JAKARTA - Panitia Lokal Piala AFF 2010 mulai mempersiapkan diri dan berbenah jelang penyelenggaraan final akhir bulan ini. Salah satu yang dibenahi adalah soal pengkoordinasian suporter.
Selain itu, juga sudah ditetapkan harga tiket untuk final. Paling mahal, tiket dijual seharga Rp 1 juta dan paling murah Rp 75 ribu. Tiket-tiket itu bisa dipesan secara online ataupun langsung (manual).
Panitia juga akan menambah jumlah loket pemesanan dan pembelian tiket. Sedang jumlah tiket yang dicetak mencapai 77 ribu.
Ketua Panitia Lokal, Joko Driyono, menyebut pihaknya berusaha mengetatkan pengamanan supaya tidak ada penumpukan massa di sekitar stadion Gelora Bung Karno. Nantinya, yang akan ada di ring satu GBK, hanya akan diisi oleh suporter pemegang tiket.
’’Jadi panitia itu, untuk menghindari penumpukan massa seperti semifinal kedua kemarin. Kami sudah meminta keamaanan untuk melakukan sweeping di ring 3. Jadi di dalam ring 1 hanya pemegang tiket yang ada di situ,’’ ujarnya.
Sweeping itu dilakukan pada Hari-H pertandingan dan saat penukaran voucher. Loket dibuka pada jam 10 pagi sampai jam 5 sore.
Joko juga mengungkapkan, antrean terakhir suporter akan ditutup pada pukul 17.00 WIB. Namun, proses pembelian tiket untuk antrean terakhir itu akan tetap dilayani sampai habis.
Informasi lainnya, kelompok suporter akan mendapatkan alokasi tiket khusus dan mendapatkan potongan harga per tiket. ‘’Untuk kelompok suporter mendapatkan jatah 10.000 dengan potongan harga tiket 10-15 ribu tiket,’’ tandasnya.
Panitia menetapkan pembatasan pemesanan tiket final leg kedua Piala AFF 2010 di Jakarta. Untuk tiket pertandingan 29 Desember tersebut, satu orang hanya boleh memesan karcis maksimal lima buah.
Informasi lain, pemesan online (kemungkinan besar tetap di rajakarcis.com dan mytickets.com), hanya untuk tiket kategori VVIP dan VIP Timur. Adapun semua tiket kelas ekonomi (Kategori 1-3) dan VIP Barat, hanya bisa dipesan di kawasan Stadion Gelora Bung Karno. (jpnn)
Selasa, 21 Desember 2010
Suporter Siap Serbu Malaysia
SBY : Saya Jadi Jaga Gawang Saja!
JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia diminta untuk memastikan alokasi tiket bagi suporter Indonesia yang akan menyaksikan leg pertama final piala AFF di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.
Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan, Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia sudah banyak yang menyatakan minat untuk menyaksikan langsung tim Garuda berlaga melawan Timnas Malaysia. ‘’Tadi (kemarin, Red.) saya sudah sampaikan ke Pak Da'i Bachtiar, Dubes kita di sana (Malaysia, Red.), untuk segera mengurusnya dengan tim penyelenggara di sana,’’ kata Andi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (20/12).
Leg pertama laga final piala AFF akan digelar pada 26 Desember. Sedangkan leg kedua digelar 29 Desember di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Andi mengatakan, saat ini ada 2 juta WNI di Malaysia. Selain itu, juga ada para suporter yang ingin datang langsung ke Malaysia. ‘’Ini juga sedang kami bicarakan bagaimana organisasinya dengan baik, sehingga mereka mendapatkan tiket di sana,’’ kata Andi.
Sebaliknya, lanjut Andi, Indonesia juga akan menjamin penonton Malaysia bisa mendapat jatah tiket di leg kedua. ‘’Sehingga dua-duanya fair,’’ kata Andi.
Sementara euforia kemenangan tim Garuda atas Filipina masih dirasakan di Istana. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyinggung kemenangan Timnas dalam pidatonya di acara penganugerahan penghargaan di bidang industri.
Usai menyaksikan pengambilan sumpah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisioner Komisi Yudisial, SBY juga mengajak ngobrol para pimpinan lembaga tinggi negara tentang kemenangan Timnas.
Menurut SBY, sepak bola telah berhasil menyatukan bangsa. SBY mengatakan, dalam kehidupan politik, sudah biasa terjadi benturan di antara elit politik. Namun, yang penting rakyat tidak terpecah belah. Melalui sepak bola, kata dia, semua merasakan kesatupaduan.
‘’Tidak ada yang menbeda-bedakan identitas mereka, apapun asal daerahnya, sukunya, etnisnya, agamanya, porfesinya, bahkan partai politiknya, mereka semua satu: rakyat indonesia yang bangga akan negerinya, bangga akan merah putih, dan mudah-mudahan tradisi dan budaya begini bisa kita terus kembangkan,’’ kata SBY
SBY mengatakan, untuk mendongkrak prestasi sepak bola, tidak boleh dengan salingmenyalahkan dan berputus asa. ‘’Tidak mungkin sebuah olahraga bisa dimajukan kalau yang ada hanya rasa skeptis, pesimis, apalagi putus asa, dan hanya salah menyelahkan satu sama lain,’’ katanya.
