MALANG-Setelah setengah musim kompetisi digunakan untuk laga home Arema di ajang Indonesia Super League (ISL), Stadion Kanjuruhan akan segera direnovasi. Tepatnya usai laga terakhir Arema menjamu Persiwa, stadion milik Pemerintah Kabupaten Malang ini langsung akan dibenahi.
“Ya, setelah laga terakhir Arema lawan Persiwa ini, Stadion Kanjuruhan akan langsung kita renovasi,” ungkap Abdul Haris, Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan perihal rencananya untuk memperbaiki stadion dengan kepastitas 40 ribu penonton itu.
Menurut rencana, perbaikan dilakukan mulai kondisi rumput lapangan, tribun penonton hingga lampu stadion untuk memenuhi standart FIFA seperti yang disyaratkan AFC jelang kompetisi Liga Champions Asia 2011.
“Ya, mulai besok, rumput lapangan akan kita benahi, termasuk dengan melakukan pemupukan, melakukan pengecatan tribun penonton dan membenahi lampu stadion,” sebut Abdul Haris untuk rencana renovasi Stadion Kanjuruhan.
Termasuk juga menyiapkan air panas di ruang ganti pemain seperti yang disyaratkan oleh AFC dalam inspeksi Stadion Kanjuruhan beberapa waktu lalu. Pengelola stadion manargetkan, sebelum kick off LCA di Kanjuruhan, renovasi sudah selesai.
“Kita targetkan sehari sebelum pertandingan pertama Arema di Stadion Kanjuruhan untuk ajang LCA tanggal 16 Maret nanti, renovasi sudah selesai dan stadion siap dipakai,” yakin Abdul Haris kepada Malang Post.
Laga home pertama Arema untuk LCA adalah menghadapi tim asal Korea, Jeonbuk Hyundai Motors. Untuk keperluan laga tersebut, pengelola stadion siap menambah sekitar 60 titik lampu untuk pertandingan malam.
“Untuk saat ini ada 80 titik lampu, dan rencananya akan ditambah 60 titik lampu lagi,” terang Abdul Haris memastikan selama ronovasi, Stadion Kanjuruhan harus steril. “Karena kita fokus untuk pertandingan LCA nanti,” sambungnya.
Sayangnya, pria yang juga mantan Ketua Panpel Arema ini tak mau merinci total anggaran yang bakal digunakan untuk renovasi stadion kabanggaan Kabupaten Malang tersebut. Kabarnya total nilai proyek renovasi ini mencapai sekitar Rp 5 miliar. (bua/jon)
Sabtu, 12 Februari 2011
Ngebet Pinjam Kurnia Meiga
MALANG–Skuad Arema kini konsentrasi ke pertandingan Liga Champion Asia (LCA). Persiapan pun terus disusun tim berjuluk Singo Edan ini sebelum dinyatakan mulai turun di ajang turnamen antar klub bergengsi se Asia ini, awal Maret nanti. Sang jawara bertahan kompetisi Super Liga ini juga coba melengkapi amunisinya.
Diantaranya, Arema berniat meminjam kembali tenaga kiper Kurnia Meiga Hermansyah dari Badan Tim Nasional (BTN). Itu karena, kiper yang akrab disapa Enthong ini lagi membela timnas U-23 di Pra Olimpiade. Manajemen Singo Edan resmi mengajukan permohonan ke BTN melalui lisan dan surat ke BTN sejak dua minggu lalu. Hanya saja, hingga kemarin, BTN belum merespon permohonan Arema tersebut.
‘’Belum ada jawaban dari BTN. Sudah dua minggu lalu, konfirmasi informal juga dilakukan Bang Abri (Abriadi Mohara-Manajer Arema, Red),” terang Sudarmaji, Media Officer Arema Indonesia kepada Malang Post, siang kemarin.
Pengajuan peminjaman tersebut didasari hasil kesepatan antara tim pelatih dan manajemen agar lini kiper Arema solid. Meski jika BTN tidak memperkenankan Meiga kembali ke kandang singa, Singo Edan tetap akan memaksimalkan sisa tiga stok kipernya. Yakni, Ackmad ‘AK’ Kurniawan yang tampil sebagai man on the match saat tim menang 4-0 atas Persiwa Wamena (10/2), Aji Saka dan kiper baru Syaiffudin yang dikontrak Arema setelah memutuskan keluar dari Persibo Bojonegoro yang gabung ke Liga Primer Indonesia (LPI).
