleh jadi, perundingan ini juga terkait dengan pembagian komposisi manajemen PT Arema Indonesia. Atau kemungkinan, pihak Ancora dibawah pimpinan Gita Wiryawan itu yang bakal menguasai Arema.
‘’Lihat nanti komposisi di PT Arema Indonesia, saya tidak mau ikut campur urusan itu. Pastinya Ancora itu salah pilih karena mestinya kerjasama dengan PT Arema Indonesia. Ya, kalau Ancora mau masuk, harus bicara dengan pihak OSO,’’ sebut ADS berpesan agar Lucky tak lupa diri jika benar-benar kembali ‘mendapatkan’ Arema.
‘’Lucky itu punya perusahaan lain, tidak ada hubungannya dengan PT Arema Indonesia. Jadi yang kuasa itu Pak Nur, kontrak yang tanda tangan itu ya Pak Nur,’’ sambung ADS mengaku dirinya memback up dan mengakui keabsahan Mantan Sekda kota Malang itu sebagai pengurus Arema.
Sayang, dari pihak Ancora Grup maupuan pihak OSO Grup dibawah pimpinan Oesman Sapta Odang belum bisa dikonfirmasi terkait ‘perebutan’ Arema ini. Lalu bagaimana dengan Medco Grup dibawah pimpinan Arifin Panigoro yang disebut-sebut ikut mendanai M. Nur?
‘’Soal Medco, tidak ada hubungannya,’’ jawab ADS yang mengaku dirinya saat ini juga berstatus sebagai Aremania seperti pendukung Arema yang lain. Untuk itu, ADS mengaku siap berdialog dengan siapa saja terkait Arema. Khususnya menyangkut kemelut yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini. (bua
MALANG -Meski PSSI sebagai otoritas sepakbola Indonesia telah resmi memutuskan Arema dikelola Muhamad Nur, namun manajemen tim yang kini berkantor di Tidar ini belum juga mau terbuka seputar investor mereka. Bahkan hingga jelang kompetisi bergulir, sosok investor itu masih misterius.
‘’Mohon maaf, kalau soal itu (investor Arema, Red), saya belum berwenang menjawab,’’ ungkap Noor Ramadhan, Manajer Media Officer Arema Tidar saat dikonfirmasi Malang Post, kemarin sore. Sedangkan M. Nur lagi-lagi sulit untuk dikonfirmasi perihal kejelasan investor Arema ini.
Segala urusan Arema tampaknya telah dipercayakan kepada Lucky Acub Zaenal, pendiri Arema yang kini jalan bersama M. Nur. Pria yang akrab disapa Ikul itu sebelumnya mengaku masih menunggu waktu yang tepat untuk memastikan investor alias penyandang dana tim Arema ini.
Terlepas itu, manejemen Arema versi M. Nur ini memastikan tidak ada masalah dengan anggaran tim Singo Edan semusim kedepan. ‘’Untuk financial, sudah dipersiapkan dana dengan estimasi cukup untuk menjalani satu musim kedepan,’’ yakin Noor Ramadhan tanpa merinci kebutuhan anggaran Arema.
Menariknya, kejelasan sosok investor yang gabung dengan Arema itu justru disampaikan oleh Andi Darussalam Tabusala. Dalam rangkainnya membeberkan fakta kemelut yang terjadi di Arema, pria yang akrab disapa ADS itu memastikan bahwa saat ini sebenarnya ada dua investor yang gabung Arema.
Hebatnya, dua investor tersebut menjalin kerjasama dengan dua PT (Perseroan Terbatas) yang berbeda di Arema. Satu PT dibawah pimpinan Lucky yaitu PT Arema Nusantara Persada dan satu lagi PT dibawah kendali M. Nur yaitu PT Arema Indonesia yang terakhir mendapatkan pengesahan dari PSSI.