Dalam leg kedua final di Gelora Bung Karno, SBY juga akan kembali menonton langsung. ‘’Nanti tanggal 29, saya jadi ’jaga gawang’ saja ya,’’ kata SBY kepada para pimpinan tinggi negara. (sof/jpnn/avi)
JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia diminta untuk memastikan alokasi tiket bagi suporter Indonesia yang akan menyaksikan leg pertama final piala AFF di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.
Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan, Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia sudah banyak yang menyatakan minat untuk menyaksikan langsung tim Garuda berlaga melawan Timnas Malaysia. ‘’Tadi (kemarin, Red.) saya sudah sampaikan ke Pak Da'i Bachtiar, Dubes kita di sana (Malaysia, Red.), untuk segera mengurusnya dengan tim penyelenggara di sana,’’ kata Andi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (20/12).
Leg pertama laga final piala AFF akan digelar pada 26 Desember. Sedangkan leg kedua digelar 29 Desember di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Andi mengatakan, saat ini ada 2 juta WNI di Malaysia. Selain itu, juga ada para suporter yang ingin datang langsung ke Malaysia. ‘’Ini juga sedang kami bicarakan bagaimana organisasinya dengan baik, sehingga mereka mendapatkan tiket di sana,’’ kata Andi.
Sebaliknya, lanjut Andi, Indonesia juga akan menjamin penonton Malaysia bisa mendapat jatah tiket di leg kedua. ‘’Sehingga dua-duanya fair,’’ kata Andi.
Sementara euforia kemenangan tim Garuda atas Filipina masih dirasakan di Istana. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyinggung kemenangan Timnas dalam pidatonya di acara penganugerahan penghargaan di bidang industri.
Usai menyaksikan pengambilan sumpah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisioner Komisi Yudisial, SBY juga mengajak ngobrol para pimpinan lembaga tinggi negara tentang kemenangan Timnas.
Menurut SBY, sepak bola telah berhasil menyatukan bangsa. SBY mengatakan, dalam kehidupan politik, sudah biasa terjadi benturan di antara elit politik. Namun, yang penting rakyat tidak terpecah belah. Melalui sepak bola, kata dia, semua merasakan kesatupaduan.
‘’Tidak ada yang menbeda-bedakan identitas mereka, apapun asal daerahnya, sukunya, etnisnya, agamanya, porfesinya, bahkan partai politiknya, mereka semua satu: rakyat indonesia yang bangga akan negerinya, bangga akan merah putih, dan mudah-mudahan tradisi dan budaya begini bisa kita terus kembangkan,’’ kata SBY
SBY mengatakan, untuk mendongkrak prestasi sepak bola, tidak boleh dengan salingmenyalahkan dan berputus asa. ‘’Tidak mungkin sebuah olahraga bisa dimajukan kalau yang ada hanya rasa skeptis, pesimis, apalagi putus asa, dan hanya salah menyelahkan satu sama lain,’’ katanya.
Dalam leg kedua final di Gelora Bung Karno, SBY juga akan kembali menonton langsung. ‘’Nanti tanggal 29, saya jadi ’jaga gawang’ saja ya,’’ kata SBY kepada para pimpinan tinggi negara. (sof/jpnn/avi)
Pantang Cedera Untuk Persema
MALANG-Pelatih Arema, Miroslav Janu sempat mengkhawatirkan performa pemainnya yang bergabung di Timnas Indonesia. Khususnya dengan pemain yang jarang mendapat kesempatan tampil di turnamen Piala AFF 2010.
Namun kini, Miro sepertinya juga mulai was-was dengan kondisi pemainya, yang selalu masuk starting line up. Setidaknya dua dari lima pemain itu, hampir selalu masuk tim inti, yaitu Zulkifli Syukur dan Ahmad Bustomi.
Bahkan pada laga kedua menghadapi Timnas Filipina, tiga pemain Arema masuk starting eleven, yaitu Zulkifli, Bustomi dan Yongki Ariwibowo. Mereka bertiga, ikut mengantarkan kemenangan Indonesia 1-0 atas Filipina.
Sayangnya, Miro tak mau banyak komentar perihal performa ketiganya di Timnas. “Kamu tanya pelatih Timnas saja,” ungkap pelatih asal Republik Ceko ini saat ditemui di kantor Arema, kemarin siang.
Terlepas itu, Miro mulai berhitung dengan jadwal Timnas Indonesia yang lolos ke final Piala AFF. Menghadapi Timnas Malaysia, laga final juga menggunakan system home-away seperti di babak semifinal kemarin.