Dwi Sasmianto, pelatih kiper Arema menilai, lini kipernya akan semakin solid jika nantinya Meiga sampai kembali bergabung dengan Arema jelang turun di LCA nanti. Sebab, performance kiper asal Jakarta ini lagi di atas hingga terakhir membela Arema saat menahan imbang 1-1 tuan rumah Sriwijaya FC Palembang lalu. Selain itu, tiga kiper Arema lainnya, meliputi AK, Syaifuddin dan Aji juga dalam peningkatan performance.
‘’Jika Meiga bisa gabung, kekuatan di kiper akan semakin solid. Saat ini, AK alami peningkatan performance. Syaifudin cepat sekali adaptasi dan kembalikan performancenya setelah hampir 1,5 bulan tidak latihan setelah keluar dari tim lamanya. Aji juga demikian, meski jam terbangnya masih kurang, tapi kondisinya bagus. Aji saat ini gabung ke Arema U-21 sejak 10 Februari kemarin, untuk persiapan tim lawan Pelita Jaya Karawang, Minggu besok,” terang Dwi, terpisah. (poy/jon)
Diantaranya, Arema berniat meminjam kembali tenaga kiper Kurnia Meiga Hermansyah dari Badan Tim Nasional (BTN). Itu karena, kiper yang akrab disapa Enthong ini lagi membela timnas U-23 di Pra Olimpiade. Manajemen Singo Edan resmi mengajukan permohonan ke BTN melalui lisan dan surat ke BTN sejak dua minggu lalu. Hanya saja, hingga kemarin, BTN belum merespon permohonan Arema tersebut.
‘’Belum ada jawaban dari BTN. Sudah dua minggu lalu, konfirmasi informal juga dilakukan Bang Abri (Abriadi Mohara-Manajer Arema, Red),” terang Sudarmaji, Media Officer Arema Indonesia kepada Malang Post, siang kemarin.
Pengajuan peminjaman tersebut didasari hasil kesepatan antara tim pelatih dan manajemen agar lini kiper Arema solid. Meski jika BTN tidak memperkenankan Meiga kembali ke kandang singa, Singo Edan tetap akan memaksimalkan sisa tiga stok kipernya. Yakni, Ackmad ‘AK’ Kurniawan yang tampil sebagai man on the match saat tim menang 4-0 atas Persiwa Wamena (10/2), Aji Saka dan kiper baru Syaiffudin yang dikontrak Arema setelah memutuskan keluar dari Persibo Bojonegoro yang gabung ke Liga Primer Indonesia (LPI).
Dwi Sasmianto, pelatih kiper Arema menilai, lini kipernya akan semakin solid jika nantinya Meiga sampai kembali bergabung dengan Arema jelang turun di LCA nanti. Sebab, performance kiper asal Jakarta ini lagi di atas hingga terakhir membela Arema saat menahan imbang 1-1 tuan rumah Sriwijaya FC Palembang lalu. Selain itu, tiga kiper Arema lainnya, meliputi AK, Syaifuddin dan Aji juga dalam peningkatan performance.
‘’Jika Meiga bisa gabung, kekuatan di kiper akan semakin solid. Saat ini, AK alami peningkatan performance. Syaifudin cepat sekali adaptasi dan kembalikan performancenya setelah hampir 1,5 bulan tidak latihan setelah keluar dari tim lamanya. Aji juga demikian, meski jam terbangnya masih kurang, tapi kondisinya bagus. Aji saat ini gabung ke Arema U-21 sejak 10 Februari kemarin, untuk persiapan tim lawan Pelita Jaya Karawang, Minggu besok,” terang Dwi, terpisah. (poy/jon)
Tunggu Gol Amir di Jepang
MALANG-Ahmad Amiruddin membuktikan bahwa dirinya belum ‘habis’. Sebagai seorang bomber, ketajamannya sering diragukan lantaran sempat tak kunjung menyumbangkan gol bagi timnya. Namun, penyerang berusia 28 tahun itu mementahkan anggapan bahwa memainkannya adalah keputusan keliru.
Dua gol yang disarangkannya ke gawang Persiwa Kamis (10/2) lalu seolah menjadi garansi penampilannya. Dimainkan sebagai pengganti di babak kedua, eks penyerang PSM Makassar itu tampil menawan dalam membombardir pertahanan tim asal Wamena. Aremania pun berpesta merayakan gol pemilik nomor 99 Arema itu di menit 76 dan 89.
Pemain kelahiran Bone itu bermain apik sebagai winger kiri. Meski bukan pemain spesialis sayap, Amir (sapaan akrabnya) mampu memerankan tugas dengan sempurna. Bukan hanya merepotkan sektor belakang kubu tamu, mantan pilar timnas itu justru sukses mengoyak jala Persiwa dua kali untuk menggandakan keunggulan Singo Edan menjadi 4-0.