‘’Ya, saya tahu bahwa Lucky itu sebenarnya mendirikan PT yang baru yaitu PT Arema Nusantara Persada,’’ ungkap ADS yang sebelumnya mengaku kecewa dengan sikap Lucky terkait dengan pencairan dana dari pihak investor sebesar 250 ribu dolar Singapura atau hampir setara Rp 1,5 miliar itu.
Dana yang menurut ADS cair dari perusahaan Ancora Grup itu, sebenarnya akan digunakan untuk membayar sisa gaji pemain, beberapa waktu lalu. Namun kenyataannya, Lucky yang menjalin kerjasama dengan Ancora tersebut telah dianggap melanggar perjanjian dengan pihak ADS.
‘’Nanti, PT yang dibentuk Lucky itu akan mengikat kerjasama dengan PT Arema Indonesia yang dipegang Pak Nur, karena kelompok usaha yang masuk pastinya lihat PT Arema Indonesia. Suka tidak suka itu fakta, bukan Arema Nusantara Persada yang diakui PSSI, tapi PT Arema Indonesia dibawah Pak Nur,’’ jelasnya.
Namun meski PSSI mengakui M. Nur, pihak Lucky yang terlanjur menerima 250 ribu dolar Singapura itu akhirnya bersinergi dengan PT Arema Indonesia. Meski menurut ADS, sebenarnya Lucky yang membutuhkan M. Nur yang secara sah mengandalikan PT Arema Indonesia.
‘’Lucky butuh Pak Nur, kalau Pak Nur tidak mau, ya berhenti. Tapi yang kerjasama sama dengan investor itu Lucky, ya Ancora itu. Sedangkan dengan Arema Indonesia masih belum, makanya sekarang ini masih hitung-hitungan,’’ yakin mantan Ketua Badan Liga Indonesia ini.
Tak dijelaskan hitung-hitungan yang dimaksudnya. Namun pastinya, Ancora kini harus berhitung dengan OSO Grup yang merupakan investor atau penyandang dana untuk M. Nur. Tepatnya kala pembayaran gaji pemain di Kota Batu, beberapa waktu lalu itu merupakan dana dari OSO Grup melalui Said Amin, pengusaha asal Kalimantan.
‘’Ya, uang pertama yang dikasih itu memang punya OSO melalui Pak Said. Pak Said itu pengusaha di Kalimantan Timur, ya keluarganya Pak Nur. Jadi sampai sekarang OSO itu ada keterikatan dengan Arema. Pasti ada keterikatan dengan Pak Nur, tidak mungkin tidak,’’ yakin ADS.
Hingga kemarin, pihak Ancora pun coba berunding dengan pihak OSO, terkait pengelolaan tim Arema ini. Boleh jadi, perundingan ini juga terkait dengan pembagian komposisi manajemen PT Arema Indonesia. Atau kemungkinan, pihak Ancora dibawah pimpinan Gita Wiryawan itu yang bakal menguasai Arema.
‘’Lihat nanti komposisi di PT Arema Indonesia, saya tidak mau ikut campur urusan itu. Pastinya Ancora itu salah pilih karena mestinya kerjasama dengan PT Arema Indonesia. Ya, kalau Ancora mau masuk, harus bicara dengan pihak OSO,’’ sebut ADS berpesan agar Lucky tak lupa diri jika benar-benar kembali ‘mendapatkan’ Arema.
‘’Lucky itu punya perusahaan lain, tidak ada hubungannya dengan PT Arema Indonesia. Jadi yang kuasa itu Pak Nur, kontrak yang tanda tangan itu ya Pak Nur,’’ sambung ADS mengaku dirinya memback up dan mengakui keabsahan Mantan Sekda kota Malang itu sebagai pengurus Arema.
Sayang, dari pihak Ancora Grup maupuan pihak OSO Grup dibawah pimpinan Oesman Sapta Odang belum bisa dikonfirmasi terkait ‘perebutan’ Arema ini. Lalu bagaimana dengan Medco Grup dibawah pimpinan Arifin Panigoro yang disebut-sebut ikut mendanai M. Nur?