Pada leg pertama atau laga final pertama, Timnas Indonesia akan bertandang ke Malaysia, Minggu (26/12) nanti. Disusul leg kedua, Indonesia vs Malaysia digelar di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (29/12) depan.
Khusus untuk leg kedua tersebut, menurut Miro sudah cukup dekat dengan jadwal pertandingan Arema di kompetisi Indonesia Super League 2010/2011. Tepatnya mendekati laga Arema lawan Persema di stadion Kanjuruhan, 4 Januari nanti.
“Ya, pertandingan Timnas tanggal 29 Desember, sudah dekat dengan pertandingan Arema, lihat nanti kondisi pemain,” sebut Miro berharap Arema bisa tampil full team saat meladeni Laskar Ken Arok nanti.
Untuk itu, mantan pelatih Slavia Praha ini pun tak membawa beberapa pemain yang masih dalam proses penyembuhan cedera ke Padang. Seperti Chmelo Roman, Purwaka Yudhi dan Hermawan harus melakukan terapy dan latihan fitness di Malang.
Miro menginginkan, seluruh pemainnya siap tempur dalam laga derby Malang nanti. Khususnya Roman, gelandang asal Slovakia yang mengalami cedera di bagian jari kaki kirinya ini diminta untuk terapy penyembuhan, selama tim Arema di Padang.
“Saya tiga minggu latihan terus, dan tidak ada waktu untuk recovery, dan sekarang ada waktu lima hari untuk terapi, dan nanti bisa kembali latihan lagi, sedikit demi sedikit,” ungkap Roman di kantor Arema, kemarin siang.
“Cedera saya ini tidak serius, tapi saya memang tidak ikut ke Padang untuk terapi, agar nanti bisa tampil maksimal di pertandingan resmi,” sambung pemain yang mengalami cedera saat ujicoba lawan Deltras Sidoarjo, 1 Desember lalu ini. (bua)
Namun kini, Miro sepertinya juga mulai was-was dengan kondisi pemainya, yang selalu masuk starting line up. Setidaknya dua dari lima pemain itu, hampir selalu masuk tim inti, yaitu Zulkifli Syukur dan Ahmad Bustomi.
Bahkan pada laga kedua menghadapi Timnas Filipina, tiga pemain Arema masuk starting eleven, yaitu Zulkifli, Bustomi dan Yongki Ariwibowo. Mereka bertiga, ikut mengantarkan kemenangan Indonesia 1-0 atas Filipina.
Sayangnya, Miro tak mau banyak komentar perihal performa ketiganya di Timnas. “Kamu tanya pelatih Timnas saja,” ungkap pelatih asal Republik Ceko ini saat ditemui di kantor Arema, kemarin siang.
Terlepas itu, Miro mulai berhitung dengan jadwal Timnas Indonesia yang lolos ke final Piala AFF. Menghadapi Timnas Malaysia, laga final juga menggunakan system home-away seperti di babak semifinal kemarin.
Pada leg pertama atau laga final pertama, Timnas Indonesia akan bertandang ke Malaysia, Minggu (26/12) nanti. Disusul leg kedua, Indonesia vs Malaysia digelar di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (29/12) depan.
Khusus untuk leg kedua tersebut, menurut Miro sudah cukup dekat dengan jadwal pertandingan Arema di kompetisi Indonesia Super League 2010/2011. Tepatnya mendekati laga Arema lawan Persema di stadion Kanjuruhan, 4 Januari nanti.
“Ya, pertandingan Timnas tanggal 29 Desember, sudah dekat dengan pertandingan Arema, lihat nanti kondisi pemain,” sebut Miro berharap Arema bisa tampil full team saat meladeni Laskar Ken Arok nanti.
Untuk itu, mantan pelatih Slavia Praha ini pun tak membawa beberapa pemain yang masih dalam proses penyembuhan cedera ke Padang. Seperti Chmelo Roman, Purwaka Yudhi dan Hermawan harus melakukan terapy dan latihan fitness di Malang.
Miro menginginkan, seluruh pemainnya siap tempur dalam laga derby Malang nanti. Khususnya Roman, gelandang asal Slovakia yang mengalami cedera di bagian jari kaki kirinya ini diminta untuk terapy penyembuhan, selama tim Arema di Padang.
“Saya tiga minggu latihan terus, dan tidak ada waktu untuk recovery, dan sekarang ada waktu lima hari untuk terapi, dan nanti bisa kembali latihan lagi, sedikit demi sedikit,” ungkap Roman di kantor Arema, kemarin siang.
“Cedera saya ini tidak serius, tapi saya memang tidak ikut ke Padang untuk terapi, agar nanti bisa tampil maksimal di pertandingan resmi,” sambung pemain yang mengalami cedera saat ujicoba lawan Deltras Sidoarjo, 1 Desember lalu ini. (bua)
Senin, 20 Desember 2010
Bukti Aremania Tertib
MALANG-
Rally Motor Aremania 2010 benar-benar mendapat sambutan meriah. Total lebih dari 300 peserta menyemarakkan kegiatan konvoi menuju Pantai Balekambang itu kemarin. Mereka merupakan Aremania asal berbagai korwil yang tersebar di Malang Raya. Turut ambil bagian pula Arema Police dan klub Phantom Malang.