Atas performa memikat yang ditunjukkannya, Amir berpeluang menjadi starter di laga-laga Arema selanjutnya. Pelatih Miroslav Janu tampaknya puas dengan kinerjanya di lapangan. Apalagi, der trainer asal Ceko itu kekurangan opsi di lini depan, seiring dipanggilnya Dendi Santoso dan Yongki Aribowo memperkuat timnas U-23. TA Musafri dan M Fachrudin juga belum menunjukkan aksi gemilang saat dipercaya mengisi pos penyerang sayap kiri.
Meski begitu, Amir tak lantas besar kepala. Menurutnya, tetap pelatih lah yang memiliki kewenangan untuk memainkannya di setiap pertandingan.
“Tergantung pelatih saja. Kalau dipasang ya main. Lalu main dan bisa mencetak gol ya disyukuri. Kan sudah ada yang menentukan,” ungkapnya kepada Malang Post kemarin.
Penyerang yang dikenal memiliki akselerasi dan dribbling mengagumkan itu berkesempatan menunjukkan aksi menawannya saat Arema bertanding kembali 2 Maret mendatang. Tak tanggung-tanggung, Singo Edan bakal mengawali kiprah di ajang Liga Champions Asia (LCA) 2011 dengan lawatan ke kandang Cerezo Osaka.
Kontestan J-League (Liga Jepang) itu jelas tak bisa disamakan dengan skuad Liga Super yang selama ini dihadapi tim berlogo kepala singa. Perjuangan para bomber Singo Edan dipastikan cukup berat untuk menembus barikade pertahanan tuan rumah yang tampil di hadapan publiknya sendiri.
“Dulu PSM juga pernah berlaga di LCA. Lawannya juga tim asal Jepang, yaitu Yokohama Marinos. Tapi untuk bertanding di Jepang, saya belum pernah. Ini bakal menjadi kesempatan berharga,” tukas suami Evi itu bersemangat. (tom/jon)
Dua gol yang disarangkannya ke gawang Persiwa Kamis (10/2) lalu seolah menjadi garansi penampilannya. Dimainkan sebagai pengganti di babak kedua, eks penyerang PSM Makassar itu tampil menawan dalam membombardir pertahanan tim asal Wamena. Aremania pun berpesta merayakan gol pemilik nomor 99 Arema itu di menit 76 dan 89.
Pemain kelahiran Bone itu bermain apik sebagai winger kiri. Meski bukan pemain spesialis sayap, Amir (sapaan akrabnya) mampu memerankan tugas dengan sempurna. Bukan hanya merepotkan sektor belakang kubu tamu, mantan pilar timnas itu justru sukses mengoyak jala Persiwa dua kali untuk menggandakan keunggulan Singo Edan menjadi 4-0.
Atas performa memikat yang ditunjukkannya, Amir berpeluang menjadi starter di laga-laga Arema selanjutnya. Pelatih Miroslav Janu tampaknya puas dengan kinerjanya di lapangan. Apalagi, der trainer asal Ceko itu kekurangan opsi di lini depan, seiring dipanggilnya Dendi Santoso dan Yongki Aribowo memperkuat timnas U-23. TA Musafri dan M Fachrudin juga belum menunjukkan aksi gemilang saat dipercaya mengisi pos penyerang sayap kiri.
Meski begitu, Amir tak lantas besar kepala. Menurutnya, tetap pelatih lah yang memiliki kewenangan untuk memainkannya di setiap pertandingan.
“Tergantung pelatih saja. Kalau dipasang ya main. Lalu main dan bisa mencetak gol ya disyukuri. Kan sudah ada yang menentukan,” ungkapnya kepada Malang Post kemarin.
Penyerang yang dikenal memiliki akselerasi dan dribbling mengagumkan itu berkesempatan menunjukkan aksi menawannya saat Arema bertanding kembali 2 Maret mendatang. Tak tanggung-tanggung, Singo Edan bakal mengawali kiprah di ajang Liga Champions Asia (LCA) 2011 dengan lawatan ke kandang Cerezo Osaka.
Kontestan J-League (Liga Jepang) itu jelas tak bisa disamakan dengan skuad Liga Super yang selama ini dihadapi tim berlogo kepala singa. Perjuangan para bomber Singo Edan dipastikan cukup berat untuk menembus barikade pertahanan tuan rumah yang tampil di hadapan publiknya sendiri.