‘’Soal Medco, tidak ada hubungannya,’’ jawab ADS yang mengaku dirinya saat ini juga berstatus sebagai Aremania seperti pendukung Arema yang lain. Untuk itu, ADS mengaku siap berdialog dengan siapa saja terkait Arema. Khususnya menyangkut kemelut yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini. (bua
Rabu, 14 September 2011
Awas Jatah LCA Hilang
MALANGPOST - Meski musim lalu Arema hanya bercokol di posisi runner up, tim berjuluk Singo Edan ini sejatinya berpeluang tampil di ajang AFC Champions League atau Liga Champions Asia musim depan. Minimal memulainya dari babak play off.
Pasalnya untuk musim kemarin, PSSI gagal menggelar pertandingan Copa atau Piala Indonesia yang semestinya sang juara berhak tampil di play off LCA. Sedangkan Arema seharusnya cukup mendapat jatah tampil di AFC Cup.
Kini, baik Arema maupun Persipura yang mendapat jatah langsung tampil di LCA terancam batal. Itu jika AFC (Asian Football Confederation) benar-benar menjatuhkan sanksi untuk Indonesia terkait persiapan kompetisi yang amburadul.
Bukan hanya lantaran format kompetisi yang rencananya digelar dua wilayah, namun juga kemungkinan karena jadwal kompetisi yang molor. Menyusul ada indikasi PSSI bakal menunda kompetisi hingga bulan November nanti.
’’Kami prihatin dan kalau benar kompetisi ini ditunda tentu kami kecewa,’’ ungkap Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji. ’’Ya, keputusan itu sungguh mengecewakan bagi Arema maupun Aremania, karena kita punya kans untuk promosi di level Asia,’’ sambungnya.
Hingga kini memang belum ada rilis resmi dari PSSI untuk rencana penundaan kompetisi tersebut. Namun dari keterangan dua anggota Exco (Eksekutif Komite) PSSI yaitu, Bob Hippy dan Tony Apriliani, kemungkinan besar jadwal kompetisi bakal molor.
Bagi PSSI tampaknya sanksi AFC tak lagi digubris. Terbukti saat AFC menetapkan kompetisi profesinal itu maksimal diikuti 18 klub, PSSI justru merumuskan kompetisi dua wilayah yang rencananya diikuti 34 klub professional.
Arema sendiri tetap berharap, PSSI masih konsisten dengan agenda semula yaitu mulai menggelar kompetisi pada 8 Oktober nanti. Atau paling lambat sebelum 14 Oktober, lantaran pada tanggal tersebut merupakan deadline AFC untuk Indonesia memulai kompetisi professional.
Sementara itu, sesuai agenda dari PSSI, pada Selasa (20/9) depan, seluruh klub yang akan mengikuti kompetisi sudah mulai melakukan regristrasi ulang. Termasuk mulai mendaftarkan pemain yang telah dikontrak masing-masing klub.
Bagaimana Arema yang hingga kini masih dilanda dualisme kepengurusan? ’’Kami sangat siap dengan apapun yang menjadi syarat yang diminta PSSI, kami tetap menyuarakan agar kami bersatu,’’ jawab Darmaji kepada Malang Post, kemarin sore.
Menurut mantan wartawan yang mewakili manajemen Arema dibawah kendali Rendra Kresna, Eddy Rumpoko dan Iwan Kurniawan ini, PSSI diharapkan bisa objektif dan transparan terkait dengan proses regristrasi ulang tersebut.
’’Khususnya terkait kesiapan di lima aspek klub profesional, regristrasi ulang harus transparan dan semestinya mulai saat ini kembali disosialisasikan apa saja yang perlu dilengkapi dan disyaratkan untuk regristrasi ulang itu,’’ pungkas Darmaji.