Start dilakukan di halaman depan kantor Malang Post pukul 7.00 WIB. Seluruh peserta tampak mengenakan atribut Arema dan tak lupa melengkapi diri dengan peralatan berkendara sesuai standar keamanan. Selama rally berlangsung, seluruh peserta memang diwajibkan mentaati prosedur tertib berkendara di jalan raya.
Kegiatan rally kemarin diikuti pula oleh Kapolres Malang Kota, AKBP Drs.Agus Salim. Kapolres yang dikenal hobby mengendarai motor gedhe (moge) ini juga memimpin prosesi pemberangkatan. Sebelum start, pimpinan tertinggi Kepolisian Resort Kota Malang itu tak lupa membagikan helm standar ‘cantik’ kepada para peserta.
Dalam sambutannya, Kalpolres menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia kegiatan rally karena turut mensosialisasikan konvoi tertib safety riding. “Jadi rasanya tak berlebihan bila saya mendukung penuh sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mari kita beri contoh bahwa kita semua bisa menghargai pengendara lain selama perjalanan nanti,” ujarnya disambut tepuk tangan riuh peserta.
Ketua Panitia Rally, Hendri Anugerah juga tak ketinggalan mengobarkan semangat peserta jelang start. “Dengan event ini, kita buktikan bahwa Aremania bisa tertib. Semoga perjalanan kita lancar sampai tujuan.Tunjukkan kita bisa!” tandasnya disambut teriakan bersemangat seluruh peserta.
Rute perjalanan rally tidak mengalami perubahan. Yaitu start di kawasan depan Stasiun Kota Baru dan finish di Pantai Balekambang. Jalur yang dilalui mulai dari depan Stasiun Kota Baru- Perempatan Klojen- Sawojajar- Kedung Kandang- GOR Ken Arok- Bumi Ayu- Sempal Wadak- Bululawang- Krebet- Senggrong- Putuk Rejo-Ketawang- Gondanglegi- Banjar Rejo- Pagelaran- Suwaru- Wonokerto- Bantur.
Sesampainya di Pantai Balekambang, seluruh peserta dihibur dengan orkes musik dangdut di panggung yang telah disiapkan panitia. Pihak panitia bahkan telah menyiapkan door prize bagi para peserta. “Kita sudah siapkan door prize menarik. Jumlahnya banyak sekali. Tak perlu khawatir, semua peserta bakal kebagian,” tambah Hendri. (tom/bua)
Rally Motor Aremania 2010 benar-benar mendapat sambutan meriah. Total lebih dari 300 peserta menyemarakkan kegiatan konvoi menuju Pantai Balekambang itu kemarin. Mereka merupakan Aremania asal berbagai korwil yang tersebar di Malang Raya. Turut ambil bagian pula Arema Police dan klub Phantom Malang.
Start dilakukan di halaman depan kantor Malang Post pukul 7.00 WIB. Seluruh peserta tampak mengenakan atribut Arema dan tak lupa melengkapi diri dengan peralatan berkendara sesuai standar keamanan. Selama rally berlangsung, seluruh peserta memang diwajibkan mentaati prosedur tertib berkendara di jalan raya.
Kegiatan rally kemarin diikuti pula oleh Kapolres Malang Kota, AKBP Drs.Agus Salim. Kapolres yang dikenal hobby mengendarai motor gedhe (moge) ini juga memimpin prosesi pemberangkatan. Sebelum start, pimpinan tertinggi Kepolisian Resort Kota Malang itu tak lupa membagikan helm standar ‘cantik’ kepada para peserta.
Dalam sambutannya, Kalpolres menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia kegiatan rally karena turut mensosialisasikan konvoi tertib safety riding. “Jadi rasanya tak berlebihan bila saya mendukung penuh sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mari kita beri contoh bahwa kita semua bisa menghargai pengendara lain selama perjalanan nanti,” ujarnya disambut tepuk tangan riuh peserta.
Ketua Panitia Rally, Hendri Anugerah juga tak ketinggalan mengobarkan semangat peserta jelang start. “Dengan event ini, kita buktikan bahwa Aremania bisa tertib. Semoga perjalanan kita lancar sampai tujuan.Tunjukkan kita bisa!” tandasnya disambut teriakan bersemangat seluruh peserta.
Rute perjalanan rally tidak mengalami perubahan. Yaitu start di kawasan depan Stasiun Kota Baru dan finish di Pantai Balekambang. Jalur yang dilalui mulai dari depan Stasiun Kota Baru- Perempatan Klojen- Sawojajar- Kedung Kandang- GOR Ken Arok- Bumi Ayu- Sempal Wadak- Bululawang- Krebet- Senggrong- Putuk Rejo-Ketawang- Gondanglegi- Banjar Rejo- Pagelaran- Suwaru- Wonokerto- Bantur.