“Dulu PSM juga pernah berlaga di LCA. Lawannya juga tim asal Jepang, yaitu Yokohama Marinos. Tapi untuk bertanding di Jepang, saya belum pernah. Ini bakal menjadi kesempatan berharga,” tukas suami Evi itu bersemangat. (tom/jon)
Deg-degan Tunggu LCA
MALANGPOST-Moment berharga bakal dimiliki Sunarto andai dia dimainkan pada partai perdana Arema di ajang Liga Champions Asia (LCA) 2011. Kebetulan. tim berlogo kepala singa bakal mengawali kiprah dengan lawatan ke markas Cerezo Osaka pada 2 Maret mendatang di Jepang.
Itulah kesempatan kali pertama si ‘Joker’ untuk bisa tampil di luar negeri. Penyerang berjuluk Sunartotti itu bakal mencatatkan debutnya di turnamen akbar antar klub sepakbola Asia. Hal itu jelas menjadi sebuah pencapaian luar biasa bagi penggawa muda macam Ato (panggilan akrabnya). Bayangkan, sulung dari dua bersaudara itu menorehkan prestasi internasional saat usianya belum genap 21 tahun.
Namun, pemilik nomor 15 Arema itu tak mau berandai-andai. Pemuda kelahiran 18 Mei 1990 itu memilih menanggapi dengan wajar. Menurutnya, kesempatan langka bertanding di Negeri Sakura adalah momen bersejarah dalam kariernya.
“Kalau masuk dalam skuad, tentu ini pengalaman pertama saya ikut LCA. Ke luar negeri saja mungkin baru ini nanti,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Jebolan Akademi Arema ini memilih bersikap bijak atas peluang mencatatkan debut di event bergengsi tersebut. Baginya, yang paling penting adalah terus meningkatkan performanya di lapangan.
“Ingin main konsisten dulu saja mas. Perkara nanti jadi pemain inti atau tidak, sudah ada yang mengatur. Yang penting diberi kepercayaan pelatih dulu,” tandas sulung pasangan Suwadi dan Umul Hayati itu bijak.
Terlebih LCA bukanlah turnamen amatir yang pantas diremehkan. Liga klub-klub terbaik ranah Asia itu bakal menyuguhkan atmosfer kompetisi yang lebih ketat. Pantas bila Ato merasa minder sebelum bertanding.
“Jelas deg-degan. Minder juga rasanya. Kan masih pemain baru di tim senior,” selorohnya.
Meski begitu, pahlawan Arema saat membekuk Persipura (6/2) serta menahan imbang Sriwijaya FC ini berjanji akan memberikan yang terbaik bagi Singo Edan bila benar-benar diturunkan. Tak peduli sekalipun lawannya adalah klub papan atas J-League (Liga Jepang) yang akan tampil di muka publiknya sendiri.
“Saya akan bekerja keras berikan yang terbaik buat tim,” timpal pemain yang dikenal pemalu itu bertekad. (tom/jon)
Itulah kesempatan kali pertama si ‘Joker’ untuk bisa tampil di luar negeri. Penyerang berjuluk Sunartotti itu bakal mencatatkan debutnya di turnamen akbar antar klub sepakbola Asia. Hal itu jelas menjadi sebuah pencapaian luar biasa bagi penggawa muda macam Ato (panggilan akrabnya). Bayangkan, sulung dari dua bersaudara itu menorehkan prestasi internasional saat usianya belum genap 21 tahun.
Namun, pemilik nomor 15 Arema itu tak mau berandai-andai. Pemuda kelahiran 18 Mei 1990 itu memilih menanggapi dengan wajar. Menurutnya, kesempatan langka bertanding di Negeri Sakura adalah momen bersejarah dalam kariernya.
“Kalau masuk dalam skuad, tentu ini pengalaman pertama saya ikut LCA. Ke luar negeri saja mungkin baru ini nanti,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Jebolan Akademi Arema ini memilih bersikap bijak atas peluang mencatatkan debut di event bergengsi tersebut. Baginya, yang paling penting adalah terus meningkatkan performanya di lapangan.
“Ingin main konsisten dulu saja mas. Perkara nanti jadi pemain inti atau tidak, sudah ada yang mengatur. Yang penting diberi kepercayaan pelatih dulu,” tandas sulung pasangan Suwadi dan Umul Hayati itu bijak.
Terlebih LCA bukanlah turnamen amatir yang pantas diremehkan. Liga klub-klub terbaik ranah Asia itu bakal menyuguhkan atmosfer kompetisi yang lebih ketat. Pantas bila Ato merasa minder sebelum bertanding.
“Jelas deg-degan. Minder juga rasanya. Kan masih pemain baru di tim senior,” selorohnya.