Selama ini muncul kekhawatiran dari kubu Rendra, PSSI akan cenderung memihak pada kubu Muhammad Nur. Untuk itu, manajemen Arema yang berkantor di jalan Sultan Agung no 9 ‘menantang’ PSSI mengirimkan tim ad hoc untuk melakukan verifikasi faktual di Malang. (bua)
Pasalnya untuk musim kemarin, PSSI gagal menggelar pertandingan Copa atau Piala Indonesia yang semestinya sang juara berhak tampil di play off LCA. Sedangkan Arema seharusnya cukup mendapat jatah tampil di AFC Cup.
Kini, baik Arema maupun Persipura yang mendapat jatah langsung tampil di LCA terancam batal. Itu jika AFC (Asian Football Confederation) benar-benar menjatuhkan sanksi untuk Indonesia terkait persiapan kompetisi yang amburadul.
Bukan hanya lantaran format kompetisi yang rencananya digelar dua wilayah, namun juga kemungkinan karena jadwal kompetisi yang molor. Menyusul ada indikasi PSSI bakal menunda kompetisi hingga bulan November nanti.
’’Kami prihatin dan kalau benar kompetisi ini ditunda tentu kami kecewa,’’ ungkap Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji. ’’Ya, keputusan itu sungguh mengecewakan bagi Arema maupun Aremania, karena kita punya kans untuk promosi di level Asia,’’ sambungnya.
Hingga kini memang belum ada rilis resmi dari PSSI untuk rencana penundaan kompetisi tersebut. Namun dari keterangan dua anggota Exco (Eksekutif Komite) PSSI yaitu, Bob Hippy dan Tony Apriliani, kemungkinan besar jadwal kompetisi bakal molor.
Bagi PSSI tampaknya sanksi AFC tak lagi digubris. Terbukti saat AFC menetapkan kompetisi profesinal itu maksimal diikuti 18 klub, PSSI justru merumuskan kompetisi dua wilayah yang rencananya diikuti 34 klub professional.
Arema sendiri tetap berharap, PSSI masih konsisten dengan agenda semula yaitu mulai menggelar kompetisi pada 8 Oktober nanti. Atau paling lambat sebelum 14 Oktober, lantaran pada tanggal tersebut merupakan deadline AFC untuk Indonesia memulai kompetisi professional.
Sementara itu, sesuai agenda dari PSSI, pada Selasa (20/9) depan, seluruh klub yang akan mengikuti kompetisi sudah mulai melakukan regristrasi ulang. Termasuk mulai mendaftarkan pemain yang telah dikontrak masing-masing klub.
Bagaimana Arema yang hingga kini masih dilanda dualisme kepengurusan? ’’Kami sangat siap dengan apapun yang menjadi syarat yang diminta PSSI, kami tetap menyuarakan agar kami bersatu,’’ jawab Darmaji kepada Malang Post, kemarin sore.
Menurut mantan wartawan yang mewakili manajemen Arema dibawah kendali Rendra Kresna, Eddy Rumpoko dan Iwan Kurniawan ini, PSSI diharapkan bisa objektif dan transparan terkait dengan proses regristrasi ulang tersebut.
’’Khususnya terkait kesiapan di lima aspek klub profesional, regristrasi ulang harus transparan dan semestinya mulai saat ini kembali disosialisasikan apa saja yang perlu dilengkapi dan disyaratkan untuk regristrasi ulang itu,’’ pungkas Darmaji.
Selama ini muncul kekhawatiran dari kubu Rendra, PSSI akan cenderung memihak pada kubu Muhammad Nur. Untuk itu, manajemen Arema yang berkantor di jalan Sultan Agung no 9 ‘menantang’ PSSI mengirimkan tim ad hoc untuk melakukan verifikasi faktual di Malang. (bua)
Berharap Konflik Segera Usai
WAMENA-Belum usainya konflik intern di tubuh Arema membuat Aremania Wamena, Papua ikut gelisah. Apalagi, kompetisi musim depan semakin dekat sehingga tim sudah harus konsentrasi menghadapi ajang sepak bola level tertinggi di negeri ini. Melalui Halal Bihalal yang digelar Aremania Wamena Minggu (11/9) kemarin siang di rumah Slamet, salah satu tokoh Aremania Wamena asal Lawang, mereka menginginkan konflik internal segera cepat terselesaikan.