Sesampainya di Pantai Balekambang, seluruh peserta dihibur dengan orkes musik dangdut di panggung yang telah disiapkan panitia. Pihak panitia bahkan telah menyiapkan door prize bagi para peserta. “Kita sudah siapkan door prize menarik. Jumlahnya banyak sekali. Tak perlu khawatir, semua peserta bakal kebagian,” tambah Hendri. (tom/bua)
AK ‘Menghilang’
MALANG-
Setelah tampil penuh 2x45 menit dalam laga ujicoba menghadapi Persid Jember, Sabtu (18/12) malam, kipper Arema, Ahmad Kurniawan (AK) tak muncul pada sesi latihan recovery di kompleks perumahan Araya, kemarin pagi.
Managercocah Arema, Miroslav Janu pun dibuat bingung, karena AK ‘menghilang’ tanpa pesan. Termasuk pelatih kiper Arema, Dwi Sasmianto menurut Miro juga tidak mengetahui keberadaan kakak kandung Kurnia Meiga itu.
“Saya tidak tahu, dimana AK. Dia tidak ikut latihan tanpa izin, pelatih kiper juga tidak tahu kemana,” ungkap Miro menilai AK tidak disiplin. Tak hanya AK, dua pemain lainnya yang tak ikut latihan kemarin pagi adalah Purwaka dan Musafri.
Khusus untuk Purwaka, menurut Miro sedang mencari pengobatan alternatif untuk cedera otot perutnya. Sedangkan Musafri yang izin ke Lampung untuk menghadiri pernikahan saudaranya, hingga kemarin pagi masih belum kembali.
Terlepas itu, kondisi latihan ini masih lebih baik, karena hanya AK yang tak latihan tanpa izin ke pelatih. Pasalnya, untuk program recovery usai ujicoba lawan Persela Lamongan, Selasa (14/12) kemarin, semua pemain tak datang.
Sehingga dari daftar kipper Arema, hanya tersisa Aji Saka yang menyelesaikan menu latihan, kemarin pagi. Sementara AK yang dihubungi melalui telpon genggamnya mengaku, tak datang latihan karena terlambat. “Saya telat datang ke latihan,” katanya tanpa merinci secara detail perihal keterlambatannya itu. (bua)
Setelah tampil penuh 2x45 menit dalam laga ujicoba menghadapi Persid Jember, Sabtu (18/12) malam, kipper Arema, Ahmad Kurniawan (AK) tak muncul pada sesi latihan recovery di kompleks perumahan Araya, kemarin pagi.
Managercocah Arema, Miroslav Janu pun dibuat bingung, karena AK ‘menghilang’ tanpa pesan. Termasuk pelatih kiper Arema, Dwi Sasmianto menurut Miro juga tidak mengetahui keberadaan kakak kandung Kurnia Meiga itu.
“Saya tidak tahu, dimana AK. Dia tidak ikut latihan tanpa izin, pelatih kiper juga tidak tahu kemana,” ungkap Miro menilai AK tidak disiplin. Tak hanya AK, dua pemain lainnya yang tak ikut latihan kemarin pagi adalah Purwaka dan Musafri.
Khusus untuk Purwaka, menurut Miro sedang mencari pengobatan alternatif untuk cedera otot perutnya. Sedangkan Musafri yang izin ke Lampung untuk menghadiri pernikahan saudaranya, hingga kemarin pagi masih belum kembali.
Terlepas itu, kondisi latihan ini masih lebih baik, karena hanya AK yang tak latihan tanpa izin ke pelatih. Pasalnya, untuk program recovery usai ujicoba lawan Persela Lamongan, Selasa (14/12) kemarin, semua pemain tak datang.
Sehingga dari daftar kipper Arema, hanya tersisa Aji Saka yang menyelesaikan menu latihan, kemarin pagi. Sementara AK yang dihubungi melalui telpon genggamnya mengaku, tak datang latihan karena terlambat. “Saya telat datang ke latihan,” katanya tanpa merinci secara detail perihal keterlambatannya itu. (bua)
Tinggalkan Empat Pemain
MALANG - Usai menuntaskan tiga ujicoba di Stadion Gajayana, terakhir mengalahkan Persid Jember 4-0, Arema kini konsentrasi untuk mengikuti laga amal, menghadapi Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, Rabu (22/12) lusa.
Rombongan Arema sendiri dijadwalkan berangkat ke Padang, Selasa (21/12) besok pagi. Sesuai rencana, tim asuhan Miroslav Janu ini akan berkekuatan 18 pemain ke Padang. Empat pemain ditinggal di Malang. Miro memutuskan empat pemain yang tak ikut ke Padang, usai latihan recovery di kompleks perumahan Araya, kemarin pagi. Satu pemain asing, Chmelo Roman, dan tiga pemain lokal yaitu Hermawan, Purwaka Yudhi dan Musafri.