Meski begitu, pahlawan Arema saat membekuk Persipura (6/2) serta menahan imbang Sriwijaya FC ini berjanji akan memberikan yang terbaik bagi Singo Edan bila benar-benar diturunkan. Tak peduli sekalipun lawannya adalah klub papan atas J-League (Liga Jepang) yang akan tampil di muka publiknya sendiri.
“Saya akan bekerja keras berikan yang terbaik buat tim,” timpal pemain yang dikenal pemalu itu bertekad. (tom/jon)
Lawan Dingin
MALANGPOST - Bukan hanya masalah administrasi dan finansial saja yang harus dipersiapkan kubu Arema jelang lawatan ke markas Cerezo Osaka awal Maret depan. Awak tim berlogo kepala singa harus bersiap menghadapi cuaca dingin kota yang terletak di tepi teluk Pulau Honshu itu.
Suhu udara Osaka yang mencapai 3-10 derajat celcius dipastikan bakal menyulitkan Noh Alam Shah dkk untuk beradaptasi. Kota yang berada di wilayah Kansai itu jauh lebih dingin dibanding kota tersejuk di Indonesia sekalipun. Untuk meredam perlawanan tuan rumah, Chmelo Roman dkk terlebih dulu harus mengatasi bekunya hawa setempat. Apalagi jika laga digelar pada malam hari, tidak mustahil suhu sangat ekstrim lantaran bisa mencapai -1 derajat.
Kini manajemen tengah dipusingkan urusan memenuhi kebutuhan perlengkapan tim berlaga di cuaca ekstrem. Setidaknya, rombongan skuad memerlukan berbagai piranti sandang yang khusus dipakai untuk menahan hawa dingin.
‘’Secara materi skuad kita siap. Tapi masih harus memenuhi perlengkapan kebutuhan cuaca dingin Osaka yang mencapai 10 derajat celcius dan terendah bisa sampai 3 derajat,’’ ungkap media officer Arema, Sudarmadji.
Pasalnya, Arema tidak mendapat pasokan perlengkapan yang dibutuhkan dari pihak Lotto selaku apparel resmi klub. Lotto hanya menyediakan perlengkapan kebutuhan seperti yang selama ini digunakan tim saat mengarungi Liga Super. Tak ada perlengkapan tambahan yang disiapkan menyiasati bakal berkiprahnya Singo Edan di negara dingin macam Jepang.
Untuk itu, pihak manajemen tak menutup kemungkinan bakal menjalin kerjasama dengan pihak lain. Manajemen Arema berniat menggandeng apparel atau produsen yang bersedia menyiapkan kebutuhan perlengkapan tim saat berlaga di luar negeri. Namun, bukan berarti lantas menggantikan Lotto sebagai apparel resmi.
‘’Kita tidak dapat (perlengkapan cuaca dingin) dari apparel resmi kita (Lotto). Jadi kita akan jalin kerja sama dengan pihak lain,’’ imbuh Darmadji.
Komunikasi intens pun dilakukan pihak manajemen dengan sejumlah pihak yang berpotensi menjadi partner. Harapannya, segera diperoleh titik temu sehingga persiapan menuju Osaka benar-benar mulus. Kabarnya, sudah ada salah satu pihak yang menyatakan kesanggupannya.
‘’Mereka bersedia menyiapkan kebutuhan perlengkapan tersebut. Jadi kita komunikasikan terus,’’ beber pria yang juga dikenal sebagai dosen itu kepada Malang Post.
Sementara itu dari prakiraan cuaca yang dilansir The Weather Channel, ketika Arema berada di Osaka, yakni mulai 27 Februari hingga 3 Maret, suhu tertinggi antara 9-11 derajat. Terendah pada kisaran 2-3 derajat. Cuaca diprediksikan hujan.
Belum lagi kalau pertandingan yang bakal dilangsungkan di Kincho Stadium dan digelar malam hari, suhu bisa mencapai -1 derajat. Jelas Arema bakal menghadapi laga yang tidak ringan. (tom/avi)
Suhu udara Osaka yang mencapai 3-10 derajat celcius dipastikan bakal menyulitkan Noh Alam Shah dkk untuk beradaptasi. Kota yang berada di wilayah Kansai itu jauh lebih dingin dibanding kota tersejuk di Indonesia sekalipun. Untuk meredam perlawanan tuan rumah, Chmelo Roman dkk terlebih dulu harus mengatasi bekunya hawa setempat. Apalagi jika laga digelar pada malam hari, tidak mustahil suhu sangat ekstrim lantaran bisa mencapai -1 derajat.
Kini manajemen tengah dipusingkan urusan memenuhi kebutuhan perlengkapan tim berlaga di cuaca ekstrem. Setidaknya, rombongan skuad memerlukan berbagai piranti sandang yang khusus dipakai untuk menahan hawa dingin.