‘’Acara pertemuan Aremania Lembah Baliem ini secara rutin kami gelar. Kebetulan sekarang ini bersamaan dengan lebaran sehingga bareng dengan acara Halal Bihalal. Teman-teman banyak yang menanyakan perkembangan Arema sekarang ini. Mereka ingin konflik intern segera berakhir,’’ kata Slamet kepada Malang Post kemarin siang.
Menurut Slamet, sebagai warga asli Malang yang sedang merantau jauh di Papua, Aremania Lembah Baliem merasa ikut bertanggungjawab atas keberadaan Arema.
‘’Aremania saat pertemuan tadi ada banyak saran. Diantaranya minta agar pengurus yang menangani Arema nanti mereka yang benar-benar mengerti soal bola dan manejemen dikelolah secara bagus,’’ katanya.
Menurutnya, usulan tersebut datang dari salah satu tokoh tertua Aremania Lembah Baliem Waribun. Pria asal Kecamatan Tumpang itu bahkan baru turun dari pesawat langsung datang ke pertemuan Aremania.
‘’Pak Waribun ini tokoh Aremania Lembah Baliem yang baru saja pulang kampung ke Malang. Ia baru turun dari pesawat langsung hadir ke pertemuan dan memberikan masukan,’’ jelasnya.
Tidak hanya itu saja, sebelum pertemuan usai, Aremania Lembah Baliem juga menggelar doa bersama untuk Arema supaya konflik intern segera usai. Doa dipimpin langsung ust Dodik asal Gunung Kawi yang kini sudah menetap di Wamena.
‘’Selama ini Aremania Lembah Baliem selalu menanyakan perkembangan Arema ke saya karena saya punya hubungan baik dengan Mas Sudarmaji (Media Officer Arema) dan juga Malang Post,’’ tegasnya.
Pertemuan kemarin diikuti sekitar 200 Aremania seluruh Wamena. Mereka hadir dari seluruh pelosok Wamena.
Hubungan antara Arema dengan Arema Lembah Baliem selama ini terjalin cukup erat. Bahkan saat tim Singo Edan bertanding menghadapi Persiwa, Aremania Lembah Baliem selalu menyambutnya dengan meriah. Seluruh rombongan tim dijamu makanan khas Wamena.(jon)
‘’Acara pertemuan Aremania Lembah Baliem ini secara rutin kami gelar. Kebetulan sekarang ini bersamaan dengan lebaran sehingga bareng dengan acara Halal Bihalal. Teman-teman banyak yang menanyakan perkembangan Arema sekarang ini. Mereka ingin konflik intern segera berakhir,’’ kata Slamet kepada Malang Post kemarin siang.
Menurut Slamet, sebagai warga asli Malang yang sedang merantau jauh di Papua, Aremania Lembah Baliem merasa ikut bertanggungjawab atas keberadaan Arema.
‘’Aremania saat pertemuan tadi ada banyak saran. Diantaranya minta agar pengurus yang menangani Arema nanti mereka yang benar-benar mengerti soal bola dan manejemen dikelolah secara bagus,’’ katanya.
Menurutnya, usulan tersebut datang dari salah satu tokoh tertua Aremania Lembah Baliem Waribun. Pria asal Kecamatan Tumpang itu bahkan baru turun dari pesawat langsung datang ke pertemuan Aremania.
‘’Pak Waribun ini tokoh Aremania Lembah Baliem yang baru saja pulang kampung ke Malang. Ia baru turun dari pesawat langsung hadir ke pertemuan dan memberikan masukan,’’ jelasnya.
Tidak hanya itu saja, sebelum pertemuan usai, Aremania Lembah Baliem juga menggelar doa bersama untuk Arema supaya konflik intern segera usai. Doa dipimpin langsung ust Dodik asal Gunung Kawi yang kini sudah menetap di Wamena.