Kecuali Musafri, ketiga pemain yang tidak masuk dalam daftar rombongan tim Arema ini mengalami cedera, atau masih dalm proses penyembuhan cedera. Sedangkan Musafri, dianggap indispliner oleh Miro karena tak datang saat latihan.
Bahkan striker asal Ternate itu tak ikut ujicoba Arema lawan Persid, karena izin ada urusan keluarga di Lampung. Sedangkan Miro menganggap Musafri bisa datang tepat waktu untuk bisa ujicoba, sekaligus mengikusi sesi latihan terakhir, kemarin pagi.
’’Musafri sebenarnya kemarin ada nominasi untuk berangkat ke Padang, tapi sekarang saya putuskan dia tetap disini bersama Roman, Hermawan dan Purwaka,’’ ungkap Miro ditemui usai renang di family club, Araya, kemarin pagi.
Untuk Roman, Hermawan dan Purwaka sengaja tak dibawa karena harus melakukan terapi untuk cedera mereka. Seperti halnya Hermawan dalam proses penyembuhan cedera lututnya dan Roman ada cedera di bagian jari kaki kirinya.
Sedangkan Purwaka yang kemarin juga tak ikut latihan, masih berkutat dengan cedera otot perut di bagian bawahnya. ’’Purwaka cedera lama, saya tidak tahu, katanya mau lakukan pengobatan tradisional, lihat nanti kondisinya,’’ terang Miro.
Menurut keterangan Miro, empat pemain yang tinggal di Malang ini akan ditangani oleh Joko Susilo. Kebetulan asisten pelatih yang akrab disap Gethuk ini batal berangkat ke Tarakan untuk ikut menangani tim Arema U-21.
Mantan striker Arema yang sebenarnya diproyeksikan ke Tarakan ini tak jadi berangkat kemarin pagi, lantaran Miro menganggap tak ada gunanya karena tim U-21 yang ikut turnamen itu, tanpa diperkuat satu pun pemain Arema senior.
Roman, Hermawan, Purwaka dan Musafri dijadwalkan mulai latihan Selasa (21/12) pagi, bersamaan rekan-rekannya berangkat ke Padang. Mereka harus berlatih fitness di family club, Araya hingga Kamis (23/12) nanti.
’’Empat pemain yang tidak ikut ke Padang nanti akan latihan sendiri bersama Joko,’’ sebut Miro yang sebelumnya sempat menominasikan dua pemain senior, yaitu Wahyu Gunawan dan Amirudin untuk gabung tim Arema U-21 ke Tarakan.
Namun Gunawan dan Amirudin yang rencananya bersama Hermawan dan Purwaka tak ikut ke Padang, diputuskan tetap berangkat. Gantinya Roman dan Musafri yang harus jaga kondisi di Malang bersama Gethuk.
’’Saya kemarin sudah izin, saya ada acara keluarga, nikah adik ipar saya. Tapi saya juga latihan walaupun saya tidak ikut ujicoba sama latihan pagi, saya tetap latihan sendiri,’’ demikian pembelaan dari Musafri perihal absennya.
’’Acara kemarin (di Lampung) baru selesai jam lima sore, sedangkan pesawat dari Bandar Lampung sudah tidak ada, baru ada tadi pagi,’’ sambung mantan pemain Persija ini tampaknya masih berharap ada peluang untuk tetap ikut berangkat ke Padang.
Sayangnya, panitia laga amal di Padang memutuskan rombongan tim Arema, maksimal 25 orang. Itu pun setelah Arema mengajukan tambahan tiga pemain lagi, dengan konsekuensi berangkat sehari sebelum pertandingan untuk mengurangi biaya akomodasi yang rencana semula harusnya mulai Senin (20/12) hari ini. (bua/avi)
Rombongan Arema sendiri dijadwalkan berangkat ke Padang, Selasa (21/12) besok pagi. Sesuai rencana, tim asuhan Miroslav Janu ini akan berkekuatan 18 pemain ke Padang. Empat pemain ditinggal di Malang. Miro memutuskan empat pemain yang tak ikut ke Padang, usai latihan recovery di kompleks perumahan Araya, kemarin pagi. Satu pemain asing, Chmelo Roman, dan tiga pemain lokal yaitu Hermawan, Purwaka Yudhi dan Musafri.
Kecuali Musafri, ketiga pemain yang tidak masuk dalam daftar rombongan tim Arema ini mengalami cedera, atau masih dalm proses penyembuhan cedera. Sedangkan Musafri, dianggap indispliner oleh Miro karena tak datang saat latihan.