‘’Secara materi skuad kita siap. Tapi masih harus memenuhi perlengkapan kebutuhan cuaca dingin Osaka yang mencapai 10 derajat celcius dan terendah bisa sampai 3 derajat,’’ ungkap media officer Arema, Sudarmadji.
Pasalnya, Arema tidak mendapat pasokan perlengkapan yang dibutuhkan dari pihak Lotto selaku apparel resmi klub. Lotto hanya menyediakan perlengkapan kebutuhan seperti yang selama ini digunakan tim saat mengarungi Liga Super. Tak ada perlengkapan tambahan yang disiapkan menyiasati bakal berkiprahnya Singo Edan di negara dingin macam Jepang.
Untuk itu, pihak manajemen tak menutup kemungkinan bakal menjalin kerjasama dengan pihak lain. Manajemen Arema berniat menggandeng apparel atau produsen yang bersedia menyiapkan kebutuhan perlengkapan tim saat berlaga di luar negeri. Namun, bukan berarti lantas menggantikan Lotto sebagai apparel resmi.
‘’Kita tidak dapat (perlengkapan cuaca dingin) dari apparel resmi kita (Lotto). Jadi kita akan jalin kerja sama dengan pihak lain,’’ imbuh Darmadji.
Komunikasi intens pun dilakukan pihak manajemen dengan sejumlah pihak yang berpotensi menjadi partner. Harapannya, segera diperoleh titik temu sehingga persiapan menuju Osaka benar-benar mulus. Kabarnya, sudah ada salah satu pihak yang menyatakan kesanggupannya.
‘’Mereka bersedia menyiapkan kebutuhan perlengkapan tersebut. Jadi kita komunikasikan terus,’’ beber pria yang juga dikenal sebagai dosen itu kepada Malang Post.
Sementara itu dari prakiraan cuaca yang dilansir The Weather Channel, ketika Arema berada di Osaka, yakni mulai 27 Februari hingga 3 Maret, suhu tertinggi antara 9-11 derajat. Terendah pada kisaran 2-3 derajat. Cuaca diprediksikan hujan.
Belum lagi kalau pertandingan yang bakal dilangsungkan di Kincho Stadium dan digelar malam hari, suhu bisa mencapai -1 derajat. Jelas Arema bakal menghadapi laga yang tidak ringan. (tom/avi)
Tiket LCA Rp 30 Ribu
MALANGPOST-Berdasarkan keterangan dari perwakilan Worldsportgroup sebagai marketing partner AFC (Asia Football Confederation), manajemen Arema dipastikan tak bisa menjual pertandingan Liga Champions Asia (LCA) untuk mencari sponsor baru. Termasuk beberapa sponsor Arema selama ini, tak bisa masuk ke stadion.
Pada even kompetisi paling bergengsi di Asia ini, Arema hanya diperkenankan memasang satu sponsor utama di kostum. Sedangkan untuk sponsor di dalam dan sekitar stadion, termasuk A board di pinggir lapangan, semuanya menjadi hak Worldsportgroup yang mengatur sponsorship LCA yang dimulai awal Maret nanti.
Manajemen Arema pun telah mendapat keterangan langsung dari Bryan Chow, Vanue Manager Worldsportgrup saat melakukan inspeksi Stadion Kanjuruhan, Selasa (8/2) lalu. Meski Bryan sempat menyarankan manajemen Arema untuk berkirim surat ke AFC untuk penjelasan resmi secara tertulis dari otoritas sepakbola Asia itu.
“Ya, kita sudah dapat kepastian kalau sponsor dan A board yang selama ini pasang di Arema tidak bisa lagi saat pertandingan LCA nanti, tapi kemarin Bryan Chow minta manajemen Arema agar kirim surat ke AFC, karena dia memahami kebutuhan klub,” ungkap Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji.
“Menurut Bryan selama ini memang klub sering menanyakan soal sponsor klub ini, tapi untuk LCA sudah dibranding sponsor AFC. Makanya kita diminta kirim surat ke AFC, agar AFC bisa memberi penjelasan resmi seputar sponsor ini,” sambung mantan wartawan asal Banyuwangi ini.
Lantaran tak mendapatkan pemasukan dari sponsor tersebut, manajemen Arema bakal memaksimalkan dari hasil penjualan tiket laga home Arema. Sedikitnya ada tiga laga home Arema pada babak penyisihan grup G. Dan bakal ada laga home berikutnya jika Arema lolos ke babak 16 besar atau babak 8 besar.