‘’Selama ini Aremania Lembah Baliem selalu menanyakan perkembangan Arema ke saya karena saya punya hubungan baik dengan Mas Sudarmaji (Media Officer Arema) dan juga Malang Post,’’ tegasnya.
Pertemuan kemarin diikuti sekitar 200 Aremania seluruh Wamena. Mereka hadir dari seluruh pelosok Wamena.
Hubungan antara Arema dengan Arema Lembah Baliem selama ini terjalin cukup erat. Bahkan saat tim Singo Edan bertanding menghadapi Persiwa, Aremania Lembah Baliem selalu menyambutnya dengan meriah. Seluruh rombongan tim dijamu makanan khas Wamena.(jon)
Sabtu, 10 September 2011
Terbaik Untuk Arema
MALANGPOST – Satu per satu pemain resmi skuad Arema Indonesia menginjakkan kakinya di kandang singa. Kali ini, giliran penyerang lincah, Talaohu Abdul Musafri yang mulai gabung dalam serangkaian program persiapan menyambut musim mendatang oleh tim Singo Edan. Dia langsung ikut menjalani tes fisik bersama Saktiawan Sinaga dkk di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, sore kemarin.
Mantan pemain Persiter Ternate ini mengaku baru tiba di kota Malang, siang kemarin. Meski demikian, dia tidak merasa lelah ataupun letih setelah menjalani perjalanan udara dari rumah keluarga besar istrinya, di Lampung ke Malang. Sore harinya, Musafri memutuskan untuk langsung gabung rekan setimnya, tak terkecuali melahap serangkaian beep test Arema. Buah semangat tingginya, dia meraih catatan terbaik dalam pelaksanaan hari pertama test fisik tersebut.
Musafri menyelesaikan tingkatan tes, pada level 13 tahap 2. Musafri unggul dari raihan level pemain resmi Arema yang sebelumnya lebih dahulu gabung latihan tim. Meliputi, Johan Al Farizi (level 12 tahap 2), kiper Dian Agus Prasetyo dan Leonard Tupamahu yang kompak hingga level 11 tahap 2, Waluyo pada level 10 tahap 5 dan Juan Revi Auriqto level 10. Sepanjang membela Arema semusim lalu, Musafri tercatat pemain yang mampu secara baik menjaga kondisinya.
‘’Saya hanya coba maksimal saja dan mengimbagi pemain-pemain muda saat barengan jalani test tadi (sore kemarin, Red). Saya tidak harus paksakan masuk level berapa. Saya jalani dengan semampunya, tidak perlu dikurangi dan ditambah-tambah,” terang Musafri seusai geberan beep test berakhir, petang kemarin.
Disisi lain, optimisme memberikan yang terbaik bagi Arema diapungkan mantan top skor Liga Indonesia bersama di Persiba Balikpapan ini. Musafri siap bersaing meraih tempat utama di tim sembari percaya sepenuhnya kepada tim pelatih. Paling tidak, dia kini harus bersaing berebut tempat dengan bomber seperti Saktiawan Sinaga dan Yongki Ariwibowo.
Sebagai modal, dirinya akan berusaha selalu dalam posisi terbaik dan siap tampil membela Singo Edan musim depan. ‘’Saya akan berusaha memberikan yang terbaik buat Arema, tentunya harus lebih baik lagi dibanding sebelumnya,” tutup pemain bernomor punggung 29 Arema ini. (poy/bua)
Mantan pemain Persiter Ternate ini mengaku baru tiba di kota Malang, siang kemarin. Meski demikian, dia tidak merasa lelah ataupun letih setelah menjalani perjalanan udara dari rumah keluarga besar istrinya, di Lampung ke Malang. Sore harinya, Musafri memutuskan untuk langsung gabung rekan setimnya, tak terkecuali melahap serangkaian beep test Arema. Buah semangat tingginya, dia meraih catatan terbaik dalam pelaksanaan hari pertama test fisik tersebut.