Bahkan striker asal Ternate itu tak ikut ujicoba Arema lawan Persid, karena izin ada urusan keluarga di Lampung. Sedangkan Miro menganggap Musafri bisa datang tepat waktu untuk bisa ujicoba, sekaligus mengikusi sesi latihan terakhir, kemarin pagi.
’’Musafri sebenarnya kemarin ada nominasi untuk berangkat ke Padang, tapi sekarang saya putuskan dia tetap disini bersama Roman, Hermawan dan Purwaka,’’ ungkap Miro ditemui usai renang di family club, Araya, kemarin pagi.
Untuk Roman, Hermawan dan Purwaka sengaja tak dibawa karena harus melakukan terapi untuk cedera mereka. Seperti halnya Hermawan dalam proses penyembuhan cedera lututnya dan Roman ada cedera di bagian jari kaki kirinya.
Sedangkan Purwaka yang kemarin juga tak ikut latihan, masih berkutat dengan cedera otot perut di bagian bawahnya. ’’Purwaka cedera lama, saya tidak tahu, katanya mau lakukan pengobatan tradisional, lihat nanti kondisinya,’’ terang Miro.
Menurut keterangan Miro, empat pemain yang tinggal di Malang ini akan ditangani oleh Joko Susilo. Kebetulan asisten pelatih yang akrab disap Gethuk ini batal berangkat ke Tarakan untuk ikut menangani tim Arema U-21.
Mantan striker Arema yang sebenarnya diproyeksikan ke Tarakan ini tak jadi berangkat kemarin pagi, lantaran Miro menganggap tak ada gunanya karena tim U-21 yang ikut turnamen itu, tanpa diperkuat satu pun pemain Arema senior.
Roman, Hermawan, Purwaka dan Musafri dijadwalkan mulai latihan Selasa (21/12) pagi, bersamaan rekan-rekannya berangkat ke Padang. Mereka harus berlatih fitness di family club, Araya hingga Kamis (23/12) nanti.
’’Empat pemain yang tidak ikut ke Padang nanti akan latihan sendiri bersama Joko,’’ sebut Miro yang sebelumnya sempat menominasikan dua pemain senior, yaitu Wahyu Gunawan dan Amirudin untuk gabung tim Arema U-21 ke Tarakan.
Namun Gunawan dan Amirudin yang rencananya bersama Hermawan dan Purwaka tak ikut ke Padang, diputuskan tetap berangkat. Gantinya Roman dan Musafri yang harus jaga kondisi di Malang bersama Gethuk.
’’Saya kemarin sudah izin, saya ada acara keluarga, nikah adik ipar saya. Tapi saya juga latihan walaupun saya tidak ikut ujicoba sama latihan pagi, saya tetap latihan sendiri,’’ demikian pembelaan dari Musafri perihal absennya.
’’Acara kemarin (di Lampung) baru selesai jam lima sore, sedangkan pesawat dari Bandar Lampung sudah tidak ada, baru ada tadi pagi,’’ sambung mantan pemain Persija ini tampaknya masih berharap ada peluang untuk tetap ikut berangkat ke Padang.
Sayangnya, panitia laga amal di Padang memutuskan rombongan tim Arema, maksimal 25 orang. Itu pun setelah Arema mengajukan tambahan tiga pemain lagi, dengan konsekuensi berangkat sehari sebelum pertandingan untuk mengurangi biaya akomodasi yang rencana semula harusnya mulai Senin (20/12) hari ini. (bua/avi)
Tak Ada Evaluasi
MALANG-
Sesaat setelah menang 4-0 atas Persid Jember dalam laga ujicoba di stadion Gajayana, Sabtu (18/12) malam, pelatih Arema, Miroslav Janu memilih untuk langsung meninggalkan lapangan, tanpa ada komentar perihal hasil timnya itu.
Pelatih asal Republik Ceko ini rupanya sengaja tak memberi keterangan karena menilai tak ada yang perlu di evaluasi dari pemapilan timnya. Miro mengaku, laga lawan Tim Divisi I itu hanya sekedar ujicoba biasa, dan dianggapnya seperti latihan.
“Ya, lawan Persid tidak usah ada evaluasi, nanti saat ujicoba lawan Semen Padang (22/12) dan saat ujicoba lawan Persijap Jepara (26/12), kemarin hanya ujicoba biasa, seperti latihan,” ungkap Miro usai latihan kemarin pagi.
Pada ujicoba yang minim penonton itu, empat gol Arema dicetak Leonard Tumpamahu (11’), M Ridhuan (38’), M Fakhrudin (51’) dan Esteban Guillen (72’). Ini adalah kemenangan kedua Arema dalam tiga kali ujicoba di Gajayana.
Dua ujicoba sebelumnya, Arema menang 3-1 atas Deltras Sidoarjo, 1 Desember lalu dan ditahan Persela Lamongan imbang 0-0, Selasa (14/12) lalu. Secara umum, dari ujicoba itu Miro mengakui penyelesaian akhir timnya masih belum maksimal.