“Ya, pada pertandingan LCA nanti kita murni hanya dapat keuntungan dari hasil penjualan tiket. Kita telah memutuskan pada pertandingan LCA nanti untuk harga tiket ekonomi Rp 30 ribu, VIP Rp 100 ribu dan VVIP Rp 150 ribu. Pertimbangan kita menaikkan harga tiket ini karena ini level Asia,” jelas Darmaji.
“Setelah sempat kita konsultasikan pada Bryan Chow saat datang ke kantor Arema kemarin, menurutnya harga tiket tersebut sudah cukup, karena di tempat lain atau di luar negeri harga tiket rata-rata minimal Rp 40 ribu. Harapannya bisa mengundang animo penonton dan harga tiket terjangkau,” lanjutnya.
Sementara itu, selain datang untuk melakukan inspeksi Stadion Kanjuruhan, menurut Darmaji, perwakilan dari Worldsportgroup ini juga meninjau kondisi stadion alternatif untuk tempat latihan tim tamu. Diantaranya memantau kondisi Stadion Gajayana dan lapangan Abdurrahman Saleh yang selama ini tempat latihan Arema.
“Selain melihat kondisi Stadion Gajayana dan lapangan Abdurrahman Saleh, Bryan juga melihat dua hotel yang rencananya sebagai alternative untuk secretariat AFC nanti yaitu Hotel Santika dan Hotel Regent,” sebut Darmaji perihal agenda kedatangan Bryan yang meninjau tempat-tepat yang rencananya dibranding oleh sponsor LCA. (bua/jon)
Harga Tiket:
Ekonomi Rp 30 ribu
VIP Rp 100 ribu
VVIP Rp 150 ribu
Pada even kompetisi paling bergengsi di Asia ini, Arema hanya diperkenankan memasang satu sponsor utama di kostum. Sedangkan untuk sponsor di dalam dan sekitar stadion, termasuk A board di pinggir lapangan, semuanya menjadi hak Worldsportgroup yang mengatur sponsorship LCA yang dimulai awal Maret nanti.
Manajemen Arema pun telah mendapat keterangan langsung dari Bryan Chow, Vanue Manager Worldsportgrup saat melakukan inspeksi Stadion Kanjuruhan, Selasa (8/2) lalu. Meski Bryan sempat menyarankan manajemen Arema untuk berkirim surat ke AFC untuk penjelasan resmi secara tertulis dari otoritas sepakbola Asia itu.
“Ya, kita sudah dapat kepastian kalau sponsor dan A board yang selama ini pasang di Arema tidak bisa lagi saat pertandingan LCA nanti, tapi kemarin Bryan Chow minta manajemen Arema agar kirim surat ke AFC, karena dia memahami kebutuhan klub,” ungkap Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji.
“Menurut Bryan selama ini memang klub sering menanyakan soal sponsor klub ini, tapi untuk LCA sudah dibranding sponsor AFC. Makanya kita diminta kirim surat ke AFC, agar AFC bisa memberi penjelasan resmi seputar sponsor ini,” sambung mantan wartawan asal Banyuwangi ini.
Lantaran tak mendapatkan pemasukan dari sponsor tersebut, manajemen Arema bakal memaksimalkan dari hasil penjualan tiket laga home Arema. Sedikitnya ada tiga laga home Arema pada babak penyisihan grup G. Dan bakal ada laga home berikutnya jika Arema lolos ke babak 16 besar atau babak 8 besar.
“Ya, pada pertandingan LCA nanti kita murni hanya dapat keuntungan dari hasil penjualan tiket. Kita telah memutuskan pada pertandingan LCA nanti untuk harga tiket ekonomi Rp 30 ribu, VIP Rp 100 ribu dan VVIP Rp 150 ribu. Pertimbangan kita menaikkan harga tiket ini karena ini level Asia,” jelas Darmaji.
“Setelah sempat kita konsultasikan pada Bryan Chow saat datang ke kantor Arema kemarin, menurutnya harga tiket tersebut sudah cukup, karena di tempat lain atau di luar negeri harga tiket rata-rata minimal Rp 40 ribu. Harapannya bisa mengundang animo penonton dan harga tiket terjangkau,” lanjutnya.
Sementara itu, selain datang untuk melakukan inspeksi Stadion Kanjuruhan, menurut Darmaji, perwakilan dari Worldsportgroup ini juga meninjau kondisi stadion alternatif untuk tempat latihan tim tamu. Diantaranya memantau kondisi Stadion Gajayana dan lapangan Abdurrahman Saleh yang selama ini tempat latihan Arema.