Musafri menyelesaikan tingkatan tes, pada level 13 tahap 2. Musafri unggul dari raihan level pemain resmi Arema yang sebelumnya lebih dahulu gabung latihan tim. Meliputi, Johan Al Farizi (level 12 tahap 2), kiper Dian Agus Prasetyo dan Leonard Tupamahu yang kompak hingga level 11 tahap 2, Waluyo pada level 10 tahap 5 dan Juan Revi Auriqto level 10. Sepanjang membela Arema semusim lalu, Musafri tercatat pemain yang mampu secara baik menjaga kondisinya.
‘’Saya hanya coba maksimal saja dan mengimbagi pemain-pemain muda saat barengan jalani test tadi (sore kemarin, Red). Saya tidak harus paksakan masuk level berapa. Saya jalani dengan semampunya, tidak perlu dikurangi dan ditambah-tambah,” terang Musafri seusai geberan beep test berakhir, petang kemarin.
Disisi lain, optimisme memberikan yang terbaik bagi Arema diapungkan mantan top skor Liga Indonesia bersama di Persiba Balikpapan ini. Musafri siap bersaing meraih tempat utama di tim sembari percaya sepenuhnya kepada tim pelatih. Paling tidak, dia kini harus bersaing berebut tempat dengan bomber seperti Saktiawan Sinaga dan Yongki Ariwibowo.
Sebagai modal, dirinya akan berusaha selalu dalam posisi terbaik dan siap tampil membela Singo Edan musim depan. ‘’Saya akan berusaha memberikan yang terbaik buat Arema, tentunya harus lebih baik lagi dibanding sebelumnya,” tutup pemain bernomor punggung 29 Arema ini. (poy/bua)
Fisik Pemain Memuaskan
MALANGPOST – Serangkaian persiapan coba disusun skuad Arema Indonesia menghadapi kompetisi professional level I musim depan. Sore kemarin, tim pelatih Singo Edan giliran menuangkan tes ketahanan fisik (endurance) bagi pemain di Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Mereka ingin mengetahui sejauhmana tingkatan endurance terakhir dan mengukur VO2 Maks pemain sebagai bahan acuan pelatih dalam melanjutkan program latihan kedepannya.
Sesuai agenda, tes fisik ini digeber dalam dua hari beruntun, kemarin dan sore ini. Pada hari pertama pelaksanaan, tim pelatih yang dibantu tenaga dari fakultas ilmu keolahragaaan Universitas Malang (UM) ini lebih ke konsentrasi pada penggemblengan materi beep test.
Pemain berlari melintasi lintasan berjarak 20 meter dengan tahapan level tempo semakin cepat. Sedangkan, hari kedua tes, sore ini pemain akan dihadapkan menu pengukuran tingkatan endurance yang dikemas dengan materi kelincahan.
Khusus untuk beep test, asisten pelatih Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo membagi amunisinya menjadi empat grup. Grup I : Leonard Tupamahu, Purwaka Yudhi, Waluyo, Aji Saka (gk), Dian Agus Prasetyo (gk) dan Teguh Amirudin (gk). Grup II : Roman Golian, Saktiawan Sinaga, Juan Revi, Esteban Guilien, Johan Alfarizi dan Dicho Kurniawan. Grup III : Musafri, Andri Lesmana, Zaenal Soli, Gilang Dedik Permadi dan Lucky Ariawan. Grup IV : Andik, Dedik Priyo, Teguh Ary, Darmawan dan M Rofik.
‘’Dari tes ini, kami bisa mengetahui perkembangan terakhir dari tingkat endurance pemain. Meski belum terima hasil dari tes ini, kami melihat kondisi endurance pemain baik dengan menjalani test maksimal. Kondisi itu tentunya sesuai harapan kami,” terang Joko kepada Malang Post, seusai memimpin beep test, petang kemarin.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, TA Musafri menjadi pemain yang memiliki tingkatan endurance terbaik. Striker asal Ternate ini mampu melalui tingkatan level 13 tahap 2 yang jauh unggul diatas raihan level pemain lainnya. Diluar dugaan, dibawah catatan Musafri, dua pemain Arema Indonesia U-21 berhasil menjadi yang terbaik, Zaenal Soli dan Dicho Kurniawan yang sukses melalui level 12.