Sementara usai lawan Persid, pemain Arema langsung digenjot latihan recovery di kompleks perumahan Araya, kemarin pagi. Miro membagi pemainnya menjadi tiga kelompok, dengan tiga menu latihan yang berbeda.
Satu kelompok terdiri empat orang, yaitu pemain yang tidak tampil lawan Persid. Terdiri dari Wahyu Gunawan, Ahmad Amirudin, Sunarto dan kiper Aji Saka. Mereka lari di kompleks perumahan dipimpin asisten pelatih Joko Susilo dan Dwi Sasmianto.
Kelompok kedua dipimpin langsung Miro adalah pemain-pemain yang tampil lawan Persid, namun tidak full 2x45 menit. Mereka adalah Pierre Njanka, Noh Alamshah, Ridhuan, Dendi Santoso, Fakhrudin, Alfarisi dan beberapa pemain lainnya.
Dibanding kelompok kedua ini, kelompok pertama harus lari lebih lama, karena mereka memang tidak tampil. Kelompok ketiga adalah, pemain yang tidak ikut lari, dan hanya latihan fitness di family club, Araya.
Mereka adalah pemain-pemain yang pada pertandingan tersebut tampil penuh 2x45 menit, atau pemain yang tengah mengalami cedera seperti Roman dan Hermawan. Usai latihan tersebut, pemain langsung jacuzzy, renang dan pijat.
Recovery ini dilakukan untuk mengembalikan kondisi kebugaran pemain. Khususnya jelang laga ujicoba berikutnya menghadapi Semen Padang di stadion H. Agus Salim, Padang, Rabu (22/12) lusa. Dan untuk hari ini, Miro memberi jatah libur pada pemainnya. (bua)
Sesaat setelah menang 4-0 atas Persid Jember dalam laga ujicoba di stadion Gajayana, Sabtu (18/12) malam, pelatih Arema, Miroslav Janu memilih untuk langsung meninggalkan lapangan, tanpa ada komentar perihal hasil timnya itu.
Pelatih asal Republik Ceko ini rupanya sengaja tak memberi keterangan karena menilai tak ada yang perlu di evaluasi dari pemapilan timnya. Miro mengaku, laga lawan Tim Divisi I itu hanya sekedar ujicoba biasa, dan dianggapnya seperti latihan.
“Ya, lawan Persid tidak usah ada evaluasi, nanti saat ujicoba lawan Semen Padang (22/12) dan saat ujicoba lawan Persijap Jepara (26/12), kemarin hanya ujicoba biasa, seperti latihan,” ungkap Miro usai latihan kemarin pagi.
Pada ujicoba yang minim penonton itu, empat gol Arema dicetak Leonard Tumpamahu (11’), M Ridhuan (38’), M Fakhrudin (51’) dan Esteban Guillen (72’). Ini adalah kemenangan kedua Arema dalam tiga kali ujicoba di Gajayana.
Dua ujicoba sebelumnya, Arema menang 3-1 atas Deltras Sidoarjo, 1 Desember lalu dan ditahan Persela Lamongan imbang 0-0, Selasa (14/12) lalu. Secara umum, dari ujicoba itu Miro mengakui penyelesaian akhir timnya masih belum maksimal.
Sementara usai lawan Persid, pemain Arema langsung digenjot latihan recovery di kompleks perumahan Araya, kemarin pagi. Miro membagi pemainnya menjadi tiga kelompok, dengan tiga menu latihan yang berbeda.
Satu kelompok terdiri empat orang, yaitu pemain yang tidak tampil lawan Persid. Terdiri dari Wahyu Gunawan, Ahmad Amirudin, Sunarto dan kiper Aji Saka. Mereka lari di kompleks perumahan dipimpin asisten pelatih Joko Susilo dan Dwi Sasmianto.
Kelompok kedua dipimpin langsung Miro adalah pemain-pemain yang tampil lawan Persid, namun tidak full 2x45 menit. Mereka adalah Pierre Njanka, Noh Alamshah, Ridhuan, Dendi Santoso, Fakhrudin, Alfarisi dan beberapa pemain lainnya.
Dibanding kelompok kedua ini, kelompok pertama harus lari lebih lama, karena mereka memang tidak tampil. Kelompok ketiga adalah, pemain yang tidak ikut lari, dan hanya latihan fitness di family club, Araya.
Mereka adalah pemain-pemain yang pada pertandingan tersebut tampil penuh 2x45 menit, atau pemain yang tengah mengalami cedera seperti Roman dan Hermawan. Usai latihan tersebut, pemain langsung jacuzzy, renang dan pijat.
Recovery ini dilakukan untuk mengembalikan kondisi kebugaran pemain. Khususnya jelang laga ujicoba berikutnya menghadapi Semen Padang di stadion H. Agus Salim, Padang, Rabu (22/12) lusa. Dan untuk hari ini, Miro memberi jatah libur pada pemainnya. (bua)
Langganan:
Postingan (Atom)