“Selain melihat kondisi Stadion Gajayana dan lapangan Abdurrahman Saleh, Bryan juga melihat dua hotel yang rencananya sebagai alternative untuk secretariat AFC nanti yaitu Hotel Santika dan Hotel Regent,” sebut Darmaji perihal agenda kedatangan Bryan yang meninjau tempat-tepat yang rencananya dibranding oleh sponsor LCA. (bua/jon)
Harga Tiket:
Ekonomi Rp 30 ribu
VIP Rp 100 ribu
VVIP Rp 150 ribu
Jumat, 11 Februari 2011
Berkat Doa Aremania
MALANGPOST-Kiper Persiwa, Galih Firmansyah sebenarnya sudah benar membaca arah bola hasil tendangan babas kaki kanan Ahmad Bustomi. Yaitu bola harusnya menuju ke tiang sebelah kanan, namun ternyata berubah arah setelah membentur pagar pemain Persiwa.
Meski datangnya bola sebenarnya tidak terlalu keras, namun Galih yang sudah mati langkah tak bisa menjangkau si kulit bundar. Bustomi pun menjadi pencatk gol pertama dari empat gol kemenangan Arema atas Persiwa, kemarin sore.
Gol yang tak diduga-duga ini pun mengangkat moral bertanding pemain Arema yang sempat mendapat perlawanan sengit dari Eddie Foday dkk. Sehingga gol demi gol lainnya, bisa dicetak Ridhuan dan Amirudin pada babak kedua.
“Gol ini aku persembahkan untuk semuanya, untuk keluarga saya dan untuk Aremania semua. Saya senang bisa mencetak gol pertama saya musim ini. Syukur alhamdulillah, gol ini berkat doa Aremania, bapak dan ibu saya,” ungkap Bustomi.
Pemain Arema benar-benar bisa merasakan happy ending pada laga pamungkas putaran pertama ini. Meski tim berjuluk Singo Edan tak bisa mengulang prestasi musim lalu saat menjadi juara paruh musim yang kini dipegang Persipura Jayapura.
“Saya puas hati dengan hasil pertandingan sore ini, meski prestasi kita tidak bagus (tidak juara paruh musim), tapi kita bisa menang telak 4-0 dari Persiwa, ini bagus,” ungkap Ridhuan, pencetak gol kedua Arema kemarin sore.
“Terbukti kita masih bisa menang besar, meski prestasi kita kurang bagus, kita bisa cetak banyak gol, saya senang bisa cetak gol untuk Arema dan Aremania,” sambung pemain asal Singapura ini kepada Malang Post.
Ridhuan berhasil menjebol gawang Persiwa melalui tandukannya setelah meneruskan bola hasil tendangan bebas Chmelo Roman. Ridhuan yang tak terkawal, bisa dengan mudah memperbesar kemenangan Arema. (bua/jon)
Meski datangnya bola sebenarnya tidak terlalu keras, namun Galih yang sudah mati langkah tak bisa menjangkau si kulit bundar. Bustomi pun menjadi pencatk gol pertama dari empat gol kemenangan Arema atas Persiwa, kemarin sore.
Gol yang tak diduga-duga ini pun mengangkat moral bertanding pemain Arema yang sempat mendapat perlawanan sengit dari Eddie Foday dkk. Sehingga gol demi gol lainnya, bisa dicetak Ridhuan dan Amirudin pada babak kedua.
“Gol ini aku persembahkan untuk semuanya, untuk keluarga saya dan untuk Aremania semua. Saya senang bisa mencetak gol pertama saya musim ini. Syukur alhamdulillah, gol ini berkat doa Aremania, bapak dan ibu saya,” ungkap Bustomi.
Pemain Arema benar-benar bisa merasakan happy ending pada laga pamungkas putaran pertama ini. Meski tim berjuluk Singo Edan tak bisa mengulang prestasi musim lalu saat menjadi juara paruh musim yang kini dipegang Persipura Jayapura.
“Saya puas hati dengan hasil pertandingan sore ini, meski prestasi kita tidak bagus (tidak juara paruh musim), tapi kita bisa menang telak 4-0 dari Persiwa, ini bagus,” ungkap Ridhuan, pencetak gol kedua Arema kemarin sore.
“Terbukti kita masih bisa menang besar, meski prestasi kita kurang bagus, kita bisa cetak banyak gol, saya senang bisa cetak gol untuk Arema dan Aremania,” sambung pemain asal Singapura ini kepada Malang Post.
Ridhuan berhasil menjebol gawang Persiwa melalui tandukannya setelah meneruskan bola hasil tendangan bebas Chmelo Roman. Ridhuan yang tak terkawal, bisa dengan mudah memperbesar kemenangan Arema. (bua/jon)
Langganan:
Postingan (Atom)