Kiper baru Arema, Dian Agus Prasetyo meraih catatan terbaik di sektor penjaga gawang mengungguli Aji Saka dan Teguh Amirudin, kiper Arema U-21. Mantan kiper Pelita Jaya Karawang ini mampu menggapai level 11 tahap 2. Sedangkan Aji hanya mampu melewati level 8. Sedangkan, pemain resmi Arema lainnya yang meraih catatan baik adalah Johan Al Farizi (level 12 tahap 2).
‘’Besok (hari ini, Red), kami melanjutkan tes fisik. Materi test nantinya diantaranya terdapat kelincahan dan jump. Tes fisik ini penting bagi kami dan pemain sebelum berlanjut ke program persiapan tim kedepannya,” pungkas Gethuk. (poy/bua)
Sesuai agenda, tes fisik ini digeber dalam dua hari beruntun, kemarin dan sore ini. Pada hari pertama pelaksanaan, tim pelatih yang dibantu tenaga dari fakultas ilmu keolahragaaan Universitas Malang (UM) ini lebih ke konsentrasi pada penggemblengan materi beep test.
Pemain berlari melintasi lintasan berjarak 20 meter dengan tahapan level tempo semakin cepat. Sedangkan, hari kedua tes, sore ini pemain akan dihadapkan menu pengukuran tingkatan endurance yang dikemas dengan materi kelincahan.
Khusus untuk beep test, asisten pelatih Arema, Joko ‘Gethuk’ Susilo membagi amunisinya menjadi empat grup. Grup I : Leonard Tupamahu, Purwaka Yudhi, Waluyo, Aji Saka (gk), Dian Agus Prasetyo (gk) dan Teguh Amirudin (gk). Grup II : Roman Golian, Saktiawan Sinaga, Juan Revi, Esteban Guilien, Johan Alfarizi dan Dicho Kurniawan. Grup III : Musafri, Andri Lesmana, Zaenal Soli, Gilang Dedik Permadi dan Lucky Ariawan. Grup IV : Andik, Dedik Priyo, Teguh Ary, Darmawan dan M Rofik.
‘’Dari tes ini, kami bisa mengetahui perkembangan terakhir dari tingkat endurance pemain. Meski belum terima hasil dari tes ini, kami melihat kondisi endurance pemain baik dengan menjalani test maksimal. Kondisi itu tentunya sesuai harapan kami,” terang Joko kepada Malang Post, seusai memimpin beep test, petang kemarin.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, TA Musafri menjadi pemain yang memiliki tingkatan endurance terbaik. Striker asal Ternate ini mampu melalui tingkatan level 13 tahap 2 yang jauh unggul diatas raihan level pemain lainnya. Diluar dugaan, dibawah catatan Musafri, dua pemain Arema Indonesia U-21 berhasil menjadi yang terbaik, Zaenal Soli dan Dicho Kurniawan yang sukses melalui level 12.
Kiper baru Arema, Dian Agus Prasetyo meraih catatan terbaik di sektor penjaga gawang mengungguli Aji Saka dan Teguh Amirudin, kiper Arema U-21. Mantan kiper Pelita Jaya Karawang ini mampu menggapai level 11 tahap 2. Sedangkan Aji hanya mampu melewati level 8. Sedangkan, pemain resmi Arema lainnya yang meraih catatan baik adalah Johan Al Farizi (level 12 tahap 2).
‘’Besok (hari ini, Red), kami melanjutkan tes fisik. Materi test nantinya diantaranya terdapat kelincahan dan jump. Tes fisik ini penting bagi kami dan pemain sebelum berlanjut ke program persiapan tim kedepannya,” pungkas Gethuk. (poy/bua)
Langganan:
Postingan (Atom)
